Iopamidol

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 9 mins read
Bagikan sekarang

Iopamidol Obat Apa?

Untuk apa Iopamidol digunakan?

Iopamidol tergolong ke dalam kelompok obat yang disebut radiopak, suatu agen kontras. Iopamidol mengandung yodium, zat yang menyerap sinar-X. Agen kontras radiopak digunakan untuk memungkinkan pembuluh darah, organ, serta jaringan non-tulang lainnya terlihat lebih jelas dalam CT scan atau pemeriksaan radiologis lainnya (sinar X). Iopamidol umumnya digunakan untuk membantu mendiagnosis gangguan tertentu pada jantung, otak, pembuluh darah, serta sistem saraf. Iopamidol juga dapat digunakan untuk pengobatan yang tidak tercantum dalam Panduan Pengobatan.

Bagaimana cara penggunaan Iopamidol?

Iopamidol disuntikkan ke pembuluh darah atau arteri melalui infus. Penyedia layanan kesehatan akan memberikan suntikan ini. Anda mungkin akan diberi obat untuk mencegah efek samping tertentu saat Anda menerima Iopamidol. Beri tahu dokter jika Anda merasa terbakar, nyeri, atau bengkak sekitar jarum IV ketika Iopamidol disuntikkan. Minum cairan tambahan sebelum dan sesudah menjalani tes radiologis. Iopamidol dapat menyebabkan dehidrasi yang berbahaya pada ginjal. Ikuti petunjuk dokter mengenai jenis serta jumlah cairan yang harus diminum sebelum dan sesudah pengujian.

Orang dewasa mungkin memerlukan perawatan khusus untuk menghindari dehidrasi. Fungsi ginjal perlu diperiksa setelah menerima Iopamidol. Beberapa orang yang menerima Iopamidol tidak mengalami reaksi 30-60 menit setelah obat pertama kali diberikan. Perawat akan memantau Anda selama beberapa saat setelah injeksi untuk memastikan Anda tidak mengalami efek samping yang tidak diinginkan atau reaksi tertunda.

Obat ini dapat menyebabkan hasil yang tidak biasa dengan tes medis tertentu. Katakan pada dokter perawat bahwa Anda menggunakan Iopamidol.

Bagaimana cara penyimpanan Iopamidol?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Aturan Pakai Iopamidol

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Iopamidol untuk orang dewasa?

Intravena

Peripheral venography

Dewasa: Gunakan 200 mg yodium/ml (injeksi Iopamidol 41%). 25-150 ml per ekstremitas yang lebih rendah. Total dosis untuk beberapa suntikan tidak boleh melebihi 350 ml.

Intravena

Excretory urography

Dewasa: 250 mg yodium/ml (Iopamidol inj 51%): 50-100 ml; 300 mg yodium/ml (injeksi Iopamidol 61%): 50 ml; 370 mg yodium/ml (injeksi Iopamidol 76%): 40 ml. kelola dengan injeksi IV cepat.

Intravena

Computed tomography imaging

Dewasa: Kepala: 250 mg yodium/ml (injeksi Iopamidol 51%): 130-240 ml; 300 mg yodium/ml (injeksi Iopamidol 61%): 100-200 ml. Kelola dengan infus IV. Tubuh: 250 mg yodium/ml (injeksi Iopamidol 51%): 130-240 ml; 300 mg yodium/ml (Iopamidol inj 61%): 100-200 ml. Mengelola dengan infus IV yang cepat atau injeksi bolus. Total dosis untuk prosedur tidak boleh melebihi 60 g yodium.

Intra-arteri

Cerebral arteriography

Dewasa: Gunakan 300 mg yodium/ml (injeksi Iopamidol 61%). Tusukan karotis atau transfemoral kateterisasi: 8-12 ml. Total beberapa dosis untuk prosedur hingga 90 ml.

Intra-arteri

Peripheral arteriograph

Dewasa: Gunakan 300 mg yodium/ml (injeksi Iopamidol 61%). Arteri femoralis atau subklavia: 5-40 ml. Aorta untuk keadaan distal: 25-50 ml. Hingga 250 ml telah digunakan.

Intra-arteri

Selective visceral arteriography or aortography

Dewasa: Gunakan 370 mg yodium/ml (injeks Iopamidol 76%). Pembuluh darah yang lebih besar misalnya aorta atau arteri celiac: Hingga 50 ml. Arteri ginjal: Sampai dengan 10 ml. Dosis yang lebih rendah sering kali mencukupi. Jumlah beberapa dosis sampai 225 ml telah digunakan.

Intra-arteri

Coronary arteriography and ventriculography

Dewasa: Gunakan 370 mg yodium/ml (injeksi Iopamidol 76%). Arteri koroner selektif: 2-10 ml. Ventrikulografi atau kekeruhan selektif dari beberapa arteri koroner diikuti injeksi pada akar aorta: 25-50 ml. Total dosis untuk prosedur gabungan hingga 200 ml telah digunakan. Pemantauan EKG sangat penting.

Bagaimana dosis Iopamidol untuk anak-anak?

Intravena

Angiocardiography

Anak: Gunakan 370 mg yodium/ml (injeksi Iopamidol 76%). Untuk injeksi tunggal: <2 tahun: 10-15 ml; 2-9 yr: 15-30 ml; 10-18 thn: 20-50 ml. Kelola dengan injeksi ke dalam vena perifer besar atau dengan kateterisasi jantung langsung. Untuk injeksi kumulatif: <2 tahun: 40 ml; 2-4 yr: 50 ml; 5-9 yr: 100 ml; 10-18 thn: 125 ml.

Intravena

Excretory urography

Anak: Anak-anak: 250 mg yodium/ml (51%): 1,2-3,6 ml / kg; 300 mg yodium/ml (61%): 1-3 ml/kg. Dosis maksimum untuk prosedur: 30 g yodium.

Intravena

Computed tomography imaging

Anak: 250 mg yodium/ml (injeksi Iopamidol 51%): 1,2-3,6 ml/kg; 300 mg yodium/ml (injeksi Iopamidol 61%): 1-3 ml/kg. Dosis total tidak boleh melebihi 30 g yodium.

Dalam dosis apakah Iopamidol tersedia?

Suntikan: 41%, 61%, 76%.

Dosis Iopamidol

Efek samping apa yang dapat dialami karena iopamidol?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hubungi dokter segera jika Anda mengalami:

  • pusing, seperti akan pingsan
  • pembengkakan, berat badan naik drastis, buang air kecil sedikit atau tidak sama sekali
  • sulit bernapas atau napas berbunyi
  • Kejang
  • pembengkakan pada leher atau tenggorokan (pembesaran tiroid)
  • gejala serangan jantung, nyeri dada atau tekanan, nyeri menyebar ke rahang atau bahu, mual, berkeringat
  • tanda-tanda stroke: mati rasa tiba-tiba atau kelemahan (terutama pada satu sisi tubuh), sakit kepala berat tiba-tiba, bicara tidak jelas, gangguan penglihatan atau keseimbangan
  • tanda-tanda gumpalan darah dalam paru-paru: nyeri dada, batuk tiba-tiba, napas berbunyi, napas cepat, batuk darah

Efek samping umum meliputi:

  • sakit dada
  • denyut jantung lambat
  • hawa panas, sensasi terbakar
  • flushing (hangat, kemerahan, atau perasaan geli)
  • mual
  • gatal-gatal
  • pusing

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Efek samping Iopamidol

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan iopamidol?

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Iopamidol?

Beri tahu dokter jika Anda pernah memiliki reaksi terhadap jenis zat kontras lainnya.

Apakah Iopamidol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai untuk menentukan risiko penggunaan pengobatan pada wanita selama kehamilan atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam kategori risiko kehamilan D.

A=tidak berisiko

B=tidak berisiko pada beberapa studi

C=mungkin ada risiko

D=terbukti positif berisiko

X=kontraindikasi

N=tidak diketahui

Iopamidol dapat masuk ke dalam ASI dan membahayakan bayi menyusui. Katakan kepada dokter jika Anda menyusui bayi.

Peringatan dan Perhatian Obat Iopamidol

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan iopamidol?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Iopamidol?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Iopamidol?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • penyakit hati atau ginjal
  • penyakit jantung, termasuk gagal jantung kongestif
  • riwayat stroke, pembekuan darah, atau penyakit arteri koroner
  • asma, demam, alergi makanan
  • epilepsi atau gangguan kejang lainnya
  • anemia sel sabit
  • diabetes
  • infeksi aktif
  • pheochromocytoma (tumor kelenjar adrenal)
  • multiple myeloma (kanker tulang)
  • gangguan tiroid

Interaksi Obat Iopamidol

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Karena Iopamidol hanya digunakan saat tes radiologis saja, Anda tidak akan memerlukan jadwal penggunaan dosis obat.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Zat Kimia pada Produk Pembersih Rumah Membuat Anak Rentan Terkena Asma

Menurut studi terbaru, bahan kimia pada produk pembersih rumah bisa meningkatkan risiko asma pada anak. Mengapa demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Asma, Kesehatan Pernapasan 07/07/2020 . 4 mins read

Agar Berat Badan Terjaga, Ini Jumlah Porsi Makan Siang Ideal

Porsi makan siang harus ditakar dengan tepat untuk memperoleh energi yang cukup. Bagaimana perpaduan komposisi makanan yang baik untuk menu makan siang?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Nutrisi, Hidup Sehat 07/07/2020 . 4 mins read

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . 4 mins read

Berimajinasi Bantu Atasi Stres dan Gangguan Kecemasan

Studi membuktikan bahwa berimajinasi membantu Anda menyelesaikan masalah, menciptakan hal-hal baru, bahkan mengatasi stres dan gangguan kecemasan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 07/07/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

5 Masalah Kesehatan yang Mengintai Freelancer dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 5 mins read

Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental untuk Pebisnis Startup

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 5 mins read

Waspada Komplikasi Akibat Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 8 mins read
ilustrasi pemilik kedai kopi yang memilih merintis usaha atau bekerja sesuai passion

Bagaimana Bekerja sesuai Passion Bisa Bantu Kesehatanmu?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 5 mins read