Mebendazole obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Mebendazole Merek: Gavox.

Penggunaan

Untuk apa Mebendazole?

Mebendazole adalah antihelmintik (obat cacingan) yang efektif membantu melawan dan membasmi berbagai jenis cacing yang berkembang biak di dalam saluran pencernaan.

Cacingan sendiri merupakan salah satu penyakit yang umumnya dialami anak-anak. Meski begitu, infeksi cacing juga bisa saja dialami oleh orang dewasa yang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dan kurang matang hingga tidak menjaga kebersihan diri dengan baik.

Obat ini dapat digunakan sebagai pengobatan lini pertama pada infeksi yang disebabkan oleh cacing cambuk, cacing kremi, cacing gelang, dan cacing tambang. Obat ini juga digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh lebih dari satu cacing ini pada waktu yang sama.

Mebendazole bekerja dengan mencegah cacing agar tidak menyerap gula darah, yang merupakan sumber makanan mereka. Dengan minum obat ini, cacing-cacing dewasa yang ada di saluran cerna akan kelaparan sampai pada akhirnya mati.

Bagaimana cara penggunaan Mebendazole?

Obat dapat diminum sebelum atau setelah makan. Tanyakan pada dokter dan apoteker kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi.

Tablet mebendazole dapat ditelan, dikunyah, atau dihancurkan dan dicampur dengan makanan. Supaya memudahkan menelan seluruh obat dan mengurangi rasa tidak enak di mulut, segera minum segelas air putih setelah mengonsumsinya.

Gunakan dosis obat yang diresepkan dokter atau yang diinstruksikan dalam bungkus kemasan. Jangan menambahkan atau mengorangi dosis obat sembarangan. Minum obat yang tidak sesuai aturan dapat meningkatkan risiko efek samping berbahaya.

Meski Anda merasa sudah agak membaik, tetap gunakan obat ini sampai batas waktu yang ditentukan oleh dokter atau yang tertera pada label kemasan obat. Menghentikan obat secara tiba-tiba dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan memicu efek samping.

Kira-kira dibutuhkan waktu sekitar 3 hari pengobatan sebelum cacing akhirnya hilang dari perut dan usus Anda. Meski begitu, lamanya proses pengobatan ini mungkin akan berbeda pada setiap orang. Sebab, hal ini tergantung pada kondisi kesehatan serta respon pasien terhadap pengobatan yang mereka jalani.

Berpuasa, minum obat pencahar, atau memaksakan diri untuk muntah tidak akan membuat cacing yang ada di dalam saluran cerna mati. Supaya mendapatkan hasil yang maksimal, gunakan obat ini sesuai petunjuk.

Jika infeksi belum sembuh dalam waktu 3 minggu, sebaiknya segera berobat ke dokter. Dokter dapat meresepkan obat lain yang lebih ampuh dan cocok untuk kondisi Anda.

Pada dasarnya, minum obat ini persis seperti yang dianjurkan oleh dokter atau instruksi yang tertera pada bungkus kemasan. Pahami informasi tersebut dengan saksama dan teliti. Bila Anda belum paham belum cara pakainya, jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter dan apoteker.

Bagaimana cara penyimpanan Mebendazole?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Mebendazole untuk orang dewasa?

Dosis obat Mebendazale untuk orang orang dewasa, yaitu:

  • Ascariasis: 100 mg diminum 2 kali sehari selama 3 hari.
  • Filariasis: 100 mg diminum satu kali. Dosis ini harus diulang selama 2 minggu.
  • Infeksi cacing tambang: 100 mg diminum dua kali sehari selama 3 hari.
  • Infeksi Cacing cambuk: 100 mg diminum dua kali sehari selama 3 hari.
  • Infeksi cacing kremi: 100 mg diminum satu kali. Dosis ini harus diulang selama 2 minggu.
  • Trikinosis: 200 hingga 400 mg diminum tiga kali sehari selama 3 hari, kemudian 400 sampai 500 mg tiga kali sehari selama 10 hari.

Dosis obat untuk setiap orang mungkin berbeda-beda. Dokter biasanya menentukan dosis obat yang cocok berdasarkan usia, kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh, serta respon mereka terhadap pengobatan.

Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat jenis apa pun. Hal ini semata-mata untuk memastikan bahwa Anda mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Bagaimana dosis Mebendazole untuk anak-anak?

Dosis obat Mebendazole di bawah dikhususkan untuk anak-anak yang usianya di atas 2 tahun. Sebaiknya berkonsultasi ke dokter guna mengetahui dosis obat cacing yang aman untuk anak anak di bawah usia 2 tahun.

  • Ascariasis: 100 mg diminum 2 kali sehari selama 3 hari.
  • Filariasis: 100 mg diminum satu kali. Dosis ini harus diulang selama 2 minggu.
  • Capillariasis: 200 mg diminum dua kali sehari selama 20 hari. Apabila kambuh dapat diobati dengan terapi yang cukup panjang.
  • Infeksi cacing tambang: 100 mg diminum dua kali sehari selama 3 hari.
  • Infeksi Cacing cambuk: 100 mg diminum dua kali sehari selama 3 hari.
  • Infeksi cacing kremi: 100 mg diminum satu kali. Dosis ini harus diulang selama 2 minggu.
  • Trikinosis: 200 hingga 400 mg diminum tiga kali sehari selama 3 hari, kemudian 400 sampai 500 mg tiga kali sehari selama 10 hari.

Pemberian dosis obat untuk anak usia di bawah 2 tahun disesuaikan denngan berat badan, kondisi kesehatan, serta respon mereka terhadap pengobatan. Jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter tentang dosis pasti obat cacing yang aman untuk buah hati Anda.

Dalam dosis apakah Mebendazole tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet kunyah dengan kekuatan 100 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Mebendazole?

Sama seperti obat pada umumnya, obat ini juga berpotensi menyebabkan efek samping dari yang ringan hingga berat. Sejumlah efek samping yang paling sering dikeluhkan setelah mengonsumsi obat ini di antaranya:

  • Sakit perut
  • Muntah
  • Diare
  • Pusing
  • Sakit kepala ringan
  • Mengantuk
  • Gatal
  • Nafsu makan berkurang
  • Perut kembung

Dalam kasus yang sangat jarang, obat ini mungkin dapat menyebabkan efek samping serius yang ditandai dengan:

  • Sakit perut parah
  • Perdarahan/memar
  • Tanda infeksi serius (misalnya, demam dan sakit tenggorokan berat)
  • Badan terasa sangat lemas, lesu, dan tidak bertenaga
  • Urin berwarna gelap atau merah muda
  • Mata dan kulit berubah warna menjadi kuning (penyakit kuning)
  • Kejang
  • Hilang kesadaran (pingsan)

Obat ini jarang mengakibatkan reaksi alergi yang serius pada tubuh penggunanya. Namun, bila ini terjadi, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Beberapa gejala reaksi alergi serius yang perlu diwaspadai di antaranya:

  • Ruam
  • Gatal-gatal di sebagaian atau sekujur tubuh
  • Pembengkakan di wajah, lidah, dan tenggorokan
  • Pusing berat
  • Sulit bernapas
  • Sesak napas

Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tertentu mengenai efek samping, silakan konsultasikan dengan dokter atau apoteker.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Mebendazole?

Sebelum menggunakan obat ini, ada beberapa hal yang perlu diketahui dan dilakukan, di antaranya:

  • Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat alergi terhadap obat Mebendazole atau obat anticacing lainnya. 
  • Beri tahu dokter bila belakangan ini Anda sedang rutin minum obat-obatan tertentu. Entah itu obat resep, nonresep, hingga obat-obatan herbal. Obat-obatan seperti Carbamazepine (Tegretol) dan phenytoin (Dilantin) diketahui dapat berinteraksi dengan obat mebendazole.
  • Beri tahu dokter bila Anda berencana hamil dan sedang hamil. 
  • Anda sebaiknya tidak menyusui saat menggunakan obat ini. Sebab, obat ini dapat masuk ke dalam ASI sehingga mungkin membahayakan bayi Anda. Silakan berkonsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanut. 
  • Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat penyakit hati dan ginjal. 
  • Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat gangguan pencernaan. 

Mebendazole dapat menyebabkan pusing dan sakit kepala ringan bagi beberapa orang. Bangunlah perlahan dari posisi berbaring atau duduk. Kemudian, posisikan kaki Anda di lantai selama beberapa menit sebelum berdiri.

Waktu pengobatan biasanya membutuhkan sekitar 3 hari. Sementara waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan infeksi tergantung pada kondisi kesehatan dan respon pasien terhadap pengobatan.

Namun, jika infeksi belum sembuh juga dalam waktu 3 minggu, sebaiknya segera berobat ke dokter. Dokter dapat merekomendasikan obat cacing lainnya yang lebih ampuh dan aman untuk kondisi Anda. 

Selain itu, kesadaran tentang kebersihan diri dari anggota keluarga dan lingkungan sekitar sangat diperlukan. Pasalnya, cacing kremi sangat mudah tersebar dari orang yang terinfeksi kepada orang di sekitarnya.

Nah, maka dari itu, untuk mencegah penularan, semprot toilet dengan zat desinfektan setiap hari. Baik orang yang sehat walafiat dan penderita infeksi, sangat dianjurkan untuk rutin cuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah buang air besar/kecil. Cuci pakaian kotor, seprei, dan handuk penderita secara terpisah.

Apakah Mebendazole aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA), setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. 

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Sementara untuk ibu menyusui, obat ini dapat masuk ke dalam ASI sehingga berpotensi membahayakan si kecil. Untuk menghindari berbagai kemungkinan negatif, jangan minum obat ini sembarangan atau tanpa seizin dokter.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Mebendazole?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Beberapa obat-obatan yang dapat mengurangi efektivitas obat mebendazole meliputi:

  • Carbamazepine
  • Cimetidine
  • Ethotoin
  • Fosphenytoin
  • Mephenytoin
  • Metronidazole
  • Phenytoin
  • Sodium iodide i-123
  • Sodium iodide-i-131

Mungkin ada obat lain yang belum disebutkan di atas. Tanyakan langsung tentang obat-obatan yang dapat berinteraksi dengan obat ini. Jangan lupa beri tahu dokter dan apoteker perihal semua obat-obatan yang sedang dan akan rutin Anda konsumsi.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Mebendazole?

Obat-obatan tertentu sebaiknya tidak digunakan ketika atau sekitar waktu makan atau mengonsumsi jenis makanan tertentu karena interaksi dapat terjadi.

Menggunakan alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi. Diskusikan dengan ahli kesehatan Anda untuk penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau tembakau.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Mebendazole?

Adanya masalah medis lain dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberi tahu dokter jika Anda memiliki masalah medis lain, terutama:

  • Hipersensitivitas terhadap obat mebendazole
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Gangguan pencernaan seperti kolitis ulserativa
  • Wanita hamil dan menyusui

Bila Anda ada kekhawatiran tentang kondisi medis tertentu, jangan sungkan untuk berkonsultasi langsung ke dokter.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Ketika seseorang mengalami overdosis, berbagai gejala yang mungkin muncul yaitu:

  • Tekanan darah yang terlalu rendah (hipotensi) yang membuat kepala menjadi pusing
  • Pingsan
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Detak jantung lebih lambat dari kondisi normal

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis dalam satu kali minum.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber gambar: Freepik

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: November 8, 2019

Sumber