Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Anak Masih Suka Ngompol? Coba 8 Cara Ampuh Ini untuk Menghilangkannya

Anak Masih Suka Ngompol? Coba 8 Cara Ampuh Ini untuk Menghilangkannya

Mungkin Anda khawatir dan frustasi jika anak masih saja mengompol meski ia sudah beranjak besar. Terkadang, Anda tidak sadar sudah memarahinya karena kebiasaan ini masih saja belum hilang. Sebenarnya, ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan kebiasaan ngompol ini. Lantas, bagaimana cara mengatasi kebiasaan ngompol terus pada anak?

Kenapa anak bisa mengompol?

anak ngompol

Saat beranjak besar, orangtua perlu mengajari anak untuk buang air di toilet (toilet training).

Biasanya, hal ini perlu Anda ajarkan ketika anak mulai menunjukkan kemampuannya dalam mengontrol kandung kemih, seperti saat popoknya tetap kering lebih dari 2 jam.

Meski sudah bisa buang air kecil di toilet, beberapa anak masih saja mengompol ketika sedang tertidur. Jika ini terjadi, Anda tidak perlu khawatir.

Pasalnya, mengompol adalah hal yang lumrah dan wajar terjadi pada anak-anak. Apalagi, mengompol (nocturnal enuresis) juga terjadi secara tidak sengaja selama tidurnya.

Umumnya, ngompol masih mungkin terjadi hingga usia 5-7 tahun tergantung perkembangan anak. Meski begitu, ada beberapa anak yang bisa lebih cepat menemukan cara menghilangkan kebiasaan ini.

Bahkan, melansir dari Children’s Hospital of Philadelphia, para peneliti memperkirakan bahwa sekitar 15-20% anak berusia 5-7 tahun setidaknya pernah mengompol sesekali.

Sementara Kids Health menyebutkan bahwa dokter tidak mengetahui secara pasti apa penyebab anak mengompol dan mengapa kebiasaan ini berhenti.

Namun, yang pasti, ini merupakan bagian alami dari proses tumbuh kembang anak.

Selain itu, kondisi ini bisa terkait dengan riwayat keluarga. Artinya, orangtua yang sering mengompol semasa kecilnya lebih mungkin untuk memiliki anak dengan kondisi yang sama.

Di samping riwayat keluarga, beberapa kondisi juga mungkin berperan menyebabkan anak ngompol saat tidur, seperti berikut.

  • Respon untuk bangun saat kandung kemih penuh tidak sepenuhnya berkembang.
  • Kandung kemih tidak dapat menampung jumlah urine yang anak hasilkan dalam semalam.
  • Kandung kemih terlalu aktif sehingga anak sering kencing. Kondisi ini umumnya ditunjukkan dengan kebiasaan terburu-buru ke toilet saat siang hari.
  • Ada perubahan dalam kebiasaan sehari-hari, seperti waktu tidur anak yang berbeda saat liburan.

Pada dasarnya, perkembangan setiap anak tidak sama. Itulah mengapa waktu berhentinya kebiasaan ngompol pada setiap anak pun bisa berbeda-beda.

Akan tetapi, bila anak sudah memasuki usia sekitar 6-7 tahun tetapi kebiasaan ngompol masih ada, orangtua sebaiknya mencari cara untuk menghilangkan atau mengatasi ini.

Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan ngompol pada anak?

cara agar anak tidak ngompol

Meski wajar, orangtua tetap perlu membantu anak untuk mengatasi ngompol yang terjadi terus menerus.

Apalagi jika anak sudah memasuki usia sekolah dasar atau sekitar 6-7 tahun, seharusnya kebiasaan ini sudah mulai hilang.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa orangtua terapkan agar anak tidak ngompol.

1. Atur asupan minum anak

Satu dari beberapa cara menghilangkan kebiasaan ngompol yakni dengan mengajak anak Anda untuk lebih banyak minum pada siang hari dan membatasinya di malam hari, termasuk 1-2 jam sebelum tidur.

Hal ini dapat membantu kandung kemih untuk tidak bekerja terlalu aktif di malam hari yang bisa menyebabkan ngompol.

2. Ajak anak untuk rutin ke toilet

Orangtua juga perlu membiasakan anak untuk buang air kecil ke toilet secara rutin pada siang hari, meski ia merasa tidak perlu sebagai cara menghilangkan kebiasaan ngompol.

Ajaklah anak untuk ke toilet setidaknya 2-3 jam sekali pada siang hari dan tepat sebelum anak tidur.

Hal ini dapat membantu mengosongkan kandung kemih saat tertidur dan mencegah ngompol.

3. Hindari minuman yang merangsang buang air kecil

Banyak orangtua yang tidak menyadari bila minuman berkafein, seperti kopi, teh, soda, dan minuman coklat bisa memicu produksi urine.

Nah untuk mengatasi anak ngompol terus, sebaiknya Anda tidak memberikan minuman berkafein, seperti kopi untuk anak, menjelang waktu tidurnya.

4. Pastikan toilet mudah dijangkau

Beberapa anak mungkin mengompol karena tidak dapat pergi ke toilet tepat waktu.

Jika ini penyebabnya, sebaiknya pastikan bahwa toilet dapat dengan mudah dijangkau oleh anak pada malam hari, seperti lokasi yang dekat dengan tempat tidur atau menyalakan lampu di sekitar toilet.

5. Puji anak saat tidak mengompol

Kebiasaan berhenti ngompol umumnya akan terjadi dengan sendirinya melalui proses belajar.

Oleh karena itu, Anda perlu menyemangatinya agar dapat melewati proses ini. Adapun hal tersebut bisa Anda lakukan dengan memuji anak atau memberikannya hadiah saat ia berhasil tidak ngompol.

6. Jangan marahi anak

Sebaliknya, jangan memarahi anak jika ia masih belum bisa berhenti dari kebiasaan mengompol.

Marah, memberi hukuman, atau membentak anak bukanlah cara yang tepat bagi anak untuk belajar menghilangkan kebiasaan ngompol ini.

7. Jangan bangunkan anak saat tidur

Membangunkan anak saat tidur juga bukan cara yang tepat untuk menghilangkan kebiasaan anak suka ngompol.

Sebaliknya, membangunkan anak pada malam hari untuk buang air kecil hanya akan menyebabkan anak sulit tidur setelahnya dan cenderung mengalami frustasi.

8. Alarm ngompol

Anda juga bisa memberikan alarm ngompol untuk mengatasi kebiasaan ini. Alarm ngompol bisa Anda pasang di piyama atau tempat tidur anak.

Alat ini memiliki sensor kelembapan. Dengan begitu, alarm akan berbunyi ketika anak mulai buang air kecil dan menimbulkan basah di baju atau tempat tidurnya.

Kapan orangtua perlu khawatir pada anak yang sering ngompol?

sakit perut pada anak

Mengompol memang merupakan hal yang wajar pada anak.

Namun sebaiknya, Anda mewaspadai jika kebiasaan sering ngompol masih belum hilang setelah usia 7 tahun atau tiba-tiba mengompol setelah beberapa bulan berhasil berhenti dari kondisi ini.

Apalagi jika kebiasaan ini disertai dengan gejala lainnya, seperti sakit saat buang air kecil, rasa haus yang tidak biasa, urine bewarna merah atau merah muda, tinja yang keras, atau mendengkur.

Pasalnya, ini bisa menjadi tanda dari kondisi yang serius. Adapun beberapa kondisi serius yang bisa menjadi penyebab ngompol pada anak, yaitu:

  • masalah tidur, seperti sleep apnea pada anak,
  • penyakit infeksi pada anak, seperti infeksi saluran kemih,
  • diabetes pada anak, atau
  • sembelit kronis pada anak atau yang tak kunjung sembuh.

Jika ini terjadi, tentu cara mengatasi anak ngompol yang tepat adalah melalui perawatan dari dokter.

Dokter mungkin perlu mengatasi sembelit pada anak atau masalah kesehatan lainnya yang menjadi penyebab ngompol.

Selain itu, dokter mungkin akan memberi obat-obatan untuk mengatasi masalah ngompol dalam waktu singkat.

Obat tersebut misalnya desmopresin (DDVAP) untuk mengurangi produksi urine pada malam hari.

Obat antikolonergik, seperti oxybutynin, juga bisa dokter berikan untuk mengurangi kontraksi dan meningkatkan kapasitas kandung kemih.

Konsultasikan dengan dokter untuk cara mengatasi anak ngompol yang tepat.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Help Your Child Stop Wetting the Bed. Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 1 September 2021, from https://health.clevelandclinic.org/how-to-help-your-child-stop-wetting-the-bed-2/.

How to Help Older Children Overcome Bedwetting | Children’s Hospital of Philadelphia. Chop.edu. (2021). Retrieved 1 September 2021, from https://www.chop.edu/news/health-tip/how-help-older-children-overcome-bedwetting.

Bed-wetting – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. Mayoclinic.org. (2021). Retrieved 1 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bed-wetting/diagnosis-treatment/drc-20366711.

Bed-wetting – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 1 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bed-wetting/symptoms-causes/syc-20366685.

Bedwetting In Children And Adults – 10 Tips To Fix It. – NAFC. NAFC. (2021). Retrieved 1 September 2021, from https://www.nafc.org/bhealth-blog/10-tips-to-control-bedwetting-in-children-and-adults.

Bedwetting (for Parents) – Nemours Kidshealth. Kidshealth.org. (2021). Retrieved 1 September 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/enuresis.html.

Toilet Training (for Parents) – Nemours Kidshealth. Kidshealth.org. (2021). Retrieved 1 September 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/toilet-teaching.html.

Bedwetting. KidsHealth NZ. (2021). Retrieved 1 September 2021, from https://www.kidshealth.org.nz/bedwetting.

Bedwetting: Causes & Treatments | Sleep Foundation. Sleepfoundation.org. (2021). Retrieved 1 September 2021, from https://www.sleepfoundation.org/children-and-sleep/bedwetting.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x