Bolehkah Ibu Makan Seafood Selama Masa Menyusui?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin sudah sering dengar bahwa ibu menyusui yang makan ikan atau seafood bisa membuat ASI-nya menjadi amis. Tentu saja hal ini tidak benar. Jadi, jangan sampai anggapan seperti itu membuat Anda justru menghindari makan ikan atau seafood. Padahal, makan ikan atau seafood saat menyusui sebenarnya justru bermanfaat bagi ibu dan bayi, loh. Ingin tahu manfaatnya apa saja? Simak ini.

Manfaat makan seafood saat menyusui

Mitos bahwa makan seafood saat menyusui bikin ASI bau amis sudah tak perlu lagi Anda percaya. Malah, sains dan ilmu kedokteran membuktikan bahwa dengan membatasi atau bahkan menghindari konsumsi makanan tertentu selama kehamilan dan menyusui, termasuk ikan maupun seafood saat hamil dan menyusui, dapat menyebabkan anak kekurangan nutrisi penting yang diperlukan untuk tumbuh kembangnya. Demikian yang dikatakan Dr. Stephen Ostroff, kepala ilmuwan FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat, dikutip dari WebMD.

Di dalam ikan dan seafood terkandung banyak nutrisi penting untuk bayi, misalnya saja protein, kalsium, dan asam lemak omega-3. Protein diperlukan untuk membangun dan memperbaiki sel-sel tubuh. Kalsium (terutama ada di ikan teri) diperlukan untuk membantu perkembangan tulang anak. Sedangkan, asam lemak omega-3 diperlukan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Selain itu, juga untuk melindungi kesehatan jantung anak.

Tak hanya itu, ikan dan seafood juga termasuk rendah lemak, berbeda dengan daging yang umumnya mengandung lebih banyak lemak. Sehingga, ikan atau seafood bisa menjadi sumber protein yang baik untuk Anda, tanpa harus mengkhawatirkan asupan lemak berlebih.

Rekomendasi konsumsi seafood saat menyusui

Ibu hamil dan menyusui disarankan agar meningkatkan konsumsi ikan atau seafood mingguan, setidaknya 8-12 ons ikan per minggu. Ini setara dengan dua sampai tiga porsi ikan atau seafood setiap minggu. Konsumsilah berbagai jenis ikan dan seafood sehingga Anda bisa mendapatkan manfaat gizi yang lebih tinggi.

Tapi jangan sembarangan konsumsi ikan

Walaupun memang ikan sangat bermanfaat bagi ibu hamil dan menyusui, namun jangan sembarangan dalam mengonsumsi ikan dan seafood. Mengapa? Hal ini karena beberapa ikan dan kerang mengandung tinggi merkuri. Kandungan merkuri yang tinggi dalam tubuh dapat mengganggu perkembangan sistem saraf anak.

Risiko dari merkuri yang ada di ikan dan kerang tergantung dari jumlah ikan dan kerang yang Anda makan serta kadar merkuri pada ikan dan kerang tersebut. Beberapa ikan dengan kandungan merkuri tinggi adalah ikan hiu, ikan todak, ikan king mackerel, dan tilefish. Nah, ikan-ikan jenis inilah yang harus Anda hindari konsumsinya. Tampaknya, ini bukan masalah karena memang bukan ikan yang biasa Anda makan.

Sementara, ikan dengan kandungan merkuri rendah, seperti ikan salmon, tuna, tilapia, serta ikan cod. Anda masih boleh mengonsumsi jenis ikan tersebut. Tidak perlu khawatir karena kandungan merkurinya rendah.

Bagaimana dengan konsumsi ikan mentah seperti sushi? Ibu hamil tidak disarankan untuk mengonsumsi ikan mentah karena takut masih ada bakteri pada ikan yang bisa menyebabkan infeksi. Namun, hal ini berbeda dengan ibu menyusui. Ibu menyusui diperbolehkan mengonsumsi ikan mentah seperti sushi. Hal ini karena risiko infeksi bakteri dari ikan mentah tidak akan membahayakan bayi. Mengapa? Karena bayi tidak lagi terhubung dengan tali pusar, seperti saat masih dalam kandungan.

Namun demikian, sebaiknya Anda juga tetap memperhatikan kebersihan ikan mentah yang Anda makan. Tentu, Anda sendiri juga tidak mau terkena infeksi bakteri karena ikan mentah, bukan?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Si Kecil Boleh Makan Sushi?

Ikan sangat menyehatkan untuk anak. Ia bisa menikmati ikan dalam berbagai sajian, salah satunya sushi. Namun, usia berapa anak boleh makan sushi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 21/10/2019 . Waktu baca 4 menit

4 Vitamin yang Penting untuk Dipenuhi oleh Ibu Menyusui

Dari beragam asupan zat gizi, vitamin masuk ke dalam salah satu daftar yang tidak boleh terlewatkan untuk ibu menyusui. Apa saja jenis vitamin itu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 15/10/2019 . Waktu baca 7 menit

Pentingnya Kalsium untuk Ibu Menyusui, Beserta Kebutuhannya Setiap Hari

Sama seperti masa kehamilan, selama menyusui pun ibu tetap disarankan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi harian, termasuk kalsium. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 15/10/2019 . Waktu baca 7 menit

Intip 5 Tips Membuat Sushi yang Sehat dan Lezat

Sushi memang lezat dan menyehatkan bila disajikan dengan cara yang benar. Lantas, bagaimana tips membuat sushi yang sehat dan lezat? Berikut tipsnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/10/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

scallop adalah

Berkenalan dengan Scallop (Kerang Kampak), Kerang Laut Mewah yang Padat Nutrisi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 4 menit
resep ikan teri sehat

Resep Ikan Teri yang Sehat dan Mudah Dibuat

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020 . Waktu baca 4 menit
menyusui saat liburan

5 Tips Bagi Ibu Menyusui Agar Liburan Tetap Asyik dan Nyaman

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30/12/2019 . Waktu baca 4 menit
makanan darat dan laut

Benarkah Makanan Darat dan Laut Tidak Boleh Dimakan Bersamaan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/11/2019 . Waktu baca 4 menit