home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak yang Tidak Bisa Diulang

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak yang Tidak Bisa Diulang

Pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya menggalakan program 1000 hari pertama kehidupan. 1000 hari ini dihitung dari sejak masa kehamilan (270 hari) sampai dengan anak usia 2 tahun (730 hari). Mengapa fase ini penting? Hal ini karena 1000 hari pertama kehidupan dapat menentukan perkembangan dan pertumbuhan anak selanjutnya dan yang terjadi pada fase ini tidak dapat diulang.

Perkembangan penting otak anak terjadi pada 1000 hari pertama

Dari kehamilan sampai anak usia 2 tahun adalah periode kritis. Banyak terjadi pertumbuhan dan perkembangan pada fase ini, terutama adalah perkembangan otak. Perlu diketahui, bayi yang baru lahir sudah mempunyai sekitar 100 miliar sel otak dan sel-sel otak ini terus berkembang dengan sangat pesat di awal-awal kehidupan bayi.

Dalam 1000 hari pertama kehidupan seorang anak, lebih dari 1 juta koneksi saraf baru pada otak anak pun terbentuk setiap detik. Jalur sensorik, seperti penglihatan dan pendengaran, merupakan hal pertama yang berkembang di otak. Kemudian, diikuti dengan perkembangan kemampuan bahasa dan fungsi kognitif.

Namun, lingkungan yang tidak mendukung di awal kehidupan ini pun dapat mengganggu perkembangan otak bayi. Gangguan ini dapat bersifat permanen atau seumur hidup. Ketidakcukupan nutrisi yang terjadi selama dua tahun pertama kehidupan dapat menyebabkan kemampuan kognitif seseorang lebih rendah.

Tak hanya itu, hal ini juga dapat memengaruhi kekebalan tubuh dan perkembangan penyakit degeneratif (seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, hipertensi, dan stroke) di fase kehidupan selanjutnya, seperti dilansir dari UNICEF.

Faktor lingkungan, seperti kecukupan nutrisi serta stimulasi untuk perkembangan otak anak, merupakan hal penting yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Lingkungan tidak hanya memengaruhi seberapa banyak sel otak yang terbentuk dan seberapa banyak koneksi yang terbentuk di antaranya, tapi juga memengaruhi bagaimana koneksi pada otak terhubung.

Tinggi badan anak bertambah dengan cepat pada fase ini

Tak hanya perkembangan otak, perkembangan fisik anak pun melaju dengan cepat pada periode ini. Bisa Anda bandingkan sendiri, berapa sentimeter tinggi badan anak Anda yang sudah bertambah dari lahir sampai usia 2 tahun. Ternyata sampai anak usia 2 tahun, kenaikan tinggi badan anak bisa mencapai 75% dari tinggi badannya saat lahir.

Namun, faktor lingkungan yang tidak mendukung pun dapat menyebabkan kenaikan tinggi badan anak tidak berjalan optimal. Tinggi badan anak mungkin lebih pendek dibandingkan anak lainnya pada usia yang sama yang mendapatkan nutrisi lebih baik.

Di lain sisi, Anda mungkin tidak perlu khawatir dengan keterlambatan pertumbuhan tinggi badan anak ini. Hal ini karena tinggi badan mungkin bisa dikejar oleh anak di lain waktu, saat faktor lingkungan diperbaiki, yaitu saat anak diberi nutrisi yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

Namun perlu digarisbawahi, walaupun tinggi badan anak bisa dikejar di lain waktu saat lingkungan anak mendukung, akan tetapi kerugian yang timbul terkait fungsi kognitif, kemampuan belajar, dan berperilaku akibat kekurangan gizi sampai usia 2 tahun tidak dapat diperbaiki.

Kerugian akibat kekurangan gizi yang memengaruhi perkembangan otak anak di awal kehidupannya bisa bersifat permanen. Oleh karena itu, sebaiknya sediakan lingkungan yang baik. Penuhi kebutuhan gizi anak- terutama di 1000 hari pertama kehidupan anak Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

UNICEF. Early Childhood Development: The Key to a Full and Productive Life. [online] Available at: https://www.unicef.org/dprk/ecd.pdf [Accessed 15 Nov. 2017].

Center on the Developing Child at Harvard University. InBrief: The Science of Early Childhood Development. [online] Available at: https://developingchild.harvard.edu/resources/inbrief-science-of-ecd/ [Accessed 15 Nov. 2017].

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Penuhi Kebutuhan Gizi Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. [online] Available at: http://www.depkes.go.id/pdf.php?id=2014 [Accessed 15 Nov. 2017].

Foto Penulis
Ditinjau oleh Arinda Veratamala, S.Gz
Ditulis oleh Arinda Veratamala, S.Gz
Tanggal diperbarui 18/11/2017
x