Perkembangan Anak Usia 6 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Tahap perkembangan anak usia 6 tahun tentu menjadi salah satu bagian penting dalam hidupnya. Pada usia ini, anak Anda mulai belajar mengenal dunia di sekitarnya. Agar anak tumbuh dengan optimal, orangtua perlu berhati-hati dan dapat mendampingi anak. Lalu, tahapan tumbuh kembang apa saja yang akan dilalui anak usia 6 tahun? Simak penjelasannya berikut ini.

Perkembangan anak usia 6 tahun dari berbagai aspek

Ada beberapa tahapan yang akan dilalui anak saat memasuki usia 6 tahun sebagai bagian dari perkembangan anak 6-9 tahun. Di antaranya adalah perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan perkembangan bahasa.

Berikut berbagai perkembangan anak usia 6 tahun:

Perkembangan fisik anak usia 6 tahun

cara kerja prebiotik

Pada usia 6 tahun, Anda mungkin mulai melihat perubahan atau tumbuh kembang pada fisik anak.

Balita yang dulu terlihat lucu dan menggemaskan, kini telah memasuki fase perkembangan fisik anak usia 6-9 tahun yang lebih kompleks.

Sebenarnya, di antara perkembangan lain, perkembangan fisik anak usia 6 tahun tergolong salah satu yang paling mudah diketahui.

Biasanya, perubahan yang akan dialami anak pada usia ini secara fisik adalah:

  • Tinggi badan anak umumnya meningkat hingga 5-6 sentimeter (cm).
  • Berat badan anak umumnya naik 2-3 kilogram (kg).
  • Rasa peka terhadap citra tubuh mulai terbentuk.
  • Kemampuan koordinasi antara kedua tangan dan mata mulai meningkat.
  • Gigi susu anak lepas satu per satu.
  • Gigi geraham anak mulai tumbuh.

Tidak hanya itu, pada usia ini, si kecil juga masih menunjukkan berbagai perkembangan motorik anak atau kemampuan fisik yang terus berkembang.

Sebagai contoh, anak sudah mulai bisa berlari dan melompat. Bahkan, anak mulai bisa berjoget sesuai dengan irama musik yang didengarnya.

Saat ini, mungkin anak suka bermain di luar rumah dan bisa mulai bisa diajak untuk melakukan aktivitas fisik.

Contoh aktivitas fisik anak misalnya berupa permainan luar ruangan dan mulai bisa mengikuti instruksi yang diberikan dalam permainan dengan tepat.

Salah satu permainan luar ruangan yang bisa Anda lakukan bersama anak adalah bermain melempar bola.

Ya, di usia ini, anak juga mulai bisa melempar dan menangkap bola sesuai dengan sasaran.

Sebagai orangtua, Anda perlu mengajak anak aktif berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya. Hal ini juga bisa membantu meningkatkan perkembangan kognitif anak.

Di usia ini, keterampilan motorik halus anak juga terus berkembang. Anak jadi suka melakukan kegiatan seperti menggambar dan menulis saat berada di dalam rumah.

Anda bisa menyediakan berbagai buku gambar dan buku untuk menulis untuk mendukung perkembangan anak yang satu ini.

Perkembangan kognitif anak usia 6 tahun

belajar membaca anak sd

Selain perkembangan fisik, anak juga mengalami perkembangan kognitif. Dalam tahapan perkembangan ini, cakupan pengetahuan yang dimiliki anak semakin luas.

Anak juga semakin mampu berpikir secara logis. Oleh sebab itu, Anda sebagai orangtua perlu mendampinginya untuk membantu anak menentukan yang salah dan yang benar dari segala informasi yang didapatkan.

Melansir dari Mott Children’s Hospital, dalam tahapan perkembangan kognitif anak usia 6 tahun sudah bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Sudah bisa memberi tahu Anda berapa usianya.
  • Mampu menghitung dan memahami konsep angka.
  • Dapat menyampaikan apa yang dipikirkannya melalui kata-kata yang mudah dimengerti.
  • Paham hubungan antara sebab dan akibat.
  • Mulai memahami konsep waktu, sehingga bisa membedakan siang dan malam.
  • Mampu mendengarkan apa yang disampaikan oleh orang lain.
  • Mulai bisa melakukan tugas yang diberikan di sekolah, baik sendiri maupun bersama dengan teman.
  • Semakin banyak bertanya mengenai hal di sekitarnya, sebab rasa penasaran anak mulai meningkat.
  • Dapat  membedakan kiri dan kanan.
  • Mampu menjelaskan suatu benda dan menjelaskan kegunaannya.
  • Mulai bisa membaca buku yang sesuai dengan usianya.
  • Mulai belajar untuk menulis.

Mengingat anak mulai peka terhadap berbagai hal yang salah maupun benar, anak juga mulai memperhatikan perilaku teman di sekitarnya.

Hal ini bisa menjadi penyebab anak mulai mengoreksi perilaku teman yang dianggapnya sebagai hal yang salah.

Bahkan, hal ini bisa mendorong anak untuk mengadukan perbuatan temannya kepada guru.

Dengan kondisi ini, pertengkaran yang terjadi antara anak dengan teman sebaya mulai terjadi.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena anak pada usia ini masih mudah lupa terhadap sebuah pertengkaran yang dialami dengan teman.

Hal ini membuat anak cepat pula berbaikan dengan teman.

Meski begitu, Anda juga perlu memberikan pengertian kepada anak dengan cara yang bijak jika hal ini terjadi pada anak Anda.

Perkembangan psikologi (emosional dan sosial) anak usia 6 tahun

perkembangan anak usia 9 tahun

Pada usia 6 tahun, anak mengalami perkembangan psikologi berupa rasa peka terhadap perasaan, baik perasaannya sendiri maupun perasaan orang lain.

Pada tahapan tumbuh kembang usia 6 tahun ini, anak mungkin paham bahwa ia tidak boleh menyakiti perasaan orang lain.

Selain itu, perkembangan lain yang mulai dirasakan oleh anak usia 6 tahun secara psikologi adalah sebagai berikut:

  • Menjadi lebih mandiri.
  • Mulai peduli dengan cara teman-teman memandang dirinya,
  • Lebih bisa diajak bekerja sama dan mau berbagi,
  • Anak laki-laki lebih nyaman bermain dengan anak laki-laki, sedangkan anak perempuan lebih suka bermain dengan anak perempuan,
  • Mulai memahami konsep kerjasama dalam tim, sehingga bisa bermain permainan olahraga yang membutuhkan kekompakan tim,
  • Mampu mendeskripsikan apa yang terjadi, apa yang dirasakan, dan apa yang dipikirkannya,
  • Masih memiliki rasa takut hal-hal yang ditakutinya sejak dulu, seperti monster, hantu, atau binatang buas.
  • Masih mau bermain dengan orangtua, meski sudah mulai mau bermain dengan orang lain seperti guru atau teman di sekolah.
  • Masih memiliki imajinasi dan fantasi yang kuat.
  • Sudah bisa memahami lelucon sederhana.

Sebenarnya, pada usia ini, anak rentan terhadap perilaku yang kurang baik, karena masih dalam tahap mencari tahu mana yang salah dan yang benar.

Maka itu, sikap-sikap seperti anak berbohong dan mencontek adalah hal yang sangat mungkin dilakukan si kecil pada usia 6 tahun.

Anggap ini adalah bagian dari perkembangan anak di usia 6 tahun. Ajak anak berdiskusi mengenai mana hal yang benar dan mana yang salah.

Beri pengertian juga pada anak mengenai hal yang boleh dilakukan dan hal yang sebaiknya tidak dilakukan olehnya.

Di sisi lain, meski anak mulai suka berteman daripada menyendiri. Bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi pertengkaran antarteman.

Akan tetapi, ini adalah hal yang sangat wajar terjadi dan pada akhirnya akan segera berlalu.

Konflik yang terjadi pada anak dengan teman sebayanya justru bisa membantu anak membangun kemampuan sosialnya.

Lama-kelamaan, anak akan memahami perbedaan dengan teman sebayanya tanpa harus sampai bertengkar.

Perkembangan bahasa usia 6 tahun

manfaat bilingual untuk anak

Mengingat usianya yang sudah menginjak 6 tahun, anak Anda sudah sewajarnya mengalami perkembangan dalam berbicara dan kemampuan bahasa.

Umumnya, perkembangan bahasa anak usia 6 tahun sudah bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Bisa merangkai kalimat sederhana, kurang lebih mengandung 5-7 kata.
  • Mampu mengikuti tiga perintah secara berurutan.
  • Mulai memahami bahwa ada beberapa kata yang memiliki lebih dari satu makna.
  • Mulai banyak membaca buku yang sesuai dengan usianya.
  • Mulai memiliki preferensi terhadap tontonan, bacaan, dan aktivitas lainnya.
  • Sudah mulai bisa mengeja dan sudah bisa menulis.
  • Bisa berbicara dengan jelas dalam bahasa pertamanya atau bahasa ibu.

Tips bagi orangtua untuk mendorong perkembangan anak

perkembangan anak usia 7 tahun

Sebagai orangtua, Anda perlu memberikan dukungan penuh kepada anak demi membantu proses tumbuh kembangnya.

Melansir Center of Disease Control and Prevention (CDC), ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua demi mendukung perkembangan anak.

Sebagai contoh, tunjukkan kasih sayang kepada anak dan apresiasi setiap pencapaiannya.

Anda juga perlu memberikan rasa tanggung jawab terhadap anak di usia ini dengan mulai memintanya membantu membersihkan rumah.

Selain itu, ada pula hal lain yang bisa dilakukan oleh orangtua demi mendukung tumbuh kembang anak usia 6 tahun, misalnya:
  • Tanyakan pada anak kegiatan yang dilakukan di sekolah.
  • Coba batasi kegiatan yang kurang bermanfaat, misalnya menonton TV, bermain komputer, atau segala kebiasaan yang melibatkan penggunaan gadget.
  • Bacakan anak-anak cerita dari buku bacaan, atau sebaliknya, minta anak membaca buku bacaannya untuk Anda.
  • Dukung anak untuk lebih percaya diri dengan memintanya untuk lebih rileks dalam mengekspresikan diri.

Tak hanya itu, tunjukkan bahwa Anda selalu ada untuk anak. Pasalnya, di masa tumbuh kembang anak usia 6 tahun, keberadaan orangtua dapat memberikan rasa aman.

Hal ini tentu mendukung proses perkembangan anak di usia 6 tahun ini. Anak bisa menjadi lebih positif dalam proses belajar maupun bermain.

Sebaliknya, saat Anda tidak benar-benar mencurahkan perhatian terhadapnya, hal ini bisa berdampak buruk pada perkembangan atau tumbuh kembang anak usia 6 tahun.

Sebagai contohnya, anak mungkin menjadi insecure atau mudah merasa tidak aman, atau menjadi anak yang tidak menurut apa kata orangtua.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Efektif Meningkatkan Daya Ingat Anak Sejak Dini

Ingatan yang baik akan menciptakan fondasi belajar pada anak yang baik juga. Maka itu, ketahui 5 cara meningkatkan daya ingat anak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Konten Bersponsor
cara meningkatkan daya ingat anak
Anak 1-5 Tahun, Parenting 4 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Produk Skincare yang Ampuh untuk Merawat Kulit Remaja

Saat memasuki masa puber, Anda perlu memerhatikan kesehatan kulit anak. Agar terawat dengan baik, apa saja skincare untuk remaja yang ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Remaja, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Tahapan Perkembangan Remaja Mulai dari Usia 10-18 Tahun

Mengetahui tahap perkembangan remaja menjadi panduan dalam memantau tumbuh kembangnya. Berikut berbagai aspek yang terjadi dalam tumbuh kembang remaja.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Kapan Bayi Bisa Melihat Sekitarnya dengan Baik dan Jelas?

Apa yang bisa dilihat bayi baru lahir berbeda dengan yang dilihat oleh anak-anak maupun orang dewasa. Lalu, kapan bayi bisa melihat dengan jelas?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
pertumbuhan payudara

Usia Berapa Pertumbuhan Payudara Remaja Akan Berhenti?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
depresi pada remaja

Ciri Depresi Pada Remaja dan Hal yang Perlu Orangtua Lakukan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
manfaat baca buku untuk anak

5 Manfaat Baca Buku untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit