Apa Benar Bayi yang Minum ASI Cenderung Lebih Pintar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/10/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

ASI sangat direkomendasikan untuk diberikan ke bayi, terutama selama 6 bulan pertama kehidupannya. Hal ini karena ASI mempunyai manfaat yang sangat banyak, mulai dari memberi nutrisi bayi, meningkatkan kekebalan tubuh bayi, sampai manfaat untuk perkembangan otaknya. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa ASI bikin anak pintar. Apa benar seperti itu?

ASI adalah makanan bayi paling sempurna selama enam bulan pertama

ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna. Tidak ada yang menandingi manfaat ASI pada bayi, bahkan susu formula yang telah dirancang khusus untuk menggantikan ASI saja tidak bisa menyamai ASI.

Bayi baru lahir mempunyai pencernaan yang belum sempurna serta kekebalan tubuh yang belum matang. Nah, pemberian ASI pada bayi baru lahir ini dapat membantu bayi mengatasi hal tersebut. Hal ini karena ASI mudah dicerna bayi, serta mengandung nutrisi dan antibodi yang diperlukan oleh bayi baru lahir.

Oleh karena itu, lembaga kesehatan dunia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan agar anak diberi ASI saja (ASI eksklusif) selama enam bulan pertama kehidupannya. Pada saat ini, ASI sangat dibutuhkan anak dan ASI saja sudah cukup mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Setelah enam bulan, pemberian ASI masih direkomendasikan sampai anak berusia dua tahun, tapi dibarengi dengan pemberian makanan lain.

Apakah benar ASI bikin anak pintar?

Banyak penelitian telah mengaitkan manfaat ASI terhadap perkembangan otak dan kepintaran anak. Salah satunya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Dr. Bernardo Lessa Horta dari Federal University of Pelotas di Brazil.

Penelitian yang dilakukan dengan mengikuti perkembangan peserta sampai berusia 30 tahun ini membuktikan bahwa bayi yang diberi ASI setidaknya selama satu tahun pertama kehidupan akan tumbuh lebih cerdas saat dewasa dan bisa mempunyai penghasilan yang lebih banyak, dilansir dari Today.

Hal ini juga diperkuat oleh penelitian lain yang dilakukan dr. Betty Vohr, profesor dari Brown University. Penelitian ini juga mengatakan bahwa bayi yang diberi lebih banyak ASI menunjukkan IQ yang lebih tinggi.

Penelitian oleh Dr. Michael Kramer, profesor dari McGill University juga menyebutkan hal yang sama. Penelitian ini juga menemukan bahwa semakin lama bayi diberi ASI, maka semakin besar potensi bayi untuk memiliki IQ yang lebih tinggi. Penelitian lain pun menunjukkan bahwa bayi yang diberi ASI tumbuh lebih cerdas daripada bayi yang diberi susu botol.

Menurut Horta, hal ini bisa terjadi mungkin karena adanya asam lemak tak jenuh rantai panjang atau asam dokosaheksanoat (DHA) yang terkandung dalam ASI. Asam lemak ini sangat penting untuk perkembangan otak. Selain DHA, ASI juga mengandung ARA, protein, taurin, dan beberapa enzim yang penting untuk perkembangan jaringan saraf. Hal inilah yang mungkin mendasari mengapa ASI berpengaruh pada kecerdasan anak.

Tak hanya kandungan ASI, saat menyusui pun sebenarnya merupakan sebuah usaha untuk membangun ikatan yang lebih erat antara ibu dan anak. Hal ini juga mempunyai dampak yang menguntungkan bagi perkembangan otak anak.

Faktor lain mungkin memengaruhi kecerdasan anak

Dari beberapa penelitian yang telah disebutkan di atas, memang terbukti ASI bikin anak pintar. Namun, tentunya ada banyak faktor lain yang memengaruhi kecerdasan anak, antara lain seperti kedekatan antara orangtua dan anak, rangsangan yang diterima anak untuk mendukung perkembangan otaknya, latar belakang keluarga, dan lain sebagainya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali 4 Manfaat Susu Organik untuk Mendukung Kecerdasan Anak

Kandungan nutrisi pada susu organik memiliki manfaat besar untuk perkembangan anak, terutama dalam menunjang kecerdasan. Yuk, berikan si kecil susu organik!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Konten Bersponsor
manfaat susu organik untuk kecerdasan anak
Nutrisi, Hidup Sehat 03/07/2019 . Waktu baca 4 menit

5 Cara Mengajari Anak untuk Berterima Kasih Kepada Orang Lain

Ucapan terima kasih adalah cara untuk menghargai orang lain, dan si kecil perlu memahaminya sejak dini. Berikut 5 cara mengajari anak untuk berterima kasih.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Parenting, Tips Parenting 08/04/2019 . Waktu baca 4 menit

Elkana

Elkana adalah suplemen vitamin dan mineral pada anak-anak dan orang dewasa. Cari tahu dosis serta peringatan pemakaian suplemen ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 13/03/2019 . Waktu baca 7 menit

Tak Cuma Cegah Lapar, Rutin Sarapan Pagi Juga Bisa Bikin Anak Berprestasi!

Bukan cuma memastikan perut anak tetap kenyang saat belajar di sekolah, manfaat sarapan pagi juga bisa tingkatkan prestasi anak di sekolah, lho! Kok bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Parenting, Nutrisi Anak 21/02/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

resep menu mpasi bayi 6 bulan

Panduan Merancang Menu MPASI Bayi 6 Bulan Sampai 23 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 15 menit
Konten Bersponsor
1000 hpk

Manfaat Menyusui bagi Ibu dan Si Kecil di 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020 . Waktu baca 4 menit
ibu dengan diabetes

Bolehkah Ibu Dengan Diabetes Menyusui Bayinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12/11/2019 . Waktu baca 4 menit
cara agar terlihat pintar

8 Trik Membuat Diri Sendiri Tampak Lebih Pintar dari yang Dikira (Terbukti Secara Ilmiah!)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30/10/2019 . Waktu baca 5 menit