Agar Anak Tidak Ngompol, Ini yang Perlu Orangtua Lakukan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ngompol atau buang air kecil di celana merupakan salah satu masalah besar pada anak. Bagi beberapa anak, mungkin ia akan berhenti ngompol di usia tertentu, tetapi bagi anak lainnya, ngompol masih menghantuinya sampai ia tumbuh besar. Mengapa anak masih mengompol dan bagaimana cara agar anak tidak ngompol? 

Kenapa anak mengompol?

anak ngompol

Normal jika anak kecil masih buang air kecil di celana. Saat anak mulai beranjak besar, orangtua tentu mengajarkannya untuk menggunakan toilet (toilet training).

Hal ini bertujuan agar anak mengerti apa yang harus dilakukan jika ingin pipis dan anak tidak pipis di celana atau ngompol.

Lama-lama anak sudah bisa mengontrol kandung kemihnya dan menggunakan toilet sendiri.

Namun, satu hal yang menjadi alasan anak masih mengompol adalah ia perlu belajar untuk mengontrol ketika anak pipis saat ia tidur (mengompol).

Anak tidak sadar jika ia pipis saat ia tengah tertidur, dan ini perlu pembelajaran lagi agar anak tidak ngompol.

Sebenarnya, mengontrol fungsi kandung kemih selama tertidur merupakan tahap terakhir dari latihan menggunakan toilet.

Usia anak ketika sudah mampu untuk mengontrol kandung kemihnya selama tidur berbeda-beda.

Mengontrol kandung kemih merupakan proses yang rumit yang melibatkan kerjasama antara otot, saraf, tulang belakang, dan otak.

Masalah ngompol biasanya dapat selesai dengan menunggu waktu. Biasanya usia anak berhenti ngompol sama dengan saat orangtuanya berhenti ngompol di waktu kecil.

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, Dr. Janjua menjelaskan bahwa ngompol bukanlah suatu masalah sampai anak berusia 5 tahun.

Namun, ketika anak Anda sudah berusia lebih dari 5 tahun atau saat usia anak 7 tahun dan masih tetap mengompol, Anda perlu konsultasikan hal ini dengan dokter.

Dikhawatirkan, ini merupakan indikasi dari kondisi kesehatan, seperti gangguan saluran kemih, atau karena kandung kemih anak belum matang dalam perkembangannya.

Bagaimana cara agar anak berhenti ngompol?

penyebab ngompol

Beberapa cara yang bisa orangtua lakukan untuk melatih anak agar tidak ngompol lagi di malam hari, yaitu:

1. Atur asupan minum anak

Tingkatkan asupan minum anak di siang hari dan batasi minum anak di malam hari.

Sebaiknya, anak tidak mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, termasuk juga minuman bersoda dan minuman yang mengandung cokelat, seperti susu cokelat, pada malam hari. Hal ini dapat membuat anak lebih sering ingin pipis.

2. Biasakan anak melakukan rutinitas sebelum tidur

Rutinitas yang dapat anak lakukan sebelum tidur, seperti menggosok gigi, buang air kecil, cuci kaki, cuci tangan, dan cuci muka.

Pastikan anak Anda ke toilet terlebih dahulu sebelum ia naik ke tempat tidur. Hal ini juga akan membuat tidurnya lebih nyaman dan cara efektif agar anak tidak mengompol.

Jika anak terbangun tengah malam, tawarkan ia apakah ingin ke toilet atau tidak, ini sebagai cara agar anak berhenti ngompol.

3. Hindari membangunkan anak dari tidur untuk pipis

Mungkin Anda berpikir jika anak ketiduran, orangtua bisa membangunkannya kemudian meminta untuk ke toilet terlebih dahulu.

Namun, hal ini tidak dapat menolong menghentikan kebiasaan ngompol anak. Justru, membangunkan anak saat ia tertidur hanya akan mengganggu tidurnya, sehingga membuat anak sulit tidur lagi dan kesal. Bahkan tantrum pada anak bisa terjadi.

4. Puji anak saat tidak mengompol dan jangan marahi saat ia ngompol

Anda dapat memberikan hadiah kecil jika anak berhasil tidak ngompol dalam semalam atau beberapa malam. Namun, lebih baik untuk tidak memberikan hadiah ke anak dalam bentuk barang atau semacamnya.

Memberikan satu bintang di papan prestasinya setiap anak tidak ngompol di malam hari atau memberikan pujian juga sudah cukup untuk membuat anak senang dan merasa kerja kerasnya diperhatikan oleh orangtua.

Sebaliknya, jangan pernah memarahi, menghukum, atau membentak anak karena ia mengompol. Marah pada anak tidak akan membantunya belajar agar tidak ngompol, malah bisa membuat hubungan orangtua dan anak lebih buruk.

5. Bicara dengan anak

Anda dapat berbicara kepada anak manfaat dari menggunakan toilet dan tidak lagi menggunakan popok.

Sebagai contoh, orangtua bisa mengatakan bahwa salah satu tanda anak sudah sudah besar yaitu tidak perlu lagi memakai popok dan harus sudah bisa menggunakan toilet sendiri, serta tidak ngompol di malam hari.

Dengan begitu, anak akan tertantang dan berusaha membuktikan bahwa dirinya sudah besar.

Jika anak takut ke toilet pada malam hari karena gelap, minta anak untuk membangunkan Anda agar bisa menemaninya ke toilet.

Orangtua juga bisa menempatkan lampu tidur di kamar anak atau menyalakan lampu di lorong menuju toilet agar anak tidak takut lagi untuk pergi sendiri sehingga bisa berhenti ngompol.

6. Perhatikan berapa kali anak ke toilet dalam sehari

Sebaiknya Anda mengetahui berapa kali biasanya anak ke toilet dalam sehari, normalnya anak ke toilet sebanyak 4-7 kali dalam sehari.

Jika anak sudah sekolah, tanyakan kepada anak apakah ia nyaman dengan toilet di sekolahnya. Buatlah ia nyaman dengan toilet di sekolahnya agar anak tidak enggan untuk pipis di toilet sekolah.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Trauma Gigi

Trauma gigi atau cedera pada gigi sering ditandai dengan keluarnya darah dari gusi. Jika kasusnya ringan, cedera bisa Anda tangani sendiri di rumah.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Luka Gores

Biasanya, luka akibat goresan benda tajam hanya menimbulkan bekas sayatan. Namun, mengobati luka gores juga tidak boleh sembarangan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Bayi cenderung mengisap jempolnya saat sedang tidak menyusu. Namun, lebih baik bayi pakai empeng untuk mencegahnya atau dibiarkan saja? Ini kata para ahli.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Pinguecula, Ketika Bintik Kuning Muncul pada Mata

Pinguecula adalah bintik kuning pada mata yang muncul pada konjungtiva, terutama di sisi mata yang dekat hidung. Berbahayakah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
membersihkan luka diabetes dengan sabun

Luka Tertusuk

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Parafimosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit