home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Lidah Bisa Merasakan Cita Rasa Makanan, Baik Asin Maupun Manis?

Bagaimana Lidah Bisa Merasakan Cita Rasa Makanan, Baik Asin Maupun Manis?

Lidah sebagai indera pengecap memiliki fungsi untuk mengenali rasa makanan, mulai dari rasa manis, asin, asam, dan lainnya. Rasa makanan yang enak bisa membuat Anda makan dengan lahap. Tahukah Anda mengapa lidah dapat merasakan cita rasa makanan? Lalu, bagaimana mekanisme kerja lidah untuk melakukan hal ini? Yuk, cari tahu selengkapnya berikut ini.

Mengapa lidah dapat merasakan cita rasa makanan?

bentuk lidah

Terdapat empat rasa dasar yang bisa lidah Anda rasakan, yakni manis, asam, pahit, dan asin. Selain itu, ada juga rasa tambahan lain yang bisa manusia rasakan menurut penelitian baru-baru ini, yaitu rasa umami.

Berbagai rasa tersebut bisa Anda rasakan berkat adanya reseptor kecil yang terdapat pada kuncung pengecap (taste buds). Reseptor ini berada pada hampir seluruh bagian rongga mulut, terutama lidah, langit-langit mulut, dan belakang kerongkongan.

Rata-rata orang dewasa mempunyai 10.000 kuncup pengecap yang dapat memperbaharui diri setiap dua minggu. Tetapi, sel-sel dalam kuncup pengecap tersebut mungkin tidak akan memperbaharui diri seiring bertambahnya usia seseorang.

Orang yang sudah tua atau lansia hanya mempunyai kurang lebih 5.000 kuncup pengecap yang bekerja. Inilah sebabnya mengapa lansia mungkin kurang bisa merasakan rasa makanan sebaik orang yang masih muda.

Selain dari faktor usia, perokok juga mungkin lebih buruk dalam hal merasakan makanan. Hal ini karena kebiasaan merokok dapat mengurangi jumlah kuncup pengecap.

Anda tidak bisa melihat kuncup pengecap ini dengan mata telanjang. Warna putih atau merah muda kecil pada permukaan lidah Anda sebenarnya merupakan papila, bukan kuncup pengecap. Papila yang memiliki bentuk seperti tonjolan-tonjolan kecil pada permukaan lidah inilah yang terdiri dari rata-rata enam kuncup pengecap.

Benarkah lidah memiliki bagian perasa tertentu?

peta rasa lidah

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan ilustrasi lidah di atas, kan? Peta lidah umumnya bertujuan untuk menggambarkan bagian lidah tertentu yang lebih sensitif terhadap empat rasa dasar, yakni rasa manis pada ujung lidah, rasa asin dan asam pada pinggir lidah, serta rasa pahit pada pangkal lidah.

Sayangnya, Steven D. Munger, direktur Center for Smell and Taste, University of Florida seperti dikutip dari The Conversation menjelaskan bahwa kemampuan lidah mengenali rasa tidak terbatas hanya pada bagian lidah tertentu saja. Reseptor rasa pada kuncup pengecap ini tersebar pada seluruh penjuru lidah dan rongga mulut.

Semua jenis reseptor rasa dapat ditemukan pada seluruh bagian lidah. Artinya, bagian lidah manapun bisa merasakan manis, asin, asam, dan pahit. Hanya saja, ujung dan pinggir lidah yang lebih banyak memiliki kuncup pengecap, mungkin saja lebih sensitif terhadap rasa.

Bagaimana cara kerja lidah untuk mengenali rasa?

Lidah bisa mengenali rasa karena adanya bagian bernama kuncup pengecap. Masing-masing kuncup pengecap ini memiliki rambut mikroskopis yang sangat sensitif bernama mikrovili. Mikrovili juga terdiri saraf-saraf sensorik yang dapat membawa pesan ke otak mengenai rasa makanan yang Anda rasakan, baik itu rasa asin, manis, asam, atau pahit.

Lidah tidak bekerja sendirian dalam mengenali rasa makanan. Lidah bersama dengan hidung yang membantunya dalam merasakan rasa makanan. Lalu, bagaimana caranya?

Pada bagian paling atas hidung terdapat reseptor penciuman yang mengandung sel-sel khusus untuk membantu Anda dalam mencium makanan. Saat Anda mengunyah, senyawa kimia dari makanan akan terlepas sampai ke hidung Anda.

Senyawa kimia dari makanan ini selanjutnya akan memicu reseptor penciuman dalam hidung yang bekerja sama dengan kuncup pengecap dalam mengirimkan informasi rasa makanan ke otak. Otak kemudian akan menerjemahkan informasi yang diterimanya ke dalam rasa manis, asin, pahit, atau asam.

Mekanisme kerja lidah tersebut sekaligus menjelaskan alasan kenapa saat pilek dan hidung tersumbat, Anda mungkin kurang bisa merasakan rasa makanan dengan baik. Setiap makanan yang Anda makan mungkin terasa agak hambar saat dalam kondisi sakit. Hal inilah yang kemudian dapat menurunkan nafsu makan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Are Taste Buds? (for Kids) – Nemours KidsHealth. Kidshealth.org. Retrieved 3 March 2017, from https://kidshealth.org/en/kids/taste-buds.html

Lewis, T. (2013). That’s Too Salty! How the Tongue Knows. NBC News. Retrieved 3 March 2017, from https://www.nbcnews.com/id/wbna50798600

Robinson, J. (2016). 10 Fun Facts About Your Tongue and Taste Buds. OnHealth. Retrieved 3 March 2017, from https://www.onhealth.com/content/1/tongue_facts

Munger, S. (2015). That neat and tidy map of tastes on the tongue you learned in school is all wrong. The Conversation. Retrieved 29 April 2021, from https://theconversation.com/that-neat-and-tidy-map-of-tastes-on-the-tongue-you-learned-in-school-is-all-wrong-44217?xid=PS_smithsonian

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala pada 07/03/2017
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x