Panduan Membersihkan Area Intim Bayi Perempuan dan Laki-Laki

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/02/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Kulit di sekitar organ intim bayi sangat sensitif. Permukaan alat kelaminnya pun sangat halus sehingga Anda tidak bisa sembarangan saat membersihkannya. Jika terlalu sering membersihkan atau menyeka area organ intim bayi, hal ini berisiko mengiritasi kulit bayi. Sementara bila jarang dibersihkan, tentu dapat mengundang penyakit yang tidak diinginkan. Lantas, bagaimana cara membersihkan organ intim pada bayi laki-laki dan bayi perempuan? Simak tipsnya berikut ini.

Cara membersihkan organ intim bayi laki-laki

Tiap kali mengganti popok dan memandikan bayi, usap bagian penis dan skrotum bayi secara perlahan untuk membersihkan kotoran yang menempel. Anda bisa menggunakan kain lembut yang bersih atau kapas yang dicelupkan ke air. Atau gunakan air yang dicampur dengan sabun khusus atau tisu bayi yang bebas pewangi dan alkohol.

Untuk membersihkan area organ intim bayi laki-laki sebenarnya tidak memerlukan persiapan khusus. Kepala penis bayi laki-laki memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri sampai batas tertentu. Jadi, tak perlu menarik kulit kulupnya saat dibersihkan. Pasalnya, hal ini dapat berisiko merobek kulit kulup dan melukai bayi. 

Saat masih bayi, kulup penis secara alami menempel pada kepala penis sehingga hal ini tergolong normal. Kulup bayi yang tidak disunat ini baru akan terpisah dari kepala penis saat bayi menginjak usia dua sampai tiga tahun. Jadi, Anda tidak perlu repot-repot untuk menarik kulupnya agar tidak menimbulkan bahaya pada bayi.

Jika bayi Anda sudah disunat, itu artinya kulit kulup penis yang menjadi tempat berkumpulnya kotoran sudah diangkat atau dibersihkan. Anda pun lebih mudah dan menghemat waktu saat membersihkan organ vital bayi. Cukup dengan membasuhkan air secara perlahan, terutama pada beberapa hari pertama setelah sunat.

Tidak perlu terburu-buru untuk memakaikan popok baru. Justru akan lebih baik jika Anda membiarkan penis bayi laki-laki Anda mendapatkan udara sebanyak mungkin untuk mempercepat proses penyembuhan. Bila luka bekas sunat sudah sembuh dan Anda ingin memakaikan popok, arahkan penisnya ke bawah untuk melindungi organ vitalnya dari gesekan.

popok bayi

Cara membersihkan organ intim bayi perempuan

Saat mengganti popok dan memandikan bayi, bersihkan organ vital bayi perempuan Anda selalu dari depan ke belakang untuk membersihkan kotoran yang menempel. Anda bisa menggunakan kain lembut yang bersih atau kapas yang dicelupkan ke air. Atau gunakan air yang dicampur dengan sabun khusus atau tisu bayi yang bebas pewangi dan alkohol.

Anda boleh menggunakan tisu bayi yang bebas pewangi maupun alkohol untuk menjaga kulit alami bayi. Ingat, cara membersihkannya selalu dari depan ke belakang. Hal ini bertujuan agar bakteri dari anus tidak masuk ke dalam vagina sehingga bayi Anda terhindar risiko terkena infeksi saluran kemih.

Vagina bayi perempuan sebenarnya memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Akan tetapi, bila usai menggunakan popok Anda melihat ada kotoran yang masuk ke dalam labia (bibir vagina) bayi, lakukan hal-hal berikut ini:

  • Segera cuci tangan, pastikan jari tangan Anda dalam kondisi yang bersih.
  • Pisahkan labia bayi secara perlahan, ambil kain lembut yang bersih.
  • Bersihkan bagian labia bayi dengan kain secara perlahan, usapkan dari atas ke bawah atau depan ke belakang dan sepanjang lipatan pada organ vital bayi.
  • Bersihkan masing-masing sisi labia hingga tidak menyisakan kotoran. Pastikan organ intim bayi benar-benar bersih.

Pada beberapa minggu pertama setelah lahir, area vagina bayi mungkin membengkak dan merah. Jangan cemas, hal ini normal terjadi akibat pengaruh hormon ibu saat berada di dalam rahim. Namun, bila hal ini terus terjadi selama enam minggu pertama, segera periksakan bayi Anda ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . 4 menit baca

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . 4 menit baca

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . 8 menit baca

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah ruam popok

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
masalah kulit pada bayi

Ibu, Ini 9 Penyakit Kulit yang Paling Umum Dialami Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 8 menit baca

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 7 menit baca