Cilostazol

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Cilostazol Obat Apa?

Untuk apa obat Cilostazol?

Cilostazol adalah obat yang biasanya digunakan untuk mengurangi nyeri otot dan kram yang terjadi selama olahraga. Cilostazol adalah obat antiplatelet dan vasodilator. Obat ini bekerja dengan cara mencegah pembentukan gumpalan platelet dan memperlebar pembuluh darah di kaki. Hal tersebut membantu melancarkan aliran darah dalam tubuh Anda.

Dosis cilostazol dan efek samping cilostazol akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan obat Cilostazol?

Konsumsi obat ini dua kali sehari, minimal 30 menit sebelum atau 2 jam setelah sarapan dan makan malam. Dosis akan didasarkan pada kondisi medis Anda, respon terhadap pengobatan, dan obat-obatan lain yang mungkin Anda gunakan. Pastikan untuk memberitahu dokter dan apoteker tentang semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep, obat non resep, dan produk herbal).

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat paling banyak. Ingatlah untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari. Gejala Anda mungkin mereda dalam 2-4 minggu, tetapi bisa memakan waktu hingga 12 minggu sebelum Anda mendapatkan manfaat penuh dari obat ini. Beritahu dokter jika kondisi Anda tetap atau jika malah memburuk.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan obat Cilostazol?

Cilostazol adalah salah satu obat yang harus disimpan pada suhu ruangan. Jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Cilostazol

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Cilostazol untuk orang dewasa?

Untuk orang dewasa, dosis cilostazon adalah 100 mg secara oral dua kali sehari. Dikonsumsi setidaknya 30 menit sebelum atau 2 jam setelah sarapan dan makan malam.

Bagaimana dosis Cilostazol untuk anak-anak?

Keamanan dan efektivitas belum ditetapkan pada pasien anak (kurang dari 18 tahun).

Dalam dosis apakah obat Cilostazol tersedia?

Kesediaan dosis cilostazol adalah tablet 50 mg dan 100 mg.

Efek samping Cilostazol

Efek samping apa yang dapat dialami akibat konsumsi obat Cilostazol?

Beberapa efek samping yang paling umum dari penggunaan obat cilostazol adalah:

Efek samping lain yang mungkin terjadi dari obat cilostazol adalah:

  • Sakit kepala
  • Nyeri buang air kecil
  • Demam
  • Menggigil
  • Nyeri tubuh
  • Gejala flu
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Pembengkakan pergelangan kaki atau kaki

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Cilostazol

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Cilostazol?

Dalam memutuskan untuk menggunakan obat, risiko minum obat harus dipertimbangkan. Ini adalah keputusan Anda dan dokter Anda. Berikut beberapa hal yang harus Anda pertimbangan saat menggunakan cilostazol adalah:

  • Alergi. Beritahu dokter jika Anda pernah memiliki reaksi yang tidak biasa atau alergi terhadap obat ini atau obat-obatan lainnya. Juga beritahu ahli kesehatan jika Anda memiliki jenis lain dari alergi, seperti untuk makanan, pewarna, pengawet, atau hewan.
  • Anak-anak. Studi pada obat ini telah dilakukan hanya pada pasien dewasa, dan tidak ada informasi spesifik membandingkan penggunaan Cilostazol pada anak-anak dengan pengunaan pada kelompok usia lainnya.
  • Lansia. Obat ini telah diuji di sejumlah pasien dan belum terbukti menyebabkan efek samping yang berbeda atau masalah pada orang tua daripada yang dterjadi pada orang dewasa muda.

Apakah obat Cilostazol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Studi pada wanita menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko yang minimal untuk bayi bila digunakan selama menyusui.

Interaksi Obat Cilostazol

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Cilostazol?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Berikut beberapa obat-obatan yang tidak dianjurkan digunakan bersamaan dengan obat cilostazol adalah:

  • Abciximab
  • Aceclofenac
  • Acemetacin
  • Alipogene Tiparvovec
  • Alteplase, Recombinant
  • Amiodarone
  • Amtolmetin Guacil
  • Anagrelide
  • Apixaban
  • Aspirin
  • Bromfenac
  • Bufexamac
  • Carbamazepine
  • Celecoxib
  • Ceritinib
  • Choline Salicylate
  • Citalopram
  • Clarithromycin
  • Clonixin
  • Clopidogrel
  • Cobicistat
  • Crizotinib
  • Dabigatran Etexilate
  • Dabrafenib
  • Desirudin
  • Desvenlafaxine
  • Dexibuprofen
  • Dexketoprofen
  • Diclofenac
  • Diflunisal
  • Dipyridamole
  • Dipyrone
  • Duloxetine
  • Eliglustat
  • Eptifibatide
  • Escitalopram
  • Eslicarbazepine Acetate
  • Etodolac
  • Etofenamate
  • Etoricoxib
  • Felbinac
  • Fenoprofen
  • Fentanyl
  • Fepradinol
  • Feprazone
  • Floctafenine
  • Flufenamic Acid
  • Fluoxetine
  • Flurbiprofen
  • Fluvoxamine
  • Ginkgo
  • Ibuprofen
  • Ibuprofen Lysine
  • Idelalisib
  • Indomethacin
  • Ketoprofen
  • Ketorolac
  • Levomilnacipran
  • Lornoxicam
  • Loxoprofen
  • Lumiracoxib
  • Meclofenamate
  • Mefenamic Acid
  • Meloxicam
  • Milnacipran
  • Mitotane
  • Morniflumate
  • Nabumetone
  • Naproxen
  • Nefazodone
  • Nepafenac
  • Niflumic Acid
  • Nilotinib
  • Nimesulide
  • Oxaprozin
  • Oxyphenbutazone
  • Parecoxib
  • Paroxetine
  • Phenylbutazone
  • Piketoprofen
  • Piperaquine
  • Piroxicam
  • Pranoprofen
  • Prasugrel
  • Primidone
  • Proglumetacin
  • Propyphenazone
  • Proquazone
  • Rivaroxaban
  • Rofecoxib
  • Salicylic Acid
  • Salsalate
  • Sertraline
  • Siltuximab
  • Sodium Salicylate
  • Sulfinpyrazone
  • Sulindac
  • Tenoxicam
  • Tiaprofenic Acid
  • Ticlopidine
  • Tirofiban
  • Tolfenamic Acid
  • Tolmetin
  • Valdecoxib
  • Venlafaxine
  • Vortioxetine

Menggunakan obat ini dengan salah satu obat-obatan berikut dapat menyebabkan peningkatan risiko efek samping tertentu, tetapi menggunakan kedua obat mungkin merupakan pengobatan terbaik untuk Anda. Jika kedua obat yang diresepkan bersama-sama, dokter Anda dapat mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan salah satu atau kedua obat.

  • Diltiazem
  • Erythromycin
  • Ketoconazole
  • Omeprazole

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Cilostazol?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Cilostazol?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beberapa kondisi kesehatan yang mungkin dapat berinteraksi dengan obat cilostazol adalah:

  • Perdarahan aktif (termasuk tukak lambung dan perdarahan intrakranial misalnya, perdarahan pada otak)
  • Gangguan darah atau pembekuan darah
  • Gagal jantung bawaan
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Trombositopenia (jumlah trombosit yang rendah dalam darah)

Overdosis Cilostazol

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis mungkin termasuk:

  • Sakit kepala parah
  • Pusing
  • Pingsan
  • Diare
  • Denyut jantung cepat atau tidak teratur

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD adalah penyakit yang berhubungan dengan asam lambung. Apa gejala dan penyebabnya serta bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 13 Desember 2020 . Waktu baca 13 menit

Ranitidin dan Omeprazole, Apa Bedanya?

Ranitidin dan omeprazole adalah obat untuk mengobati maag atau penyakit terkait asam lambung. Namun, keduanya memiliki banyak perbedaan. Apa saja?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 6 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

Selain mengonsumsi obat, Anda yang memiliki sakit maag juga perlu mengubah pola makan dengan memilah-milah jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Obat GERD Apotek Paling Ampuh dan Prosedur Medis untuk Mengatasinya

Ada banyak obat untuk menatasi GERD. Entah itu obat GERD medis di apotek, rumahan, maupun perubahan gaya hidup. Apa saja pilihannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk penderita maag makanan untuk penderita asam lambung

11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
ilustrasi nyeri ulu hati, gejala gangguan lambung

Penyebab Utama Nyeri Ulu Hati dan Tips Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
minum obat maag saat hamil

Ini Risikonya Bila Ibu Minum Obat Maag Saat Hamil

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
obat gerd herbal tradisional alami

Obat GERD Alami, dari Bahan Herbal Sampai Perubahan Gaya Hidup

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 20 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit