Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Cara Melatih Anak Lancar Bicara Supaya Tidak Kebablasan Cadel Sampai Dewasa

5 Cara Melatih Anak Lancar Bicara Supaya Tidak Kebablasan Cadel Sampai Dewasa

Anak kecil pada umumnya memang sedikit kesulitan melafalkan huruf “R” dan membedakannya dengan huruf “L” karena gerak bibirnya tidak begitu kentara seperti huruf “B” atau “M”, yang dapat mereka ikuti dengan mudah. Itu sebabnya ketika mereka mau mengucapkan sesuatu yang mengandung huruf “R”, misalnya “Mainanku rusak!” yang biasanya terucap keluar dari mulut mereka adalah “Mainanku lusak!”.

Namun, jangan biarkan anak terus-terusan cadel sampai dewasa. Selain bisa menyulitkan dirinya berkomunikasi, cadel yang terbawa sampai dewasa juga dapat membuat anak jadi minder saat harus berbicara dengan orang lain. Baca tips ini, yuk, agar anak tidak cadel terus!

Agar anak tidak cadel, orangtua harus bagaimana?

Anak kecil seharusnya sudah bisa lancar melafalkan huruf “R” begitu menginjak usia 5 sampai 7 tahun. Namun jika si kecil sudah menginjak usia 5 tahun dan belum juga fasih mengucapkan “ular melingkar di atas pagar”, sebenarnya Anda tidak perlu terlalu khawatir.

Anda bisa membantunya melatih mengucapkan huruf R dengan tips berikut ini agar anak tidak cadel sampai ia dewasa nanti.

1. Ajarkan cara menempatkan lidah saat mengucapkan huruf R

mendongeng untuk bayi

Huruf R memang sangat sulit diucapkan oleh anak-anak dibanding huruf lainnya. Beda dengan huruf B yang mudah diikuti karena sangat jelas terlihat gerakan bibirnya, yaitu melipat bibir bagian atas dan bawah ke dalam.

Saat huruf R dilafalkan, biasanya anak-anak akan mengeluarkan suara “el”. Kesulitan ini disebabkan oleh sulitnya anak menangkap dan melihat bagaimana gerakan lidah saat huruf diucapkan. Ditambah, Anda juga sulit untuk menjelaskan bagaimana caranya mengucapkan huruf ini.

Bantu si kecil mengucapkan huruf R dengan memeragakan mengangkat bibir atas dengan menempatkan lidah ke area langit-langit mulut. Kemudian minta ia untuk menggerakkan lidah. Pastikan suara yang dikeluarkan sedikit bergetar. Nah, Anda bisa melatih anak mengucapkan huruf ini dengan kata-kata yang mudah, seperti “roda”, “rambut”, “rapi”, atau “rusak”.

2. Meniru suara benda

membantu belajar anak disleksia

Supaya lancar melafalkan huruf R, Anda harus mengakali anak sesering mungkin mengucapkan huruf ini. Misalnya saat bermain sambil menirukan suara bendanya. Beberapa suara benda yang bisa Anda selipkan pada permainan, antara lain:

  • Bunyi “grrrrr…” dari suara harimau
  • Bunyi “dor! dor! dor!” dari suara tembakan
  • Bunyi “brem brem brem” dari suara mesin motor
  • Bunyi “riru…riru…” dari suara mobil ambulans
  • Bunyi “brr…brr” dari suara mesin cuci atau kipas angin
  • Bunyi “kriing…” dari telepon atau bel sepeda

3. Menyanyi

anak bernyanyi

Ada banyak lagu anak-anak yang menggunakan huruf R pada liriknya, contohnya lagu Kring Kring Ada Sepeda, Potong Bebek Angsa, Topi Saya Bundar, Bangun Tidur, atau Balonku. Melatih anak bicara sambil bernyanyi pasti sangat menyenangkan dan mudah diikuti oleh anak.

4. Menyikat gigi

obat kumur untuk anak

Selain melatih anak untuk mengucapkan huruf R dengan permainan, akivitas membersihkan diri juga bisa Anda lakukan, lho. Misalnya saat mandi dan menyikat gigi. Setelah sikat gigi, sisa busa harus dibilas dengan air.

Nah, pada saat berkumurlah Anda bisa melatih anak menggetarkan bagian tenggorokan untuk menghasilkan bunyi R.

Selain itu, berkumur juga melatih fleksibilitas otot-otot yang ada di mulut. Agar lebih maksimal, saat berkumur hadapkan anak di depan cermin supaya ia bisa melihat bagaimana ia menggetarkan dan menggerakkan lidahnya. Hati-hati ketika Anda melatih anak dengan metode ini agar ia tidak tersedak.

5. Minta bantuan dokter

anak takut ke dokter gigi

Jika cara sebelumnya tidak ampuh digunakan, Anda perlu melakukan konsultasi pada dokter. Mungkin dokter akan memberikan alat khusus pada lidah anak untuk memudahkannya melafalkan huruf R. Dokter mungkin juga akan merekomendasikan Anda dan si kecil mengikuti terapi bicara agar anak tidak cadel lagi seterusnya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fun Speech Exercises For Kids Who Have Trouble With The “R” Sound. https://www.cobbpediatric.com/2017/09/04/fun-speech-exercises-kids-trouble-r-sound/. Accessed on November 8, 2018.

Why is “R” So Hard to Say? Answers to Questions Parents Ask About the “R” Sound. https://www.superduperinc.com/handouts/pdf/102_RforParents.pdf. Accessed on November 8, 2018.

Tips, Tricks and a Handy Tool for Teaching the R Sound. http://mommyspeechtherapy.com/?p=2113. Accessed on November 8, 2018.


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team