Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Manfaat Membedong Bayi, dan Bagaimana Cara Bedong yang Aman

5 Manfaat Membedong Bayi, dan Bagaimana Cara Bedong yang Aman

Pasti Anda sudah sering lihat bayi yang baru lahir suka dibedong oleh orangtuanya. Selama beberapa bulan sejak kelahirannya, bayi akan sering dibedong, terutama saat bayi tidur. Ini mungkin sudah menjadi kebiasaan. Tapi, ada yang bilang juga membedong bayi tidak perlu dilakukan. Sebenarnya, apakah perlu membedong bayi? Apakah ada manfaat membedong bayi?

Manfaat membedong bayi

Kebiasaan membedong bayi yang sudah dilakukan turun-temurun ini, ternyata bermanfaat bagi bayi yang baru lahir. Beberapa manfaat membedong bayi adalah:

1. Membuat tidur bayi lebih nyenyak

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), membedong bayi bermanfaat untuk membuat bayi tidur lebih nyenyak dan nyaman, serta dapat menenangkan bayi, jika membedong bayi dilakukan dengan benar.

2. Mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)

Menurut AAP juga, membedong bayi dapat mengurangi risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) pada bayi baru lahir, tapi dengan catatan bahwa bayi harus ditempatkan pada posisi telentang menghadap ke atas. Membedong bayi membuat bayi lebih sulit bergerak ke mana-mana saat tidur, sehingga hal ini dapat melindunginya dari hal-hal berbahaya yang dapat menyebabkan SIDS saat tidur.

3. Membantu bayi tidur lebih lama

Bayi biasanya mudah terbangun karena suatu hal kecil yang mengganggu dan mengagetkannya. Dengan membedong bayi, hal ini dapat dicegah dan membuat tidur bayi lebih baik dan lama. Kebutuhan waktu tidur bayi pun terpenuhi, yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.

4. Membantu menenangkan bayi

Membedong bayi dapat membuat bayi merasa lebih hangat. Hal ini dapat mengingatkan mereka pada lingkungan saat mereka masih berada di dalam rahim. Bayi yang dibedong biasanya juga lebih jarang nangis. Jika bayi malah menangis atau menggeliat saat dibedong, artinya bayi ingin lengan dan kakinya bisa bergerak bebas. Sebaiknya, longgarkan sedikit bedongan bayi Anda.

5. Meningkatkan perkembangan neuromuskular

Membedong bayi dapat membatasi pergerakan tangan dan kaki bayi. Hal ini dapat membantu bayi mengembangkan keterampilan motoriknya lebih baik untuk kedepannya. Manfaat membedong bayi ini terutama sangat membantu bagi bayi prematur.

Yang harus diperhatikan saat membedong bayi

  • Saat tidur, sebaiknya awasi bayi yang dibedong jangan sampai terguling dan tidur dalam posisi telungkup. Tidur dalam posisi telungkup dapat membuat jalan napas bayi terhalangi, sehingga dapat memperbesar risiko bayi mengalami SIDS. Selain itu, usahakan agar tidak ada benda-benda apapun di sekitar bayi saat ia tidur, seperti selimut atau bantal. Benda-benda tersebut dapat menutupi hidung bayi, sehingga ia bisa mengalami kesulitan saat bernapas.
  • Jangan terlalu ketat dalam membedong bayi. Usahakan agak sedikit longgar agar bayi bisa sedikit bergerak dan napasnya tidak sesak. Membedong terlalu ketat juga dapat membuat bayi kepanasan. Jika bayi kepanasan, bayi mengeluarkan keringat, rambutnya basah, pipinya memerah, dan napasnya menjadi lebih cepat, sebaiknya lepas bedongan bayi.

Kapan harus berhenti membedong bayi?

Bayi yang baru lahir biasanya langsung dibedong. Namun, dua bulan setelah bayi lahir, tampaknya bayi sudah tidak perlu lagi dibedong.

Bayi dibedong untuk memberi kehangatan pada bayi, menenangkan bayi, membuat bayi tidur lebih baik, dan membantu mengurangi risiko SIDS saat bayi tidur. Tapi, saat bayi sudah berusia lebih dari 2 bulan tampaknya manfaat membedong bayi ini sudah tidak bisa didapatkan lagi oleh bayi. Terlebih lagi, bayi usia dua bulan sudah mulai belajar untuk berguling. Bayi yang berguling ketika dibedong saat tidur dan membuatnya tidur dalam posisi telungkup justru dapat meningkatkan risiko SIDS.

Mulai usia dua bulan saat bayi sudah mulai belajar berguling atau ketika bayi sudah tidak nyaman dibedong, sebaiknya bayi tidak perlu dibedong lagi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

HealthyChildren.org. (2017). Swaddling: Is it Safe?. [online] Available at: https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/diapers-clothing/Pages/Swaddling-Is-it-Safe.aspx [Accessed 24 Mar. 2017].

Geller, D. Should I swaddle my baby? | BabyCenter. [online] BabyCenter. Available at: https://www.babycenter.com/404_should-i-swaddle-my-baby_10010.bc [Accessed 24 Mar. 2017].

Dubief, A. (2011). 5 Reasons to Swaddle Your baby. [online] Precious Little Sleep. Available at: https://www.preciouslittlesleep.com/5-reasons-to-swaddle-your-baby/ [Accessed 24 Mar. 2017].

Iannelli, V. (2016). Why Swaddling a Baby Can Be a Bad Thing. [online] Available at: https://www.verywell.com/swaddling-a-baby-2634674 [Accessed 24 Mar. 2017].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 6 hari lalu
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x