Ibu, Ini Bahanya Menggunakan Bantal Bayi Saat Si Kecil Tidur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan bantal memang dapat membuat tidur menjadi lebih nyaman. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku pada bayi termasuk bayi baru lahir. Anda perlu memikirkan ulang apabila ingin memberikan bantal untuk bayi yang sedang tidur. Jadi, apakah perlu memberikan bantal untuk anak atau malah berbahaya? Simak penjelasannya di bawah ini.

Mengapa bantal untuk bayi berbahaya?

bantal untuk bayi apakah perlu

Banyak orangtua yang sudah menyiapkan segala keperluan si kecil termasuk bantal untuk bayi baru lahir.

Kkebanyakan dari bantal tersebut mempunyai bentuk yang bervariasi karena menyesuaikan dengan kepala bayi.

Dikutip dari American Academy of Pediatric, sebaiknya jauhkan benda seperti bantal, selimut, hingga mainan di area tidur anak Anda

Pada masa perkembangan bayi, ia tidak memerlukan bantal saat tidur. Maka dari itu, sebaiknya pikirkan kembali keinginan Anda karena hal ini dianggap berbahaya.

Penggunaan bantal untuk bayi tidak disarankan karena akan meningkatkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS) atau kematian mendadak, terutama pada anak yang berusia di bawah satu tahun.

Hal ini juga diperkuat dari pernyataan National Institute of Child Health and Human Development (NICHHD), yang juga merekomendasikan untuk tidak memberikan bantal pada bayi di bawah usia satu tahun.

Kebanyakan orang dewasa mungkin akan merasa tidak nyaman apabila tidak menggunakan bantal saat tidur. Akan tetapi, berbeda keadaannya dengan bayi.

Hal ini karena penggunaan bantal dapat menutupi mulut dan hidung anak saat tidur sehingga menyebabkan ia susah bernapas.

Terlebih jika Anda dan bayi tidur pada kamar terpisah sehingga pengawasan jadi kurang maksimal.

Ketika Anda dan pasangan lengah, bantal bisa saja menutupi wajahnya dalam jangka waktu lama dan mengakibatkan SIDS.

Masih dikutip dari American Academy of Pediatric, sekitar 3500 bayi meninggal setiap tahunnya di Amerika Serikat karena kematian saat tidur.

Sebagian besar kasus kematian ini terjadi pada bayi yang berusia tiga bulan atau kurang karena menggunakan bantal untuk menopang kepalanya.

Untuk mengurangi risiko SIDS dan kejadian fatal saat tidur, sebaiknya:

  • Tidurkan bayi dengan posisi telentang agar pernapasan bayi tidak terganggu.
  • Jangan tutupi kepala dan wajah bayi saat tidur.
  • Jauhi bayi dari asap rokok.
  • Persiapkan suasana yang nyaman saat bayi tidur pada siang maupun malam hari.
  • Berikan ASI pada bayi sebelum tidur agar ia merasa kenyang.

Kapan sebaiknya bayi diberi bantal saat tidur?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa bantal untuk bayi bisa menjadi hal yang berbahaya.

Apalagi untuk bayi baru lahir karena saat bantal menutupi wajahnya, ia belum mampu melakukan refleks untuk menyingkirkan benda tersebut guna menolong dirinya.

Hingga kini, belum ada penelitian pasti yang menunjukkan hingga 100% kapan sebaiknya memperbolehkan anak menggunakan bantal saat tidur.

Walaupun Anda sebaiknya tidak memberikan bantal pada bayi, ada usia yang dianggap aman untuk anak menggunakan bantal.

Anda bisa mulai memberikan bantal untuk anak saat usianya sudah lebih dari 18 bulan hingga sekitar 3 tahun.

Pada usia ini, bayi atau anak sudah dirasa mampu untuk melakukan gerakan tertentu sehingga jika ada bantal yang menutupi wajahnya, maka ia sudah bisa menyingkirkannya.

Dari berbagai macam jenis dan bentuk bantal anak, pilihlah bantal yang kecil dan datar sehingga dapat menopang lehernya dengan baik.

Apa yang harus diperhatikan agar bayi tidur dengan aman?

Saat bantal untuk bayi yang sudah Anda persiapkan akhirnya tidak digunakan, singkirkan kekhawatiran bahwa anak tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua agar bayi bisa tidur dengan nyaman dan aman, yaitu:

1. Memosisikan untuk tidur telentang

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah dengan membiasakan menaruh bayi di tempat tidurnya saat sudah masuk waktu tidur. Ini dilakukan agar ia mengenali keadaan disekitarnya.

Menaruhnya di tempat tidur pada waktunya juga dilakukan agar ia merasa nyaman serta menghindari bayi terjatuh saat tidur.

Lalu, pastikan bayi tidur dalam posisi telentang. Hal ini karena dalam posisi menyamping ataupun tengkurap bisa meningkatkan risiko bayi tersedak hingga susah bernapas.

2. Hindari penggunaan selimut

Selain itu, yang juga harus diperhatikan adalah temperatur ruangan. Jangan biarkan bayi kedinginan atau kepanasan.

Jika cuaca sedang dingin, sebaiknya pakaikan baju tidur dengan bahan yang lebih tebal atau membedong bayi daripada memberikannya selimut.

Hampir sama seperti penggunaan bantal untuk bayi, selimut juga dikhawatirkan akan menutupi wajah bayi sehingga mengganggu pernapasannya saat tidur.

Hati-hati juga saat membedong bayi, beri sedikit kelonggaran agar bayi masih dapat bebas bergerak dan tidak sulit bernapas.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, konsultasikan mengenai kebiasaan yang baik untuk bayi dengan dokter anak.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Ada yang Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Orang Lain?

Beberapa orang perlu tidur lebih lama agar tubuh bisa berfungsi normal di siang hari. Cari tahu berbagai penyebabnya karena mungkin Anda salah satunya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Pola Tidur Sehat, Tips Tidur 14 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Tidur Berlebihan Bisa Meningkatkan Risiko Pikun?

Anda mungkin sudah mengetahui bahwa kurang tidur berdampak buruk pada kesehatan. Tapi, tidur berlebihan meningkatkan risiko Anda terkena demensia.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Otak dan Saraf, Alzheimer dan Demensia 8 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Tantrum pada Anak: Apa Penyebabnya dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Fakta Empeng Bayi, Apa Saja Manfaat dan Kekurangannya?

Jika digunakan dengan benar, empeng alias dot bayi yang tak berisi susu memang memiliki banyak manfaat. Tapi ketahui juga kekurangannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
kasur tempat tidur bayi

4 Tips Mudah Memilih Kasur Bayi yang Aman dan Nyaman

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
umur bayi keluar rumah

Usia Berapa Bayi yang Baru Lahir Diperbolehkan Keluar Rumah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
posisi tidur baik dan buruk

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit