Kenapa Bibir Bayi Terlihat Pecah-Pecah dan Kering?

    Kenapa Bibir Bayi Terlihat Pecah-Pecah dan Kering?

    Bibir kering dan pecah-pecah pastinya sangat mengganggu dan membuat gerakan bibir jadi tidak nyaman. Bahkan terkadang, bibir pecah-pecah bisa terasa perih karena mudah sekali luka. Lantas, bagaimana jika ini terjadi pada bayi? Kenapa bibir bayi kering dan pecah-pecah saat baru lahir dan bagaimana mengatasinya?

    Apa penyebab bibir bayi kering dan pecah-pecah?

    Bibir kering dan pecah-pecah pada bayi baru lahir bukanlah kondisi yang membahayakan.

    Ini justru merupakan masalah umum yang terjadi pada kebanyakan bayi yang baru lahir.

    Kondisi ini bisa terjadi karena bayi melepaskan beberapa lapisan kulitnya setelah lahir sehingga kulit bayi terlihat kering dan mengelupas.

    Adapun lapisan yang mengelupas ini adalah vernix, yaitu zat putih yang melindungi kulit bayi saat dalam kandungan dan selama beberapa hari pertama setelah bayi dilahirkan.

    Meski demikian, bibir pecah-pecah pada bayi juga bisa terjadi karena penyebab lainnya.

    Bahkan, pada beberapa kasus, ini juga bisa menjadi tanda dari kondisi medis tertentu yang perlu mendapat penanganan.

    Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan bibir kering dan pecah-pecah pada bayi.

    1. Bayi suka menjilati bibir

    Bayi yang baru lahir memiliki naluri untuk mengisap yang sangat kuat sehingga mereka dapat terus mengisap atau menjilati bibir mereka sendiri.

    Namun sayangnya, kebiasaan ini justru bisa menyebabkan bibir kering.

    Sebab, air liur mengandung berbagai enzim yang bisa menyebabkan iritasi sehingga bibir bayi Anda menjadi pecah-pecah. Bahkan, kulit di sekitarnya pun bisa memerah.

    2. Perubahan cuaca

    keajaiban menyusui bayi baru lahir

    Sama seperti yang terjadi pada orang dewasa, bibir pecah-pecah dan kering pada bayi juga bisa terjadi akibat cuaca. Biasanya, ini terjadi jika cuaca panas terik, dingin, atau berangin.

    Cuaca yang tidak menentu ini bisa menghilangkan kelembapan pada bibir sehingga kemudian membuat bibir bayi semakin kering hingga pecah-pecah.

    3. Bayi mengalami dehidrasi

    Bayi bisa mengalami dehidrasi jika tidak mendapatkan cukup ASI atau susu formula.

    Bila ini terjadi, sebaiknya Anda penuhi kebutuhan cairan bayi dengan terus menyusuinya.

    Adapun bayi yang mengalami dehidrasi biasanya memiliki tanda-tanda berikut.

    4. Kekurangan nutrisi

    Terkadang, bibir bayi kering bisa menjadi tanda kekurangan vitamin A.

    Padahal, vitamin A merupakan salah satu vitamin untuk bayi yang penting karena berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal.

    Adapun asupan vitamin A untuk bayi berasal dari ASI yang ibu berikan melalui proses menyusui.

    Oleh karena itu, ibu menyusui perlu meningkatkan asupan vitamin A melalui ragam makanan.

    5. Penyakit kawasaki

    Pada kondisi yang serius, bibir kering juga bisa menjadi tanda dari penyakit kawasaki, yaitu kondisi yang menyebabkan peradangan di pembuluh darah.

    Umumnya, penyakit ini menimbulkan demam pada bayi yang bisa mencapai 39 derajat Celsius serta diikuti dengan ruam dan bengkak di telapak kaki dan tangan.

    Jika ini terjadi, sebaiknya segera bawa Anda ke dokter untuk segera mendapat penanganan.

    Bagaimana mengatasi bibir kering dan pecah-pecah pada bayi?

    cara menggendong bayi

    Meski sebagian besar wajar, Anda harus tetap mengatasi bibir pecah-pecah pada bayi.

    Pasalnya, bibir dengan kondisi itu bisa berdampak buruk saat bayi sedang menggerakan bibirnya.

    Air liur yang keluar dari mulut bisa menyebabkan iritasi pada bibir bayi yang pecah-pecah. Bahkan terkadang, luka juga bisa timbul pada bibir bayi karena gesekan dengan kulit ibu saat menyusui.

    Untuk mengatasi bibir kering pada bayi, termasuk bayi baru lahir, berikut adalah beberapa cara alami yang bisa Anda terapkan.

    1. ASI

    Anda bisa mengoleskan ASI dengan jari Anda ke bibir bayi.

    Manfaat ASI tidak hanya dapat memberikan kelembapan ke bibir bayi, tetapi juga mencegah infeksi pada bibir bayi yang pecah-pecah.

    2. Petroleum jelly

    Anda juga bisa mengoleskan pelembab yang mengandung petroleum jelly pada bibir bayi.

    Meski terbilang aman, Anda perlu berhati-hati menggunakan pelembab ini. Bila perlu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apakah bayi Anda memerlukan pelembab bibir ini.

    3. Minyak kelapa

    Minyak kelapa juga diyakini bisa membantu mengatasi bibir bayi yang kering dan pecah-pecah. Pasalnya, minyak kelapa mengandung asam laurat yang bisa membantu melembapkan kulit kering.

    Selain cara-cara alami ini, Anda pun perlu mengatasi kondisi medis yang mungkin menjadi penyebab bibir pecah-pecah pada bayi.

    Konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.

    Cara mencegah bibir kering pada bayi

    Selain mengobati, Anda tentu perlu mencegah agar bibir bayi tidak terus kering. Hal penting yang harus Anda lakukan adalah memastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup.

    Perhatikan seberapa banyak dan seberapa sering bayi menyusu. Bila cuaca sedang panas, dingin, atau berangin, Anda bisa menyusui bayi Anda lebih sering dari jadwal menyusui biasa.

    Selain itu, Anda juga perlu menjaga kelembapan ruangan. Pastikan suhu di dalam rumah tidak terlalu kering dan panas sehingga kelembapan kulit dan bibir bayi pun terjaga.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    How to Treat and Prevent Chapped Lips. Nationwidechildrens.org. (2021). Retrieved 6 September 2021, from https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/700childrens/2019/12/chapped-lips.

    Baby Petroleum Jelly. Dailymed.nlm.nih.gov. (2021). Retrieved 6 September 2021, from https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/fda/fdaDrugXsl.cfm?setid=63d65efb-55a3-4460-beca-6250214487c9&type=display.

    7 dermatologists’ tips for healing dry, chapped lips. Aad.org. (2021). Retrieved 6 September 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-basics/dry/heal-dry-chapped-lips.

    Blister (Child). Fairview.org. (2021). Retrieved 6 September 2021, from https://www.fairview.org/patient-education/511627EN.

    Dehydration in Children: Signs, Treatments. Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 6 September 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/8276-dehydration-and-your-child.

    Cracked or Dry Skin. Seattle Children’s Hospital. (2021). Retrieved 6 September 2021, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/cracked-or-dry-skin/.

    Getting to know your newborn. nhs.uk. (2021). Retrieved 6 September 2021, from https://www.nhs.uk/pregnancy/labour-and-birth/after-the-birth/getting-to-know-your-newborn/.

    Vitamin A deficiency | DermNet NZ. Dermnetnz.org. (2021). Retrieved 6 September 2021, from https://dermnetnz.org/topics/vitamin-a-deficiency/.

    Kawasaki disease – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 6 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kawasaki-disease/symptoms-causes/syc-20354598.

    Breastmilk: A Critical Source of Vitamin A for Infants and Young Children – Rehydration Project. Rehydrate.org. (2021). Retrieved 6 September 2021, from https://rehydrate.org/breastfeed/facts-breastmilk.htm.

    Coconut Oil. The Nutrition Source. (2021). Retrieved 6 September 2021, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/food-features/coconut-oil/.

    Witkowska-Zimny, M., Kamińska-El-Hassan, E., & Wróbel, E. (2019). Milk Therapy: Unexpected Uses for Human Breast Milk. Nutrients11(5), 944. https://doi.org/10.3390/nu11050944.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui Sep 14, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita