Atasi Sesak Napas pada Bayi dengan Cara-Cara Berikut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/11/2019 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Bayi lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan dibanding orang dewasa. Salah satunya adalah kondisi sesak napas yang sering kali membuat orangtua khawatir. Namun, Anda tidak perlu panik karena terdapat beberapa tips mudah untuk mengatasi kondisi sesak napas pada bayi.

Penyebab sesak napas pada bayi

Sebelum mengetahui cara mengatasi sesak napas pada bayi, Anda harus terlebih dulu mengetahui apa yang menyebabkan kondisi ini pada bayi Anda.

Pada umumnya, bayi memang memiliki bentuk dan suara pernapasan yang berbeda dengan orang dewasa. Hal ini disebabkan karena struktur organ pernapasan bayi yang masih belum sempurna.

Bayi memiliki saluran pernapasan yang cenderung lebih kecil dan sempit, sehingga penyumbatan lebih mudah terjadi. Selain itu, bagian dalam dada bayi masih bertekstur lunak karena terdiri atas tulang-tulang rawan.

Hal-hal tersebut menyebabkan pernapasan bayi mungkin terdengar lebih cepat, mengambil jeda waktu lebih lama di antara tiap napas, dan disertai dengan bunyi-bunyian yang tidak wajar.

Dilansir dari Healthline, bayi baru lahir biasanya bernapas sebanyak 30-60 tarikan per menit. Ketika memasuki usia 6 bulan, jumlah tersebut menurun menjadi 25-40 kali per menit. Sementara itu, orang dewasa bernapas sebanyak 12-20 kali per menit.

Namun, apabila bayi menunjukkan tanda-tanda pernapasan yang tidak wajar, seperti terlalu cepat atau terlalu lambat, orangtua perlu mewaspadai kondisi tersebut.

Berikut adalah beberapa jenis gangguan pernapasan pada bayi beserta penyebabnya:

1. Takipnea transien

Jika terdapat keanehan atau sesak napas pada bayi, umumnya hal tersebut disebabkan oleh kondisi yang dinamakan dengan takipnea transien.

Kondisi ini disebabkan oleh adanya sisa cairan di dalam paru-paru. Ketika bayi masih berada di dalam kandungan, paru-paru bayi memang terisi oleh cairan. Pada kondisi yang normal, cairan tersebut akan habis terserap melalui sistem limfatik dan pembuluh darah ketika bayi lahir.

Kondisi ini biasanya hanya terjadi untuk sementara waktu dan akan menghilang seiring dengan pertumbuhan bayi.

2. Croup

Croup adalah jenis infeksi virus yang menyebabkan peradangan di trakea dan laring bayi. Kondisi ini juga dapat mengakibatkan sesak napas pada bayi.

3. Wheezing (mengi)

Wheezing atau mengi ditandai dengan bunyi seperti siulan saat bayi menarik napas. Kondisi ini biasanya diakibatkan oleh penyakit lain, seperti pneumonia, asma, atau adanya alergi.

4. Stridor

Mirip dengan mengi, stridor menyebabkan sesak napas pada bayi diikuti dengan suara tinggi. Penyebab paling umum dari stridor adalah laringomalasia, yaitu penyempitan pada saluran pernapasan.

Cara mengatasi sesak napas pada bayi

Saat bayi Anda sesak napas, jangan panik dan usahakan tetap tenang agar Anda bisa mengatasi kondisi ini sebagai pertolongan pertama. Beberapa tips yang bisa Anda lakukan, antara lain:

1. Selalu baringkan tubuh bayi

Cara pertama untuk mengatasi sesak napas pada bayi adalah dengan memperhatikan posisi tubuhnya.

Usahakan untuk menghindari posisi tengkurap ketika bayi tidur. Hal ini penting untuk mencegah risiko sindrom kematian bayi mendadak.

Meskipun alasan pastinya belum diketahui, posisi tengkurap diyakini memperburuk kondisi sesak napas pada bayi karena dapat menyumbat saluran pernapasan atas, menyebabkan penumpukan karbon dioksida, serta penurunan kadar oksigen.

2. Ganti pakaian bayi

Terkadang, sesak napas yang terjadi pada bayi dapat disebabkan oleh kenaikan suhu tubuh dan bayi merasa kepanasan.

Maka dari itu, cobalah untuk mengganti baju bayi Anda dengan bahan yang lebih nyaman dan mempermudah sirkulasi udaranya.

3. Jauhkan bayi dari pemicu alergi

Apabila sesak napas berkaitan dengan kondisi alergi, segera hindarkan bayi dari hal-hal yang dapat memicu alergi, seperti debu, asap, atau makanan tertentu untuk mengatasi kondisi ini.

Selalu jaga kebersihan rumah dari debu dan kotoran, terutama pada barang-barang yang mudah berdebu seperti karpet, sofa, dan boneka. Akan lebih baik apabila Anda memasang air purifier untuk meningkatkan kualitas udara di rumah.

4. Jangan paksa bayi untuk minum

Mungkin terlintas di pikiran Anda untuk memberi minum pada bayi yang sedang mengalami sesak napas demi mengatasi kondisi ini.

Namun, ketika pernapasannya bermasalah, memberikan minum justru berisiko mengakibatkan cairan masuk ke dalam saluran pernapasan atau paru-paru. Kondisi ini dapat memperburuk sesak napas yang dialami oleh bayi, bahkan berpotensi menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya.

Apabila Anda tidak yakin dengan penyebab bayi mengalami sesak napas ataupun cara mengatasinya, segeralah menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . 5 menit baca

3 Aktivitas Seru dan Menyenangkan untuk Si Kecil yang Gagap

Orangtua bisa mendorong kemampuan berbicara anak yang gagap lewat aktivitas menyenangkan. Apa saja aktivitas yang cocok untuk anak gagap? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 07/06/2020 . 4 menit baca

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . 4 menit baca

Omphalocele

Omphalocele atau omfalokel adalah kondisi cacat lahir pada bayi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 07/05/2020 . 1 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 7 menit baca
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 menit baca