Nama Generik: Haloperidol Merek: Dores, Lodomer, Govotil, Haldol, Haldol Decanoas, Haloperidol Indo Farma dan Serenace.

Penggunaan

Untuk apa Haloperidol?

Haloperidol adalah obat dengan fungsi untuk mengobati gangguan mental/mood (misalnya skizofrenia, gangguan skizoafektif). Obat ini membantu Anda berpikir lebih jernih, lebih tidak gugup, dan berpartisipasi setiap hari dalam hidup. Obat ini juga dapat mencegah ide bunuh diri pada orang yang ingin melukai dirinya. Obat ini juga mengurangi agresi dan keinginan untuk melukai orang lain. Obat ini dapat mengurangi pikiran negatif dan halusinasi.

Haloperidol dapat juga digunakan untuk mengobati pergerakan tak terkontrol dan kata-kata/suara semburan berkaitan dengan gangguan Tourette. Haloperidol juga dapat digunakan untuk masalah perilaku berat pada anak hiperaktif saat terapi atau obat lain tidak bekerja.

Haloperidol adalah obat kejiwaan (tipe antipsikotik) yang bekerja dengan menjaga keseimbangan substansi kimia otak tertentu (neurotransmiter).

PENGGUNAAN LAIN: Section ini berisi penggunaan obat yang tidak disebutkan di label yang disetujui profesional namun dapat diresepkan oleh dokter Anda. Gunakan obat ini pada kondisi yang disebutkan pada section ini hanya bila diresepkan oleh dokter Anda.

Kadang-kadang, Haloperidol juga dapat digunakan pada pasien yang dirawat dengan masalah perilaku berat atau kebingungan dalam waktu singkat. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati mual dan muntah akibat terapi kanker.

Dosis haloperidol dan efek samping haloperidol akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan Haloperidol?

Minumlah obat ini dengan atau tanpa makanan sesuai anjuran dokter. Jika Anda meminum obat ini dalam bentuk liquid, gunakan alat pengukur obat untuk mengukur dosis yang tepat sesuai yang diresepkan. Jika Anda tidak memiliki alat tersebut, mintalah pada apoteker sehingga dosis Anda dapat tepat.

Dosis obat ini berdasarkan kondisi kesehatan, usia, berat badan, tes laboratorium, dan respon terapi Anda. Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda, gunakan setiap hari dalam waktu yang sama. Jangan berhenti minum obat secara mendadak tanpa sepengetahuan dokter. Beberapa kondisi dapat memburuk saat obat dihentikan mendadak. Dosis Anda dapat diturunkan secara bertahap.

Beritahukan dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau bahkan memburuk.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Haloperidol?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Haloperidol untuk orang dewasa?

Dosis Dewasa untuk ICU AgitationHaloperidol lactate:IV, intermiten: 0.03-0.15 mg/kg IV (2-10 mg) setiap 30 menit hingga 6 jam.IV, infus: 3-25 mg/jam dengan infus IV berkelanjutan, digunakan untuk pasien ventilator dengan agitasi dan delirium.

Dosis Dewasa untuk DementiaUntuk masalah perilaku non psikotik berkaitan dengan demensia:Dosis awal: 0.5 mg secara oral 2-3 kali sehari.Dosis rumatan: 0.5-3 mg secara oral 2 kali sehari.

Dosis Dewasa untuk ManiaOral:Dosis awal: 0.5-5 mg secara oral 2-3 kali sehariDosis rumatan: 1-30 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi. Terkadang, Haloperidol digunakan dalam dosis di atas 100 mg untuk pasien yang sangat kebal; meski begitu, pemakaian klinis terbata belum mendemonstrasikan keamanan pemberian jangka panjang pada dosis ini.Parenteral:Haloperidol Lactate:2-5 mg IM atau IV untuk kontrol segera. Dapat diulang setiap 4-8 jam. Dosis hingga 8-10 mg dapat diberikan intramuskular. Pasien teragitasi akut dapat membutuhkan suntikan per jam.

Dosis Dewasa untuk Mual/Muntah Oral:1-5 mg secara oral setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan.Parenteral:Haloperidol lactate:1-5 mg IM atau IV setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan.

Dosis Dewasa untuk PsikosisOral:Dosis awal: 0.5-5 mg secara oral 2-3 kali sehariDosis rumatan: 1-30 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi. Dosis harian hingga 100 mg telah digunakan. Terkadang, Haloperidol digunakan dalam dosis di atas 100 mg untuk pasien yang sangat kebal; meski begitu, pemakaian klinis terbata belum mendemonstrasikan keamanan pemberian jangka panjang pada dosis ini.Parenteral:Haloperidol lactate:2-5 mg IM atau IV untuk kontrol segera. Dapat diulang setiap 4-8 jam. Dosis hingga 8-10 mg dapat diberikan intramuskular. Pasien teragitasi akut dapat membutuhkan suntikan per jam.

Haloperidol decanoate:Dosis awal: 10-15 kali dosisi harian oral sebelumnya intramuskular setiap 3-4 minggu. Dosis awal tidak lebih dari 100 mg dan harus diberikan dalam 3-7 hari. Pengalaman terbatas dengan dosis lebih dari 450 mg/bulan. Jangan berikan secara IV.

Dosis Dewasa untuk Sindroma TouretteDosis awal: 0.5-2 mg secara oral 2-3 kali sehari.Dosis rumatan: dapat ditingkatkan dalam 5-7 hari menjadi 3-5 mg 2-3 kali sehari untuk kasus yang lebih berat atau kebal.

Bagaimana dosis Haloperidol untuk anak-anak?

Dosis Anak untuk PsikosisOral:≤ 2 tahun atau kurang dari or 15 kg: Tidak dianjurkan.3-12 tahun dan 15-40 kg:Dosis awal: 0.5 mg/hari secara oral dalam 2-3 dosis terbagi.Dosis rumatan: dosis harian dapat ditingkatkan setiap 5-7 hari dengan peningkatan 0.25-0.5 mg. Rentang biasanya 0.05-0.15 mg/kg/hari dalam 2-3 dosis terbagi. Sedikit bukti bahwa perbaikan perilaku meningkat dengan dosis lebih dari 6 mg/hari.13-18 tahun dan lebih dari 40 kg:Dosis awal: 0.5-5 mg secara oral 2-3 kali sehari.Dosis rumatan: 1-30 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi. Dosis harian hingga 100 mg telah digunakan. Terkadang, Haloperidol digunakan dalam dosis di atas 100 mg untuk pasien yang sangat kebal; meski begitu, pemakaian klinis terbata belum mendemonstrasikan keamanan pemberian jangka panjang pada dosis ini.Parenteral:Haloperidol lactate:≤ 5 tahun: Tidak dianjurkan.6-12 tahun: 1-3 mg IM setiap 4-8 jam sesuai kebutuhan (maksimal 0.15 mg/kg/hari). Pasien harus diganti ke terapi oral sesegera mungkin.13-18 tahun: 2-5 mg IM setiap 4-8 jam sesuai kebutuhan.Haloperidol decanoate:≤ 17 tahun: keamanan dan efikasi belum diketahui.

Dosis Anak untuk Sindrom Tourette≤2 tahun atau kurang dari 15 kg: Tidak dianjurkan.3-12 tahun dan 15-40 kg:Dosis awal: 0.5 mg/hari secara oral dalam 2-3 dosis terbagi.Dosis rumatan: dosis harian dapat ditingkatkan dengan peningkatan 0.25-0.5 mg hingga 0.05-0.075 mg/kg/hari. Sedikit bukti bahwa perbaikan perilaku meningkat dengan dosis lebih dari 6 mg/hari.13 -18 tahun dan lebih dari 40 kg: 1-2 mg secara oral 2-3 kali sehari.

Dalam dosis apakah Haloperidol tersedia?

Haloperidol tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut.

Concentrate, Oral, as lactate: 2 mg/mL (5 mL, 15 mL, 120 mL)Solution, Intramuskular, as decanoate: 50 mg/mL, 100 mg/mLSolution, Injection, as lactate: 5 mg/mLTablet, Oral: 0.5 mg, 1 mg, 2 mg, 5 mg, 10 mg, 20 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Haloperidol?

Efek samping berupa: pusing, mengantuk, sulit buang air kecil, masalah tidur, sakit kepala, cemas, dan nyeri di tempat suntikan dapat terjadi. Jika efek ini menetap atau membruruk, beritahukan dokter atau apoteker segera.

Beri tahukan dokter segera jika efek samping berikut terjadi: spasme otot/kaku, gemetar (tremor), gelisah, ekspresi wajah seperti topeng, mengences. Dokter mungkin memberikan obat lain untuk digunakan bersama Haloperidol untuk menurunkan efek samping ini.

Beritahukan dokter segera jika efek samping sangat serius namun jarang ini terjadi: mual/muntah menetap, nyeri perut, kulit/mata menguning, kejang, tanda infeksi (seperti demam, sakit tenggorokan menetap). Carilah perawatan medis segera jika efek samping sangat serius namun jarang ini terjadi: denyut jantung lambat, pusing hebat, nyeri dada, pingsan.

Reaksi alergi sangat berat obat ini sangat jarang, namun carilah perawatan medis segera jika ini terjadi. Gejala reaksi alergi yaitu: ruam, gatal/bengkak (khususnya wajah/lidah/tenggorokan), pusing hebat, masalah pernapasan.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Haloperidol?

Sebelum menggunakan Haloperidol,

  • Beri tahukan dokter dan apoteker jika Anda alergi Haloperidol atau obat lain
  • Beri tahu dokter dan apoteker Anda obat resep dan non resep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda gunakan atau berencana gunakan. Pastikan menyebut obat berikut ini: amiodarone (Cordarone); antikoagulan (pengencer darah); antihistamin; disopyramide (Norpace); dofetilide (Tikosyn); epinephrine (Epipen); erythromycin (E.E.S., E-Mycin, Erythrocin); ipratropium (Atrovent); lithium (Eskalith, Lithobid); obat ansietas, depresi, obat gangguan usus, gangguan mental, mabuk, penyakit Parkinson, kejang, ulkus, atau masalah BAK; methyldopa; moxifloxacin (Avelox); antinyeri narkotik; pimozide (Orap); procainamide; quinidine; rifampin (Rifater, Rifadin); sedatif; sotalol (Betapace, Betapace AF); sparfloxacin (Zagam) (tidak tersedia di AS); obat tidur; thioridazine; dan penenang. Dokter dapat mengubah dosis atau memonitor ketat efek samping yang timbul
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita atau pernah menderita penyakit Parkinson (PD; gangguan sistem saraf yang menyebabkan sulit bergerak, kontrol otot dan keseimbangan). Dokter Anda mungkin meminta Anda untuk tidak menggunakan Haloperidol
  • Beri tahukan dokter jika Anda atau anggota keluarga Anda mengalami atau pernah mengalami sondroma QT memanjang (kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya denyut jantung tidak teratur yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, atau kematian mendadak). Dan juga beritahukan dokter jika Anda menderita atau pernah menderita kanker payudara; gangguan bipolar (kondisi yang menyebabkan episode depresi, mania dan mood abnormal lainnya); citrullinemia (kondisi yang menyebabkan tingginya ammonia dalam darah); electroencephalogram abnormal (EEG; tes yang merekam aktivitas listrik otak); kejang; denyut jantung tidak teratur; kadar calcium atau magnesium rendah dalam darah; nyeri dada; atau penyakit jantung atau tiroid. Dan juga beritahukan dokter Anda pernah berhenti menggunakan obat gangguan mental karena efek samping yang berat
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda akan hamil dan sedang konsumsi Haloperidol, hubungi dokter Anda. Haloperidol dapat menyebabkan masalah pada bayi baru lahir setelah kelahiran jika digunakan selama bulan terakhir kehamilan
  • Jika Anda akan melakukan operasi, seperti operasi gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda menggunakan Haloperidol
  • Anda harus tahu bahwa obat ini dapat membuat Anda mengantuk. Jangan menyetir mobil atau menjalankan kendaraan bermesin hingga efek obat sudah habis
  • Tanyakan dokter mengenai keamanan konsumsi alkohol selama terapi dengan Haloperidol. Alkohol dapat memperburuk efek samping Haloperidol

Apakah Haloperidol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Haloperidol?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Beberapa obat DAPAT BERINTERAKSI dengan Haloperidol. Beritahukan dengan penyedia layanan kesehatan jika Anda menggunakan obat lain, khususnya obat berikut ini:

  • Antiaritmia (misalnya amiodarone, disopyramide, dofetilide, dronedarone, flecainide, procainamide, quinidine, propafenone, sotalol), antipsikotik (misalnya iloperidone, paliperidone, ziprasidone), arsenic, astemizole, bepridil, chloroquine, cisapride, dolasetron, domperidone, droperidol, halofantrine, ketolides (misalnya telithromycin), kinase inhibitors (misalnya lapatinib, nilotinib), macrolides (misalnya erythromycin), maprotiline, methadone, phenothiazines (misalnya thioridazine), pimozide, quinolone antibiotik (misalnya levofloxacin, moxifloxacin), terfenadine , atau tetrabenazine karena risiko efek samping jantung dapat meningkat
  • Lithium karena efek toksik, termasuk lemah, lemas berat, bingung, pergerakan otot yang tidak biasa, dan kerusakan otak, terjadi pada beberapa pasien menggunakan kombinasi obat ini. Tidak diketahui apakah kombinasi Haloperidol dan lithium dapat menyebabkan reaksi ini. Diskusikan hal ini dengan dokter
  • Tramadol karena risiko kejang dapat meningkat
  • Antikolinergik (misalnya benztropine) atau carbamazepine karena obat ini dapat meningkatkan risiko efek samping Haloperidol atau menurunkan efektivitas Haloperidol
  • Antijamur Azole (misalnya ketoconazole, itraconazole) karena dapat meningkatkan risiko efek samping Haloperidol
  • Rifampin karena dapat menurunkan efektivitas Haloperidol
  • Antikoagulan (misalnya warfarin), antinyeri narkotik, atau sodium oxybate (GHB) karena risiko efek samping obat ini dapat meningkat akibat Haloperidol

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Haloperidol?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Haloperidol?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khusunya:

  • Riwayat kanker payudara
  • Nyeri dada
  • Penyakit jantung atau pembuluh darah berat
  • Hiperprolaktinemia (prolaktin tinggi dalam darah)
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Mania
  • Riwayat sindrom neuroleptic malignan
  • Riwayat kejang atau epilepsi—gunakan dengan hati-hati. dapat memperburuk kondisi
  • Depresi sitem saraf pusat berat
  • Koma
  • Demensia pada lansia
  • Penyakit Parkinson—tidak boleh digunakan pada pasien dengan kondisi ini
  • Riwayat masalah ritme jantung. (misalnya familial long QT-syndrome)
  • Hipokalemia (potassium rendah dalam)
  • Hipomagnesemia (magnesium rendah dalam darah)
  • Hipoiroid (tiroid kurang aktif)
  • Tirotoksikosis (tiroid overaktif)—dapat meningkatkan risiko efek samping yang lebih serius.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis yaitu:

  • Pergerakan anggota tubuh tidak biasa, lambat atau tak terkontrol
  • Otot kaku atau lemah
  • Napas lambat
  • Mengantuk
  • Penurunan kesadaran

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

BACA JUGA:

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan