Balita Sering Jatuh, Masih Wajar Atau Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pada dasarnya, terjatuh atau tersandung merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari proses tumbuh-kembang balita. Ini merupakan hal yang normal. Biasanya balita sering jatuh ketika ia sedang belajar mengembangkan keseimbangan tubuh dan kemampuan ototnya untuk berjalan. Meski terbilang normal, sayangnya beberapa anak justru memiliki kecenderungan untuk jatuh walaupun usianya sudah cukup besar. Dalam beberapa kasus, ini bisa jadi adalah tanda gangguan tumbuh-kembang anak. 

Berbagai penyebab balita sering jatuh

Meski terbilang normal, Anda juga harus waspada jika balita sering jatuh. Terutama jika anak balita Anda yang mulanya sudah pandai berjalan lalu tiba-tiba jadi sering terjatuh tanpa ada alasan yang jelas. Pasalnya, ini bisa jadi tanda jika anak Anda mengalami gangguan tumbuh kembang.

Gangguan ini tidak melulu terkait sistem keseimbangannya, tapi juga bisa disebabkan karena masalah pada otot-otot kaki atau saraf ke otot yang terganggu, kelainan autoimun, adanya tumor yang menekan titik-titik sarafnya, atau bahkan gangguan penglihatan.

Itu sebabnya, segera konsultasikan ke dokter anak jika Anda khawatir dengan kondisi si kecil. Dengan berkonsultasi ke dokter, Anda dapat mencari tahu apa yang menyebabkan balita sering terjatuh, entah itu memang ada kelainan ataupun ada hal lainnya.

Lantas, kapan harus periksa ke dokter?

Umumnya, setelah anak terjatuh ia akan menangis. Hal ini adalah wajar sebagai respon tubuhnya dalam merasakan sakit. Tidak hanya itu, karena struktur tulang anak balita masih lunak dan dalam tahap perkembangan, benturan sedikit saja bisa mengakibatkan luka yang kelihatannya gawat. Anak Anda mungkin akan mengalami benjol, memar, atau lecet. Luka seperti ini biasanya hilang sendiri dalam waktu seminggu.

Namun, Anda harus segera periksa ke dokter jika anak Anda yang jatuh menunjukkan gejala berikut ini:

  • Mengalami perdarahan tanpa henti.
  • Rewel dan sulit ditenangkan.
  • Pupil mata membesar.
  • Sulit dibangunkan saat tidur.
  • Kesulitan bernapas.
  • Muntah.
  • Kejang-kejang.
  • Kebingungan atau linglung.
  • Pupil mata membesar.
  • Mengeluarkan cairan bening dari telinga atau hidung.
  • Ada luka yang terbuka cukup parah sehingga butuh jahitan.
  • Mengeluhkan sakit kepala parah. Hal ini sulit untuk dievaluasi kecuali jika anak mampu berkomunikasi secara verbal.
  • Lemas, kehilangan tenaga, atau tidak bisa bergerak (lumpuh).
  • Hilang kesadaran atau pingsan.

Yang harus dilakukan untuk mencegah anak cedera akibat jatuh

Setiap orangtua tentu mengetahui bahwa menjaga anak merupakan persoalan yang sulit, terutama ketika memiliki balita yang sudah mulai aktif bergerak. Hal tersebut tentu akan membuat Anda kewalahan untuk mengawasinya. Meski begitu, berikut ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah si kecil cedera akibat terjatuh:

  • Jangan pernah meninggalkan anak tanpa pengawasan orang dewasa.
  • Usahakan untuk menggunakan tempat tidur khusus bayi. Hal ini untuk menghindari risiko bayi jatuh dari tempat tidur.
  • Perhatikan mebel dan peralatan bayi Anda, apakah berbahaya atau tidak. Jika perlu, taruhlah semua peralatan pecah belah dan yang sekiranya berbahaya di tempat yang sulit dijangkau anak.
  • Hindari penggunaan baby walker saat mengajarinya berjalan. Pasalnya, alat tersebut bisa membuatnya berkeliling menjangkau apapun. Tidak hanya itu, ternyata alat ini juga bisa menghambat pertumbuhan otot-otot kakinya.
  • Pakaikan anak alas kaki yang nyaman dan sesuai dengan ukuran kakinya.
  • Pastikan Anda selalu meletakkan anak di kursi mobil khusus anak dengan benar setiap kali Anda ingin bepergian.  

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kartu Menuju Sehat (KMS), Manfaat dan Cara Membacanya

Kartu Menuju Sehat (KMS) sudah digunakan di Indonesia sejak tahun 1970-an sebagai alat untuk memantau tumbuh kembang anak. Bagaimana cara membacanya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 18 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Bayi memiliki waktu tidur yang berbeda dengan orang dewasa. Ketahui informasi seputar jam dan posisi bayi tidur agar ia nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Tak hanya diare, ada beberapa jenis gangguan pencernaan anak. Apa saja itu dan apa yang harus orangtua lakukan ketika anak mengalaminya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kulit bayi mengelupas

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
memandikan bayi

Waktu Memandikan Bayi, Sebaiknya Pagi atau Sore Hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat berjalan tanpa alas kaki untuk anak

Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit