Interferon Alfa-2B

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 10 mins read
Bagikan sekarang

Interferon Alfa-2B Obat Apa?

Untuk apa interferon alfa-2b?

Obat ini umumnya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kanker, misalnya leukemia, melanoma, dan AIDS terkait sarkoma Kaposi. Obat ini juga digunakan untuk mengobati infeksi virus, misalnya hepatitis B kronis, hepatitis C kronis, dan kondiloma acuminata. Obat ini sama dengan protein alami yang dihasilkan di dalam tubuh (interferon). Diperkirakan obat ini bekerja dengan mempengaruhi fungsi atau pertumbuhan sel serta pertahanan alami tubuh (sistem kekebalan tubuh) dalam berbagai cara. Menambahkan interferon dapat membantu tubuh Anda melawan infeksi kanker ataupun virus.

Bagaimana cara penggunaan Interferon Alfa-2B?

Obat ini diberikan melalui suntikan ke dalam otot atau di bawah kulit sesuai arahan dokter. Balikkan suntikan setiap kali Anda menyuntikkan obat ini untuk mencegah rasa sakit. Obat ini juga dapat diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah atau pada luka secara langsung, biasanya dilakukan oleh seorang perawat profesional.

Jika Anda menggunakan obat ini di rumah untuk diri sendiri, ketahuilah semua persiapan serta petunjuk penggunaan dari perawat profesional Anda. Jangan mengocok obat karena akan menurunkan efektivitas obat. Sebelum digunakan, periksalah produk ini apakah terdapat partikel atau perubahan warna. Jika terdapat gumpalan, jangan gunakan obat tersebut. Ketahui cara penyimpanan serta pembuangan persediaan medis yang aman. Jangan pernah menggunakan jarum suntik berulang kali (hanya sekali pakai). Multidose-pen dapat dipakai berulang kali. Obat ini paling baik digunakan pada malam hari sebelum tidur untuk mengurangi efek samping.

Minumlah banyak cairan ketika menggunakan obat ini, kecuali diarahkan sebaliknya dokter Anda.

Dosis dibuat berdasarkan kondisi medis dan respon tubuh terhadap terapi. Jangan mengubah dosis atau frekuensi penggunaan obat ini tanpa persetujuan dokter. Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat terbaiknya. Untuk membantu Anda ingat, gunakanlah obat pada waktu yang sama setiap malam sehingga dosis menjadi terjadwal.

Berbagai merek Interferon Alfa memiliki dosis yang berbeda-beda dalam darah. Obat ini tersedia dalam berbagai macam, yaitu bubuk dalam botol, larutan dalam botol, serta multidose-pen. Cara penggunaan produk bergantung pada jenis produk yang Anda gunakan. Ikuti arahan dokter Anda dengan hati-hati. Jangan beralih merek tanpa seizin dokter Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Interferon Alfa-2B?

Tenaga kesehatan mungkin akan memberikan Anda pasokan Interferon Alfa untuk beberapa hari. Obat tersedia dalam bentuk bubuk berwarna putih hingga krem, juga larutan sebagai bahan campuran atau larutan yang tidak berwarna dan siap pakai. Semua obat serta larutan harus disimpan dalam lemari es.

Ambillah obat 1 jam sebelum digunakan dari lemari es, taruh pada tempat kering dan bersih dalam suhu ruangan. Ikuti semua petunjuk yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan Anda untuk mempersiapkan obat. Biarkan larutan menjadi hangat sebelum digunakan. Jangan menggunakan obat jika sudah dikeluarkan dari kulkas selama 24 jam atau lebih atau jika sudah berada dalam lemari es lebih dari 30 hari.

Jangan biarkan Interferon Alfa-2A atau Alfa-2B membeku, jangan mengocok obat. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Aturan Pakai Interferon Alfa-2B

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis interferon alfa-2b untuk orang dewasa?

Ikuti dosis yang telah ditetapkan dokter atau sesuai dengan yang tertera di kemasan obat.

Bagaimana dosis Interferon Alfa-2B untuk anak-anak?

Ikuti dosis yang telah ditetapkan dokter atau sesuai dengan yang tertera di kemasan obat.

Dalam dosis apakah Interferon Alfa-2B tersedia?

  • Injeksi, bubuk Lyophilized untuk dilarutkan (dengan 1 ml pengencer) 10 juta unit/botol
  • Injeksi, bubuk Lyophilized untuk dilarutkan (dengan 1 ml pengencer) 18 juta unit/botol
  • Injeksi, bubuk Lyophilized untuk dilarutkan (dengan 1 ml pengencer) 50 juta unit/botol
  • Multidose-pen (larutan untuk injeksi) 18 juta unit/6 dosis (mengandung 22,5 juta unit per 1,5 ml pen)
  • Multidose-pen (solusi untuk injeksi) 30 juta unit/6 dosis (mengandung 37,5 juta unit per 1,5 ml pen)
  • Multidose-pen (solusi untuk injeksi) 60 juta unit/6 dosis (berisi 75 juta unit per 1,5 ml pen)
  • Solusi untuk injeksi 18 juta unit (6 mg/ml multidose vial mengandung 22,8 juta unit per 3,8 ml)
  • Solusi untuk injeksi 25 juta unit (10 mg/ml multidose vial berisi 32 juta unit per 3,2 ml

Dosis Interferon Alfa-2B

Efek samping apa yang dapat dialami karena interferon alfa-2b?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hentikan penggunaan Interferon Alfa-2B dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius seperti:

  • depresi berat, perilaku agresif, atau keinginan menyakiti diri sendiri/orang lain
  • detak jantung cepat atau lambat/tidak menentu, merasa seperti akan pingsan
  • demam, menggigil, nyeri badan, gejala flu, kulit pucat, mudah memar atau perdarahan, kelelahan yang tidak biasa
  • gangguan penglihatan atau pendengaran
  • buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali
  • sakit perut parah, sakit kuning (menguningnya kulit atau mata)
  • batuk dengan lendir kuning atau hijau, merasa sesak napas
  • nyeri dada, nyeri yang menyebar ke lengan atau bahu, mual, berkeringat, nyeri badan
  • mati rasa tiba-tiba atau kelemahan, sakit kepala, kebingungan, atau masalah dengan kemampuan berbicara atau keseimbangan
  • kulit melepuh, mengelupas, dan ruam merah

Efek samping yang tidak begitu serius antara lain:

  • pusing, sensasi berputar
  • nyeri otot, perasaan lelah
  • mual, muntah, diare, kehilangan nafsu makan
  • mulut kering, batuk kering, sakit tenggorokan, rambut rontok
  • gatal ringan atau ruam kulit
  • rasa terbakar, perdarahan, nyeri, gatal-gatal pada area yang disuntikkan

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Efek samping Interferon Alfa-2B

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan interferon alfa-2b?

Sebelum pemberian Interferon Alfa, sebaiknya Anda:

  • hubungi dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap Interferon Alfa atau obat lain.
  • hubungi dokter dan apoteker mengenai obat resep/nonresep yang Anda gunakan, terutama antibiotik dan vitamin.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki atau pernah memiliki penyakit jantung, ginjal atau hati, asma, depresi, gangguan kejiwaan, atau diabetes.
  • hubungi dokter jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil sewaktu menggunakan Interferon Alfa, hubungi dokter Anda.
  • Anda tidak boleh mengubah merek Interferon tanpa memberitahu dokter Anda.

Apakah Interferon Alfa-2B aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai untuk menentukan risiko penggunaan pengobatan pada wanita selama kehamilan atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam kategori risiko kehamilan D.

A=tidak berisiko,

B=tidak berisiko pada beberapa studi,

C=mungkin ada risiko,

D=terbukti positif berisiko,

X=kontraindikasi,

N=tidak diketahui

Belum ada studi yang memadai mengenai penggunaan obat ini pada wanita untuk menentukan risiko terhadap janin ketika menggunakan obat selama menyusui. Pertimbangkan terlebih dahulu mengenai manfaat serta risiko sebelum menggunakan obat ini selama menyusui.

Peringatan dan Perhatian Obat Interferon Alfa-2B

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan interferon alfa-2b?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

  • antikoagulan, misalnya Warfarin, Fluorouracil, atau Theophyllines karena reaksi obat serta risiko efek samping akan meningkat akibat penggunaan Interferon Alfa-2B bubuk
  • obat-obatan yang menurunkan sistem kekebalan tubuh setelah operasi transplantasi organ, misalnya Cyclosporine karena akan menurunkan efektivitas Interferon Alfa-2B bubuk
  • Interleukin-2 atau AZT karena dapat meningkatkan risiko masalah sumsum tulang, memburuknya diabetes, atau masalah ginjal

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Interferon Alfa-2B?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Interferon Alfa-2B?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • gangguan autoimun, misalnya Psoriasis, penyakit Raynaud, Rhabdomyolysis, Rheumatoid Arthritis, Sarcoidosis, Lupus Eritematosus Sistemik, atau Vaskulitis
  • masalah pembekuan darah, misalnya emboli paru, tromboflebitis
  • masalah sumsum tulang
  • masalah usus misalnya kolitis
  • pernah mengalami depresi atau penyakit mental lainnya
  • diabetes
  • diabetes Renopatis (masalah mata)
  • masalah penglihatan (misalnya, retinopati, optik neuritis)
  • pernah mengalami serangan jantung
  • pernah atau sedang memiliki masalah jantung atau pembuluh darah
  • masalah irama jantung (misalnya, aritmia)
  • hipertensi retinopati (masalah mata yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi)
  • hipertrigliseridemia (trigliserida tinggi dalam darah)
  • hipotensi (tekanan darah rendah)
  • gangguan liver
  • penyakit paru-paru atau gangguan pernapasan lainnya (misalnya, COPD)
  • pernah atau sedang mengalami stroke
  • gangguan tiroid. Gunakan dengan hati-hati. Kemungkinan akan membuat kondisi lebih buruk
  • hepatitis autoimun (radang hati)
  • Human Immunodeficiency Virus (HIV)
  • penyakit ginjal
  • transplantasi hati atau organ lainnya
  • anemia sel sabit (gangguan sel darah merah)
  • thalassemia mayor (kelainan darah genetik)
  • melemahnya sistem imun. Tidak boleh digunakan pada pasien dengan kondisi ini
  • penyakit ginjal. Gunakan dengan hati-hati. Efek samping dapat meningkat karena pembuangan sisa-sisa obat dari dalam tubuh berjalan lambat.

Interaksi Obat Interferon Alfa-2B

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

    Diet eliminasi akan membantu Anda untuk menemukan beberapa jenis makanan yang memperburuk kondisi tubuh Anda. Seperti apa dietnya?

    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Alergi, Health Centers 05/07/2020 . 5 menit baca

    Mengenal Time Blocking yang Bisa Jadi Alternatif Atasi Stres

    Time blocking akan membantu Anda lebih fokus pada pekerjaan dengan menyisakan waktu tertentu yang didedikasikan penuh untuk satu kegiatan.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Psikologi 05/07/2020 . 5 menit baca

    Mengenal Walking Meditation, Meditasi Sambil Jalan yang Bikin Pikiran Tenang

    Salah satu teknik meditasi yang menawarkan segudang manfaat adalah walking meditation alias meditasi sambil jalan. Apa bedanya dengan berjalan biasa?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Kebugaran, Hidup Sehat 05/07/2020 . 6 menit baca

    Drunkorexia, Fenomena Rela Tak Makan Demi Minum Alkohol

    Kebiasaan konsumsi alkohol berlebihan mungkin sudah biasa. Lantas, bagaimana dengan rela tidak makan karena ingin minum alkohol atau disebut drunkorexia?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Hidup Sehat, Fakta Unik 04/07/2020 . 6 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    toilet umum covid-19

    COVID-19 Bisa Menular Lewat Toilet Umum, Ini Cara Menghindarinya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 06/07/2020 . 5 menit baca
    jahe untuk ibu hamil

    Manfaat dan Efek Samping Jahe untuk Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 06/07/2020 . 4 menit baca
    postpartum rage

    Mengenal Postpartum Rage, Salah Satu Gejala Postpartum Depression

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 06/07/2020 . 6 menit baca
    pasangan borderline personality disorder

    Tips Awet Bersama Pasangan dengan Borderline Personality Disorder

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . 7 menit baca