Berapa Banyak Dosis Aman Minum Obat Pereda Nyeri?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Obat pereda nyeri dapat mengatasi nyeri akibat penyakit tertentu, cedera, hingga operasi. Namun, obat ini juga memiliki sederet efek samping. Itu sebabnya Anda perlu memahami dosis yang tepat saat mengonsumsi obat pereda nyeri, terutama saat minum obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Dosis aman berbagai obat pereda nyeri

Berikut adalah beberapa jenis obat pereda nyeri yang paling umum serta anjuran penggunaannya:

1. Paracetamol

Paracetamol digunakan untuk meredakan demam, sakit kepala, nyeri haid, migrain, serta rasa nyeri pada tubuh akibat pilek. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dengan dosis 500 atau 665 miligram.

Dosis sekali minum bagi orang dewasa berkisar antara 500-1.000 miligram atau sebanyak 1-2 tablet. Obat pereda nyeri ini dapat dikonsumsi secara rutin atau hanya saat nyeri muncul, tergantung penyebab nyeri dan anjuran dosis dari dokter.

Jangan meminum lebih dari 4.000 miligram paracetamol dalam jangka waktu 24 jam. Jika Anda perlu mengonsumsi paracetamol secara rutin atau rasa nyeri belum mereda, tunggulah selama 4-6 jam dari waktu minum paracetamol sebelumnya.

2. Ibuprofen

Ibuprofen adalah obat pereda nyeri yang termasuk dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Fungsinya untuk mengatasi nyeri yang disebabkan oleh peradangan, seperti pada penderita radang sendi atau orang yang mengalami cedera.

Obat pereda nyeri ini memiliki dosis sekali minum sebesar 200-400 miligram atau setara dengan 1-2 tablet. Konsumsi dalam sehari tidak boleh melebihi 1.200 miligram.

Seperti paracetamol, Anda juga harus memberi jeda setiap meminum ibuprofen.

Jika Anda meminum ibuprofen sebanyak 3 kali sehari, berikan jeda selama 6 jam sebelum dosis selanjutnya. Jika Anda perlu mengonsumsi 4 butir tablet ibuprofen, berikan jeda selama 4 jam antara tiap butir.

3. Naproxen

Seperti ibuprofen, naproxen juga termasuk dalam golongan NSAID. Obat ini digunakan untuk mengatasi berbagai jenis nyeri, termasuk nyeri otot, sakit gigi, migrain, dan nyeri haid. Selain itu, naproxen juga bisa meredakan kemerahan dan bengkak akibat cedera.

Dosis aman obat pereda nyeri ini bervariasi pada setiap orang. Secara umum, ketentuannya adalah sebagai berikut:

  • Nyeri jangka pendek seperti keseleo atau nyeri otot diberikan dosis sebanyak 250 miligram sekali minum. Minum obat ini 3-4 kali sehari jika dibutuhkan.
  • Nyeri jangka panjang seperti rematik diberikan dosis sebanyak 500 miligram dalam sehari. Anda bisa meminumnya dalam satu dosis sekaligus atau membaginya menjadi 2 dosis, masing-masing sebanyak 250 miligram.
  • Bagi penderita asam urat, dosis pertama sebesar 750 miligram. Kemudian, pemberian obat dilanjutkan kembali dengan dosis 250 miligram setiap 8 jam hingga nyeri mereda.
  • Bagi wanita yang mengalami nyeri haid, dosis sekali minum sebesar 250 miligram. Minum obat ini 3 kali sehari hingga nyeri mereda.

4. Asam mefenamat

Asam mefenamat digunakan untuk mengatasi berbagai jenis rasa nyeri, terutama nyeri saat haid dan sakit gigi. Obat yang termasuk dalam golongan NSAID ini juga dapat mengatasi perdarahan berlebih selama menstruasi.

Seperti obat pereda nyeri pada umumnya, asam mefenamat bisa diminum secara rutin dengan dosis tertentu atau hanya ketika nyeri muncul. Dosis sekali minum bagi orang dewasa adalah 500 miligram, dengan batas aman tak lebih dari 1.500 miligram sehari.

Asam mefenamat bisa meningkatkan risiko masalah lambung bila dikonsumsi secara berlebihan. Maka dari itu, jangan menambah dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat ini tidak boleh dikonsumsi lebih dari 7 hari berturut-turut.

5. Codeine

Codeine digunakan untuk mengatasi nyeri berat akibat cedera atau operasi. Obat ini biasanya dikombinasikan dengan paracetamol atau ibuprofen agar menjadi lebih ampuh.

Codeine termasuk dalam golongan obat opioid, atau disebut juga narkotik. Dosis sekali minum bagi orang dewasa berkisar antara 15-60 miligram. Batas aman konsumsi codeine dalam sehari tidak boleh melebihi 360 miligram.

Obat pereda nyeri golongan narkotik harus dikonsumsi berdasarkan anjuran dosis dari dokter. Pasalnya, obat-obatan ini bisa menimbulkan efek kecanduan bila dikonsumsi secara keliru.

Rasa nyeri akibat cedera, penyakit, menstruasi, dan sebab lainnya dapat menurunkan produktivitas sehari-hari. Obat pereda nyeri akan membantu Anda mencegah hal ini dengan mengatasi nyeri yang melanda.

Akan tetapi, Anda tetap harus bijak dalam mengonsumsinya untuk menghindari efek samping. Ketahui dosis tepat dari obat pereda nyeri yang Anda konsumsi dan jangan menggunakannya melebihi anjuran.

Jika Anda telah meminumnya selama beberapa waktu dan nyeri tak kunjung menghilang segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Hati-hati, tidak semua obat pilek bayi aman untuk kesehatan si kecil. Lantas, obat apa saja yang aman dan ampuh mengobati gejala pilek pada bayi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Anak, Parenting 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri, Bikin Obat Jadi Tak Mempan Lagi

Seberapa sering Anda minum obat pereda nyeri untuk menghilangkan rasa sakit Anda? Hati-hati jika terlalu sering, malah rasa sakit tidak hilang. Mengapa?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 12 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Orangtua Perlu Tahu, Ini Persiapan Menjelang Sekolah Tatap Muka

Keputusan mengenai sekolah tatap muka di masa New Normal membuat orangtua khawatir. Berikut adalah persiapan yang bisa Anda lakukan untuk lindungi si Kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Anak 6-9 tahun, Parenting 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat batuk untuk bayi

Obat Batuk untuk Bayi, Mulai dari Alami Hingga Resep Dokter

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 13 menit
ibuprofen demam

Ibuprofen, Si Pereda Demam dan Nyeri yang Aman untuk Anak-anak

Ditulis oleh: Nadhila Erin
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat pereda nyeri tingkatkan risiko stroke

Penyebab Stroke Berdasarkan Jenis dan Berbagai Faktor Risikonya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
obat masuk angin

5 Pilihan Obat Masuk Angin yang Manjur Meredakan Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit