Haloperidol obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Nama Generik: Haloperidol Merek: Dores, Lodomer, Govotil, Haldol, Haldol Decanoas, Haloperidol Indo Farma dan Serenace.

Penggunaan

Untuk apakah Haloperidol digunakan?

Haloperidol adalah obat minum yang tersedia dalam bentuk tablet maupun obat cair. Tetapi, obat ini juga tersedia dalam bentuk cairan injeksi. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antipsikotik yang bekerja dengan cara membantu menyeimbangan zat kimia alami yang terdapat di dalam otak (neurotransmitter).

Haloperidol umumnya digunakan untuk mengobati gangguan mental, misalnya skizofrenia, gangguan skizoafektif). Obat ini membantu Anda berpikir lebih jernih, tidak gugup, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial atau kehidupan sehari-hari.

Obat ini juga dapat mencegah pasien untuk memiliki pikiran bunuh diri, khususnya pada orang yang suka melukai dirinya. Ditambah lagi, obat ini juga mengurangi halusinasi.

Penggunaan haloperidol lainnya adalah untuk mengatasi pergerakan tak terkontrol yang berkaitan dengan sindrom Tourette. Haloperidol juga dapat digunakan untuk masalah perilaku pada anak hiperaktif saat terapi atau obat lain tidak bisa digunakan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Obat ini termasuk ke dalam jenis obat resep, sehingga Anda tidak bisa bebas membelinya di apotek tanpa resep dari dokter.

Bagaimana cara penggunaan haloperidol?

Beberapa hal berikut harus Anda perhatikan saat menggunakan haloperidol, di antaranya adalah:

  • Minumlah obat ini dengan atau tanpa makanan sesuai anjuran dokter.
  • Sementara, cara mengonsumsi haloperidol dalam bentuk cair adalah dengan menggunakan alat pengukur dosis untuk mengukur dosis yang tepat sesuai yang diresepkan. Jika Anda tidak memiliki alat tersebut, mintalah pada apoteker sehingga dosis Anda dapat tepat.
  • Dosis obat ini ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi kesehatan, usia, berat badan, tes laboratorium, dan respon terapi Anda.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda, gunakan setiap hari dalam waktu yang sama.
  • Jangan berhenti minum obat secara mendadak tanpa sepengetahuan dokter. Beberapa kondisi dapat memburuk saat obat dihentikan mendadak.
  • Cara terbaik untuk berhenti dari penggunaan haloperidol adalah dengan menurunkan dosis secara bertahap.

Bagaimana cara penyimpanan haloperidol?

Ada peraturan penyimpanan obat yang harus Anda gunakan jika hendak menyimpan haloperidol, di antaranya adalah:

  • Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap.
  • Jangan menyimpan obat di kamar mandi dan jangan pula dibekukan di dalam freezer.
  • Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.
  • Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.
  • Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Sementara, jika Anda ingin membuang obat ini, ikuti peraturan pembuangan haloperidol, di antaranya adalah:

  • Jangan membuang obat bersamaan dengan sampah rumah tangga.
  • Jangan menyiramkannya di toilet ataupun di saluran pembuangan air lainnya.
  • Jika Anda tidak yakin bagaimana cara membuang obat yang baik dan aman untuk kesehatan lingkungan, tanyakan kepada apoteker.

Obat harus segera dibuang jika sudah tidak digunakan lagi atau masa berlakunya telah habis.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis haloperidol untuk orang dewasa?

Dosis dewasa untuk psikosis

Dosis oral

  • Dosis untuk gejala sedang: 0.5-2 miligram (mg) diminum 2-3 kali sehari.
  • Dosis untuk gejala parah: 3-5 mg diminum 2-3 kali dalam sehari
  • Dosis perawatan: Dosis ini akan disesuaikan dengan kondisi Anda.

Dosis dewasa untuk skizofrenia

Dosis oral

  • Dosis untuk gejala sedang: 0.5-2 miligram (mg) diminum 2-3 kali sehari.
  • Dosis untuk gejala parah: 3-5 mg diminum 2-3 kali dalam sehari
  • Dosis perawatan: Dosis ini akan disesuaikan dengan kondisi Anda.

Dosis dewasa untuk agitasi

Dosis oral

  • Dosis untuk gejala sedang: 0.5-2 miligram (mg) diminum 2-3 kali sehari.
  • Dosis untuk gejala parah: 3-5 mg diminum 2-3 kali dalam sehari
  • Dosis perawatan: Dosis ini akan disesuaikan dengan kondisi Anda.

Dosis injeksi

  • 2-5 mg yang disuntikkan secara IM setiap 4-8 jam sekali
  • Dosis maksimum: 20 mg/hari

Dosis dewasa untuk sindrom Tourette

Dosis oral

  • Dosis untuk gejala sedang: 0.5-2 miligram (mg) diminum 2-3 kali sehari.
  • Dosis untuk gejala parah: 3-5 mg diminum 2-3 kali dalam sehari
  • Dosis perawatan: Dosis ini akan disesuaikan dengan kondisi Anda.

Bagaimana dosis haloperidol untuk anak-anak?

Dosis anak untuk psikosis

  • Dosis untuk anak usia 3-12 tahun dengan berat badan 5-40 kg:
    • Dosis awal: 0.5 mg/hari diminum 2-3 dosis yang terpisah.
    • Tambahkan dosis sebanyak 0.5 mg setiap 5-7 hari sekali untuk mendapatkan efek maksimal.
    • Dosis perawatan: 0.05-0.15 mg/kg/hari dalam 2-3 dosis terpisah.
  • Dosis untuk anak usia 13 tahun ke atas dengan berat lebih dari 40 kg:
    • Dosis untuk gejala sedang: 0.5 – 2 miligram (mg) diminum sebanyak 2-3 kali dalam sehari.
    • Dosis untuk gejala berat: 3-5 mg diminum 2-3 kali sehari.
    • Dosis perawatan: Dosis akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Dosis anak-anak untuk sindrom Tourette

  • Dosis untuk anak usia 3-12 tahun dengan berat 15-40 kg:
    • Dosis awal: 0.5 mg/hari diminum dalam 2-3 dosis terpisah
    • Dosis perawatan: 0.05-0.075 mg/kg/hari
  • Dosis untuk anak usia 13 5ahun ke atas dengan berat badan lebih dari 40 kg:
    • Dosis untuk gejala sedang: 0.5 – 2 miligram (mg) diminum sebanyak 2-3 kali dalam sehari.
    • Dosis untuk gejala berat: 3-5 mg diminum 2-3 kali sehari.
    • Dosis perawatan: Dosis akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Dosis anak-anak untuk perilaku agresif

  • Dosis anak-anak untuk usia 3-12 tahun dengan berat badan 15-40 kg:
    • Dosis awal: 0.5 mg/hari diminum dalam 2-3 dosis terpisah
    • Dosis perawatan: 0.05-.075 mg/kg/hari.

Dalam dosis apakah haloperidol tersedia?

Haloperidol tersedia dalam dosis yang berbeda-beda, di antaranya adalah:

Concentrate, Oral, as lactate: 2 mg/mL (5 mL, 15 mL, 120 mL)
Solution, Intramuskular, as decanoate: 50 mg/mL, 100 mg/mL
Solution, Injection, as lactate: 5 mg/mL
Tablet, Oral: 0.5 mg, 1 mg, 2 mg, 5 mg, 10 mg, 20 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena haloperidol?

Penggunaan haloperidol juga dapat menimbulkan efek samping penggunaan, di antaranya adalah:

  • Pusing
  • Mengantuk
  • Sulit buang air kecil
  • Masalah tidur
  • Sakit kepala
  • Cemas
  • Nyeri di tempat suntikan
  • Agitasi
  • Siklus menstruasi tidak teratur
  • Pada pria, kehilangan gairah seksual
  • Payudara membengkak dan terasa sakit
  • Perubahan suasana hati
  • Pergerakan mata tidak dapat terkontrol
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Heartburn
  • Produksi saliva bertambah
  • Pandangan mata buram
  • Sembelit

Jika efek ini menetap atau justru semakin buruk, beri tahukan dokter atau apoteker segera. Tetapi, ada juga efek samping serius yang mungkin terjadi akibat penggunaan haloperidol, di antaranya:

  • Detak jantung tidak teratur
  • Kejang
  • Pandangan mata semakin berkurang
  • Ruam kulit
  • Ada titik hitam saat memandang sesuatu
  • Kehilangan rasa ingin minum
  • Kram leher
  • Demam
  • Otot kaku
  • Berkeringat dalam jumlah banyak
  • Tenggorokan terasa sesak
  • Tidak bisa bernafas atau mengunyah

Jika Anda mengalami efek samping serius di atas, segera beri tahu dokter dan dapatkan perawatan medis.

Tidak semua orang mengalami efek samping yang telah disebutkan di atas. Bahkan, beberapa orang mungkin tidak mengalami efek samping sama sekali. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu setelah menggunakan obat ini, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Haloperidol?

Sebelum menggunakan haloperidol, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui, di antaranya adalah:

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda memiliki alergi terhadap haloperidol atau bahan lain yang terdapat di dalam obat ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan lain, makanan, zat pewarna, zat pengawet, hingga alergi terhadap hewan.
  • Beri tahu dokter segala jenis obat resep, non resep, vitamin, suplemen makanan, hingga produk herbal yang Anda telah, sedang, atau rencana gunakan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
  • Dokter dapat mengubah dosis atau memonitor dengan ketat efek samping yang timbul.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita penyakit Parkinson. Dokter Anda mungkin meminta Anda untuk tidak menggunakan haloperidol.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah menderita kanker payudara; gangguan bipolar (kondisi yang menyebabkan episode depresi, mania dan mood abnormal lainnya); citrullinemia (kondisi yang menyebabkan tingginya ammonia dalam darah); electroencephalogram abnormal (EEG; tes yang merekam aktivitas listrik otak); kejang; denyut jantung tidak teratur; kadar kalsium atau magnesium rendah dalam darah; nyeri dada; atau penyakit jantung atau tiroid.
  • Beri tahukan dokter jika Anda pernah berhenti menggunakan obat gangguan mental karena efek samping yang berat.
  • Jika Anda akan melakukan operasi, seperti operasi gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda menggunakan haloperidol.
  • Jangan menyetir mobil atau melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi hingga efek obat telah habis karena obat ini dapat menyebabkan rasa kantuk.

Apakah haloperidol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Tetapi menggunakan obat antipsikotik saat trisemester ketiga dapat menyebabkan masalah pada bayi saat lahir. Tetapi, jika Anda mendadak berhenti menggunakan obat, Anda mungkin juga dapat mengalami efek samping. Jika Anda tiba-tiba hamil saat menggunakan obat ini, segera tanyakan kepada dokter apa yang harus Anda lakukan.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA) atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat lain apa yang mungkin berinteraksi dengan Haloperidol?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Beberapa obat dapat berinteraksi dengan haloperidol adalah:

  • amiodarone (Cordarone)
  • antikoagulan (pengencer darah)
  • Antihistamin
  • Antijamur Azole (misalnya ketoconazole, itraconazole)
  • antipsikotik (misalnya iloperidone, paliperidone, ziprasidone)
  •  arsenic
  •  astemizole
  • bepridil
  • chloroquine
  • cisapride
  • dolasetron
  • disopyramide (Norpace)
  • dofetilide (Tikosyn)
  • dronedarone
  • droperidol
  • halofantrine,
  • ketolides (misalnya telithromycin),
  • kinase inhibitors (misalnya lapatinib, nilotinib),
  • macrolides (misalnya erythromycin),
  • maprotiline,
  • methadone,
  • phenothiazines (misalnya thioridazine),
  • pimozide,
  • quinolone antibiotik (misalnya levofloxacin, moxifloxacin),
  • terfenadine ,
  • tetrabenazine
  • epinephrine (Epipen)
  • erythromycin (E.E.S., E-Mycin, Erythrocin)
  • flecainide
  • ipratropium (Atrovent)
  • lithium (Eskalith, Lithobid)
  • obat ansietas
  • Depresi
  • obat gangguan usus
  • gangguan mental
  • Mabuk
  • penyakit Parkinson
  • Kejang
  • Ulkus
  • Masalah BAK
  • Methyldopa
  • moxifloxacin (Avelox)
  • antinyeri narkotik
  • pimozide (Orap)
  • Procainamide
  •  propafenone
  • Quinidine
  • rifampin (Rifater, Rifadin)
  • Sedatif
  • sotalol (Betapace, Betapace AF)
  • sparfloxacin (Zagam)
  • obat tidur
  • Thioridazine
  • Obat penenang
  • tramadol
  • antikolinergik (misalnya benztropine atau carbamazepine)

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan haloperidol?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan haloperidol?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain agar dokter dapat membantu mengatur dosis untuk Anda. Kondisi kesehatan yang dapat berinteraksi dengan haloperidol adalah:

  • riwayat kanker payudara
  • nyeri dada
  • penyakit jantung atau pembuluh darah berat
  • hiperprolaktinemia (prolaktin tinggi dalam darah)
  • hipotensi (tekanan darah rendah)
  • mania
  • riwayat kejang atau epilepsi. Gunakan dengan hati-hati karena dapat memperburuk kondisi
  • depresi sistem saraf pusat berat
  • koma
  • demensia pada lansia
  • penyakit Parkinson.
  • riwayat masalah ritme jantung
  • Hipokalemia, atau kondisi di mana gula darah terlalu rendah
  • hipomagnesemia (magnesium rendah dalam darah)
  • hipoitiroid (tiroid kurang aktif)
  • hipertiroid (tiroid overaktif. Dapat meningkatkan risiko efek samping yang lebih serius.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis yaitu:

  • pergerakan anggota tubuh tidak biasa, lambat atau tak terkontrol
  • otot kaku atau lemah
  • napas lambat
  • mengantuk
  • penurunan kesadaran

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Oktober 30, 2019

Sumber