Lansoprazole

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Lansoprazole Obat Apa?

Manfaat dan kegunaan lansoprazole

Lansoprazole adalah obat untuk mengobati masalah lambung dan esofagus. Obat lansoprazole membantu menyembuhkan kerusakan akibat asam lambung, baik pada perut maupun kerongkongan, mencegah terbentuknya tukak lambung, dan dapat membantu mencegah kanker esofagus.

Lansoprazole bekerja dengan menurunkan produksi asam oleh lambung. Obat ini juga bisa dipakai untuk meredakan gejala seperti heartburn (panas perut), sulit menelan, dan batuk yang tak sembuh-sembuh. Lansoprazole termasuk dalam obat golongan proton pump inhibitor (PPI).

Jika Anda minum obat ini tanpa resep dokter, bisa digunakan untuk heatburn yang sering (terjadi ≥2 hari dalam seminggu). Namun, obat ini butuh 1-4 hari sampai menunjukkan manfaat optimalnya. Jadi, Anda tidak bisa menggunakan obat ini untuk meredakan heartburn dengan cepat.

Apabila Anda membelinya secara bebas, baca aturan kemasan dengan cermat untuk memastikan produk ini tepat. Tetap periksa kandungan di dalamnya sekalipun Anda sudah pernah mengonsumsi obat ini. Pabrik obat yang berbeda bisa saja mengubah bahan pendukung lain.

Bagaimana aturan minum lansoprazole?

Minum lansoprazole sesuai anjuran dokter, biasanya sekali sehari, sebelum makan. Jika Anda menggunakan obat ini sendiri, ikuti aturan dalam kemasan produk.

Dosis dan lama terapi berdasarkan kondisi kesehatan dan respons terapi Anda. Jangan meningkatkan dosis atau menggunakannya lebih sering dari yang dianjurkan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Jangan menggerus atau mengunyah kapsul. Telan obat langsung seluruhnya. Jika Anda tidak dapat menelan kapsul, Anda dapat membukanya dan menaburkannya pada sendok atau makanan lunak (seperti yogurt) dan telan campuran langsung tanpa mengunyahnya.

Atau Anda dapat menuangkan isi kapsul ke sedikit jus (60 mL), dan minum campuran tersebut. Tuangkan air pada gelas tersebut dan minumlah kembali untuk memastikan Anda meminum semua dosis.

Jika Anda menggunakan obat ini melalui selang ke lambung (selang nasogastrik), tanyakan pada pelayan kesehatan mengenai aturan cara pencampuran dan pemberian yang tepat.

Jika dibutuhkan, Anda juga bisa diberikan antasida yang diminum berselang dengan obat ini. Jika Anda juga minum sucralfate, gunakan lansoprazole minimal 30 menit sebelumnya.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda, gunakan setiap hari dalam waktu yang sama.

Lanjutkan penggunaan obat ini hingga yang diresepkan habis, walapun gejala menghilang setelah beberapa hari. Jika Anda menggunakan obat nonresep, jangan menggunakannya lebih dari 14 hari kecuali bila dokter menganjurkan.

Beri tahu dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau bahkan memburuk. Jika Anda mengobati sendiri, konsultasikan ke dokter jika heartburn tidak kunjung hilang setelah 14 hari. Anda juga harus mengunjungi dokter jika telah minum obat ini lebih dari sekali setiap 4 bulan. Jika Anda berpikir memiliki masalah kesehatan serius, cari bantuan medis segera.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana aturan menyimpan obat ini?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Lansoprazole

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Lansoprazole untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis lansoprazole untuk orang dewasa:

  • Untuk pasien radang kerongkongan (esofagitis): Dosis awal: 30 mg secara oral sekali sehari selama 8 minggu. Alternatifnya, jika pasien tidak dapat menggunakan rute oral dosis dosis dapat diberikan secara infus (IV) 30 mg per hari diberikan selama 30 menit selama 7 hari.
  • Untuk penderita tukak lambung: 15 mg secara oral sekali sehari 30 menit sebelum makan. Terapi harus dilanjutkan hingga 4 minggu.
  • Untuk pasien GERD: 15 mg secara oral sekali sehari. Terapi harus dilanjutkan hingga 8 minggu.
  • Untuk penderita tukak lambung: 30 mg secara oral sekali sehari 30 menit sebelum makan. Terapi harus dilanjutkan selama 4-8 minggu.
  • Untuk pasien multiple endocrine adenomas: 60 mg secara oral sekali sehari. Dosis hingga 90 mg secara oral 2 kali sehari telah digunakan.
  • Untuk dewasa pengidap mastocytosis sistemik: 60 mg secara oral sekali sehari. Dosis hingga 90 mg secara oral 2 kali sehari telah digunakan.
  • Dosis lansoprazole untuk pasien Zollinger-Ellison syndrome: 60 mg secara oral sekali sehari. Dosis hingga 90 mg secara oral 2 kali sehari telah digunakan.
  • Dosis lansoprazole untuk infeksi Helicobacter pylori: Terapi triple: lansoprazole 30 mg dikombinasikan dengan 1000 mg amoxicillin dan 500 mg clarithromycin diberikan secara oral setiap 12 jam selama 10 atau 14 hari.
  • Dosis lansoprazole untuk dewasa pengidap profilaksis ulkus duodenum: 15 mg secara oral sekali sehari 30 menit sebelum makan.
  • Dosis lansoprazole untuk dewasa pengidap tukak lambung akibat obat NSAID: 30 mg secara oral sekali sehari selama 8 minggu.
  • Dosis lansoprazole untuk dewasa pengidap profilaksis tukak lambung akibat NSAID: 15 mg secara oral sekali sehari selama 12 minggu.

Bagaimana dosis Lansoprazole untuk anak-anak?

Dosis lansoprazole untuk anak pengidap pneumonia aspirasi

Lebih dari 3-11 tahun: 30 mg pukul 21.00 malam sebelum operasi, dan 30 mg pukul 5:30 di hari operasi.

Dosis lansoprazole untuk anak pengidap refluks asam lambung: terapi jangka pendek GERD (hingga 12 minggu)

  • 1-11 tahun: ≤ 30 kg = 15 mg sekali sehari
  • Lebih dari 30 kg = 30 mg sekali sehari
  • 12-17 tahun: 15 mg sekali sehari selama 8 minggu

Dosis lansoprazole untuk anak pengidap erosive esophagitis: terapi jangka pendek (hingga 12 minggu)

  • 1-11 tahun: ≤ 30 kg = 15 mg sekali sehari
  • Lebih dari 30 kg = 30 mg sekali sehari

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

Lansoprazole tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut:

  • Kapsul, Delayed Release, Oral: 15 mg, 30 mg.
  • Tablet, Delayed Release, Oral: 15 mg, 30 mg.

Efek Samping Lansoprazole

Efek samping apa yang dapat dialami karena Lansoprazole?

Segera cari bantuan medis darurat jika Anda mengalami tanda reaksi alergi:

Gatal-gatal, sulit bernapas; bengkak wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Berhenti menggunakan obat dan cari perawatan medis segera atau hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius dari lansoprazole berikut ini:

  • Pusing, bingung
  • Denyut jantung cepat atau tidak teraba
  • Gerak otot menyentak;
  • Merasa gelisah;
  • Diare berdarah
  • Kram otot, lemah otot atau pincang
  • Batuk atau tersedak; atau
  • Kejang

Efek samping yang lebih ringan dari lansoprazole adalah:

  • Sakit kepala
  • Mual, nyeri perut
  • Diare ringan; atau
  • Sembelit

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini?

Terdapat beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum mengonsumsi lansoprazole, yaitu:

  • Beri tahukan dokter dan apoteker jika Anda alergi lansoprazole, obat lain, atau bahan lain dalam kapsul lansoprazole atau tablet larut oral.
  • Beritahukan dokter dan apoteker Anda obat resep dan non-resep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda gunakan atau berencana gunakan. Pastikan Anda menyebutkan obat berikut ini: antibiotik tertentu, seperti ampicillin (Principen), antikoagulan (pengencer darah) seperti warfarin (Coumadin), atazanavir (Reyataz), digoxin (Lanoxin), diuretik (‘pil air’), suplemen iron, ketoconazole (Nizoral), methotrexate (Rheumatrex, Trexall), tacrolimus (Prograf), dan theophylline (Theo-bid, TheoDur). Dokter Anda mungkin akan mengubah dosis atau memonitor ketat efek samping yang timbul
  • Anda mungkin diresepkan antacida dengan lansoprazole. Jika Anda merasa membutuhkan antasida, tanyakan dokter untuk merekomendasikan dan memberitahukan kapan dan cara penggunaannya
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita atau pernah menderita kadar magnesium rendah dalam darah atau penyakit hati
  • Jika Anda berencana menggunakan lansoprazole nonresep, pertama beritahukan dokter jika heartburn Anda telah berlangsung selama ≥ 3 bulan atau jika Anda mengalami gejala berikut ini: kepala terasa melayang, berkeringat, atau pusing bersama dengan heartburn; nyeri dada atau pundak; sesak atau mengi; nyeri yang menjalar ke lengan, leher, atau pundak; berat badan menurun tanpa alasan; mual; muntah, khususnya jika muntah darah; nyeri perut; sulit atau nyeri menelan saat menelan makanan; atau BAB darah atau hitam. Anda mungkin menderita kondisi yang lebih serius yang tidak dapat diobati dengan obat nonresep
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil, khususnya beberapa bulan terakhir kehamilan; berencana hamil; atau sedang menyusui. Jika Anda akan hamil dan sedang konsumsi lansoprazole, hubungi dokter Anda
  • Jika Anda berusia ≥ 50 tahun, tanyakan pada dokter apakah penggunaan lansoprazole resep atau nonresep aman. Risiko diare berat akibat bakteri atau patah tulang pergelangan tangan, panggul, atau tulang belakang lebih tinggi jika Anda lansia
  • Jika Anda memiliki phenylketonuria/PKU (sebuah keadaan turunan di mana harus melakukan diet khusus untuk mencegah retardasi mental), Anda harus mengetahui bahwa tablet larut oral dapat mengandung aspartame, sumber phenylalanine

Apakah lansoprazole aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai tentang risiko lansoprazole untuk ibu hamil dan menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Lansoprazole termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B (tidak berisiko pada beberapa penelitian) menurut badan POM Amerika Serikat, FDA.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Belum diketahui apakah lansoprazole masuk ke ASI atau apakah obat lansoprazole dapat membahayakan bayi menyusu. Untuk ibu menyusui, jangan menggunakan obat lansoprazole tanpa persetujuan dokter.

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Lansoprazole?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat lansoprazole atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker.

Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter.

  • Ampicillin
  • Atazanavir
  • Clarithromycin
  • Digoxin
  • Obat yang mengandung iron (ferrous fumarate, ferrous gluconate, ferrous sulfate, dan lain-lain)
  • Ketoconazole
  • Methotrexate
  • Tacrolimus
  • Theophylline
  • Warfarin (Coumadin, Jantoven); atau
  • Vitamin atau suplemen mineral yang mengandung iron

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Lansoprazole?

Obat-obatan tertentu tidak boleh diminum ketika makan atau mengonsumsi makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan lansoprazole?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat lansoprazole. Berita hukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Diare
  • Riwayat hipomagnesemia (kadar magnesium rendah dalam darah)
  • Osteoporosis (masalah tulang)
  • Riwayat kejang—Gunakan dengan hati-hati, dapat memperburuk kondisi
  • Penyakit hati—Gunakan dengan hati-hati, efeknya dapat meningkat akibat melambatnya pembuangan obat dari tubuh
  • Phenylketonuria (PKU)—tablet larut oral mengandung phenylalanine, yang dapat memperburuk kondisi

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat lansoprazole, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis pada satu kali minum obat.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Pantangan Agar Gejala Maag Tidak Kumat

    Gejala maag dapat kambuh kapan saja. Agar penyakit tidak kumat, ikuti pantangan sakit maag berikut ini mulai dari makanan hingga kebiasaan berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Beragam Cara Pencegahan Gastritis yang Paling Ampuh

    Salah satu masalah lambung yang umum terjadi adalah gastritis. Kondisi ini menandakan adanya peradangan pada lambung sehingga menimbulkan berbagai gejala, seperti mual dan mulas. Kabar baiknya, gastritis bisa dicegah ...

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Pilihan Obat Maag yang Aman untuk Ibu Hamil

    Maag rentan terjadi pada ibu hamil. Salah satu cara mngatasinya adalah dengan minum obat. Apa saja obat maag yang bisa diminum ibu hamil? Baca di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
    komplikasi gastritis

    4 Komplikasi Gastritis yang Patut Diwaspadai

    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
    akibat bahaya penyakit maag kronis akut

    6 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Penyakit Maag

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020
    pengobatan gastritis

    Pengobatan Gastritis, Mulai dari Perawatan Dokter Hingga Cara Alami

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020