Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Tahapan Perkembangan Makan Bayi Sesuai Usia Tumbuh Kembangnya

8 Tahapan Perkembangan Makan Bayi Sesuai Usia Tumbuh Kembangnya

ASI adalah sumber makanan utama bayi dari semenjak ia lahir sampai paling tidak 2 tahun pertama kehidupannya. Seiring tumbuh kembangnya, Anda juga perlu mulai memberikan makanan pendamping ASI untuk memastikan kebutuhan gizi bayi tetap terpenuhi. Namun, perkenalan makanan butuh waktu dan cara yang tepat. Maka itu, pastikan Anda memahami tahapan makan bayi sesuai tahap perkembangannya.

Perkembangan tahapan makan bayi

Setelah ASI, tahapan makan bayi selanjutnya adalah makanan pendamping ASI (MPASI). Tahapan makan bayi ini akan terus berkembang hingga ia pada akhirnya bisa makan sendiri.

Berikut tahapan perkembangan kebiasaan makan bayi seiring perkembangan usianya:

Tahapan makan bayi 1: Mulai MPASI di usia 6 bulan

Bayi sudah boleh dikenalkan dengan makanan padat pertama di usia enam bulan alias selepas ASI ekslusif. Di usia ini, refleks anak untuk menjulurkan lidahnya untuk mengisap payudara atau dot botol susu akan mulai hilang.

Bayi berusia sekitar enam bulan kini sudah bisa mengangkat dan menopang kepalanya sendiri karena lehernya sudah mulai kuat.

Tahapan makan bayi 2: Beralih dari susu ke makanan bertekstur

Setelah anak mulai terbiasa dengan makanan pengganti ASI atau susu formula, lanjutkan pemberiannya untuk membiarkan bayi terbiasa dengan makanan padat.

Setelah beberapa minggu, Anda bisa mulai memberikan asupan makanan yang lebih bertekstur. Kenalkan tekstur baru pada anak perlahan-lahan. Anda bisa mulai dengan memberi bayi pisang atau alpukat tumbuk.

Anda bisa memberikan makan kepada bayi dengan tahapan mulai dari bubur lembut (tahap pertama), ke bubur kental (tahap kedua), sampai bubur bergumpal (tahap ketiga).

Makanan bertekstur ini tetap bisa dilumat walaupun gigi bayi belum tumbuh sempurna.

makanan penyebab sembelit pada bayi

Tahapan makan bayi 3: Anak mulai duduk di kursi makan

Tahapan makan selanjutnya adalah ketika bayi sudah mulai belajar duduk di kursi makan (high chair). Memang, kemungkinan anak untuk jatuh atau keluar sangat kecil.

Namun, jangan lupa untuk tetap memerhatikan aturan keselamatan anak dengan selalu kenakan sabuk pengaman setiap kali anak ditempatkan di atas kursi makan.

Tidak ada salahnya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan karena kecelakaan mungkin saja terjadi ketika orangtua lengah.

Tahapan makan bayi 4: Anak mulai menggenggam makanan

Umumnya bayi yang berusia sekitar 9-11 bulan sudah mampu menggunakan tangan mereka untuk berusaha mengambil makanan yang dipegang orang tuanya.

Tahapan makan ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa bayi sudah siap untuk makanan yang bisa digenggam (finger food).

Hanya saja, sebelum mahir makan makanan seukuran jari, bayi biasanya akan diberikan makanan yang dicincang halus (minced) dan dicincang kasar (chopped), menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDAI).

Di usia ini, frekuensi makan utama bayi sekitar 3-4 kali sehari dengan makanan selingan atau camilan berkisar 1-2 kali.

Makanan yang dipilih untuk bayi dalam fase makan ini tentunya harus tetap sehat, bergizi, dan bertekstur lembut.

Ambil contohnya, pasta dipotong dalam bentuk dadu, potongan-potongan kecil sayuran matang seperti wortel, kacang panjang, buncis atau ayam dan daging lembut sesuai bentuk genggaman tangannya.

Tahapan makan bayi 5: Ketika anak mulai menggunakan sendok

Sesaat setelah bayi sudah bisa menggenggam makanannya, Anda sudah boleh mencoba memberinya sendok. Jangan heran apabila mereka malah memainkannya atau bahkan memasukkan sendok ke dalam mulut karena ini wajar terjadi.

Kebanyakan bayi belum bisa menggunakan sendok secara efektif sampai berusia 12 bulan. Namun, tidak ada salahnya bagi ibu untuk melatih tahapan makan bayi sembari mengajarkannya menggunakan sendok di usia ini.

Ketika mengajarkan anak makan sendiri menggunakan sendok, mulailah dengan makanan lengket seperti yoghurt, kentang tumbuk, atau keju yang lembut.

Anda bisa memberikan sedikit krim keju di atas sendok kemudian taruh potongan sereal berbentuk O di atasnya. Krim keju akan membuat sereal tetap menempel pada sendok sehingga bayi bisa makan sereal dari sendoknya sendiri.

Untuk mengantisipasi kotor dari makanan bayi yang tumpah, gunakan celemek bayi yang tahan air dan taruh alas di bawah kursi makan agar lebih mudah dibersihkan.

makanan bayi 8 bulan

Tahap makan bayi 6: Mulai mencoba makanan pemicu alergi

Biasanya, Anda dianjurkan untuk menunggu sampai anak berusia 12 bulan sebelum mencoba makanan yang bisa memicu alergi, seperti telur atau ikan.

Namun nyatanya, menunggu bayi sampai melewati usia tertentu tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hal ini bisa jadi pengecualian jika orangtua memang memiliki riwayat alergi makanan atau ada dugaan bayi mengidap alergi tertentu.

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa makanan pemicu alergi yang diberikan pada anak di bawah usia 12 bulan membuat mereka lebih rentan terkena alergi.

Mengenalkan makanan yang bisa memicu alergi sebagai tahapan makan pada bayi sebelum usia 12 bulan sebenarnya sah-sah saja.

Akan tetapi, banyak dokter sepakat bahwa orangtua harus sangat berhati-hati dalam memberi kerang dan kacang. Pasalnya, reaksi alergi yang ditimbulkan dari makanan ini bisa sangat berbahaya bagi anak.

Tahap makan bayi 7: Bayi bisa minum sendiri dengan lancar

Selama enam bulan pertamanya, bayi tidak membutuhkan asupan air tambahan karena semua air yang mereka butuhkan terdapat di dalam ASI atau susu formula.

Pemberian air pada bayi di bawah usia enam bulan justru dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi untuk tumbuh kembangnya.

Setelah usianya di atas enam bulan, tentu tidak masalah untuk memberikan bayi air putih maupun ASI di dalam botol dot selagi mengajarkannya minum sendiri.

Begitu bayi berusia 9 bulan, biasanya ia dapat mulai minum dengan menggunakan dot maupun sippy cup atau gelas anti tumpah.

Tahap makan bayi 8: Anak sudah bisa makan sendiri

Menguasai alat makan merupakan salah satu tahapan makan bayi dengan proses yang panjang. Kebanyakan bayi belum bisa menggunakan sendok secara efektif sampai berusia 12 bulan.

Dorong bayi untuk tetap berlatih dengan aman. Jangan khawatir akan berantakan hingga mengotori bajunya karena ini adalah hal yang wajar.

Ketika usia bayi sudah di atas 12 bulan, badan kesehatan dunia atau WHO menjabarkan bahwa frekuensi makan bayi bisa mencapai 3-4 kali sehari.

Sementara waktu makan selingan atau camilan umumnya sekitar 1-2 kali sehari atau sesuai dengan nafsu makan bayi.

Selamat menyaksikan tumbuh kembang bayi Anda dengan bahagia dan penuh kasih, ya!

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 05/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x