home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

4 Cara Mencegah Perut Bagian Atas Sakit saat Berolahraga

4 Cara Mencegah Perut Bagian Atas Sakit saat Berolahraga

Pernahkah Anda merasa sakit perut atas saat olahraga lari? Nah, mungkin Anda sedang mengalami athlete’s stitch atau side stitch. Side stitch atau dalam istilah medis disebut sebagai exercise-related transient abdominal pain (ETAP) bisa menjadi salah satu hal yang mengganggu saat Anda berolahraga. Untuk menghindari kondisi yang membuat perut sakit saat olahraga ini, ada beberapa metode yang bisa Anda lakukan.

Apa penyebab side stitch saat berolahraga?

Side stitch atau yang sering kali disebut secara singkat sebagai stitch ini merupakan nyeri yang terasa di sisi kanan atau kiri tubuh, tepatnya pada sepanjang pertemuan antara tulang rusuk dan perut bagian atas. Nyeri perut yang biasanya terjadi saat olahraga ini bisa terasa sakit, seperti ditusuk-tusuk atau kram.

Penyebab dari side stitch belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah penelitian menyebut kondisi ini bisa terjadi saat lapisan rongga perut dan panggul mengalami iritasi akibat gesekan berlebih pada batang tubuh. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pergerakan darah ke diafragma selama berolahraga bisa menyebabkan kondisi ini.

Rasa sakit di perut atas ini umumnya terjadi pada mereka yang berolahraga dengan menggerakkan batang tubuh atau torso secara berulang, seperti berlari, berenang, dan bersepeda. Sebuah studi dalam jurnal Sports Medicine menyebutkan sekitar 70% pelari bisa mengalami side stitch. Bahkan, kondisi ini akan semakin parah jika makan beberapa saat sebelum berolahraga.

Bagaimana cara menghindari perut sakit saat olahraga?

side stitch nyeri perut saat olahraga

Stitch yang bisa menimbulkan sakit perut saat olahraga bukanlah kondisi yang serius. Namun, hal ini tentu mengganggu dan membuat kegiatan olahraga Anda menjadi tidak menyenangkan. Di bawah ini langkah-langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan.

1. Hindari makan dan minum 2 jam sebelum olahraga

Banyak orang yang mengeluhkan stitch setelah makan dan minum dalam jumlah besar. Namun demikian, Anda tetap memerlukan energi untuk berolahraga. Maka dari itu, Anda lebih baik mengatur waktu makan lebih awal, misalnya 3 hingga 4 jam sebelum berolahraga.

Jeda terpendek yang para ahli perbolehkan antara makan dan olahraga adalah 2 jam. Hal ini bertujuan agar Anda tidak mengalami stitch yang menyebabkan perut sakit saat berolahraga. Minumlah dalam jumlah kecil tetapi sering, setidaknya 15 hingga 20 menit sekali saat berolahraga untuk menghindari dehidrasi.

2. Hindari minuman hipertonik sebelum berolahraga

Minuman hipertonik adalah sejenis minuman yang mengandung konsentrasi garam dan gula yang lebih tinggi daripada yang terdapat dalam tubuh. Jenis minuman berkonsentrasi tinggi ini bisa memicu munculnya stitch. Untuk menjaga cairan tubuh Anda, hindari minuman hipertonik dan konsumsi air putih atau minuman olahraga (sports drink) saja sebelum berolahraga.

3. Tingkatkan intensitas olahraga sedikit demi sedikit

Stitch jarang kambuh apabila Anda melakukan olahraga dengan intensitas yang tidak terlalu berbeda jauh dengan yang biasa Anda lakukan. Namun bila Anda tidak pernah berolahraga, kemudian tiba-tiba Anda memulai olahraga dalam intensitas tinggi, kondisi ini akan membuat Anda lebih rentan untuk mengalami stitch.

Atlet yang rutin berolahraga juga berisiko mengalami stitch, apabila mereka meningkatkan durasi latihan dan intensitas secara mendadak. Sebaiknya, tingkatkan kedua hal tersebut secara perlahan sambil mempersiapkan tubuh untuk beradaptasi dengan aktivitas baru.

4. Gunakan supportive broad belt

Postur tubuh yang buruk bisa meningkatkan risiko Anda mengalami stitch. Supportive broad belt yang memiliki tampilan seperti korset bisa Anda gunakan untuk membatasi gerakan pada torso selama berolahraga. Semakin sedikit gerakan pada torso, maka kemungkinan Anda mengalami stitch juga akan semakin kecil.

Lalu, bagaimana mengatasi perut sakit saat olahraga?

Untuk membantu mengurangi rasa sakit dan mengatasi stitch saat berolahraga, beberapa hal yang bisa Anda lakukan seperti berikut ini.

  • Hentikan kegiatan olahraga sejenak atau memperlambat intensitasnya.
  • Tariklah napas panjang dan dalam, kemudian hembuskan secara perlahan untuk mengatasi rasa nyeri.
  • Regangkan otot perut dengan memiringkan tubuh secara perlahan ke bagian yang terasa sakit.
  • Cobalah juga menekan lokasi yang nyeri dengan jari-jari secara lembut saat memiringkan tubuh Anda.
  • Minumlah secara perlahan agar tubuh tetap menjaga hidrasi saat olahraga, tetapi hindari minuman olahraga yang manis saat perut terasa sakit.

Stitch biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa menit atau setelah Anda berhenti olahraga. Apabila Anda rentan mengalami kondisi ini saat berolahraga, sebaiknya atur ulang durasi dan intensitas yang Anda lakukan

Jika kondisi ini tidak hilang setelah beberapa jam Anda berhenti berolahraga, segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan medis. Segera cari pertolongan medis apabila Anda merasakan sakit yang tajam dan menusuk disertai demam dan pembengkakan pada sisi perut.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Minehan, M. (2017). What is the stitch?. Australian Sports Commision. Retrieved 10 April 2017, from https://www.ausport.gov.au/sportsofficialmag/physical_preparation/what_is_the_stitch

What Causes a Side Stitch When You Workout?. UT Health Austin. Retrieved 24 June 2021, from https://uthealthaustin.org/blog/the-cause-of-a-stitch

Chertoff, J., & Weatherspoon, D. (2018). Side Stitch: Causes, Prevention, and More. Healthline. Retrieved 24 June 2021, from https://www.healthline.com/health/side-stitch

Morton, D., & Callister, R. (2015). Exercise-related transient abdominal pain (ETAP). Sports medicine (Auckland, N.Z.), 45(1), 23–35. https://doi.org/10.1007/s40279-014-0245-z

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Tania Savitri Diperbarui 22/07/2021