Nama Generik: Aspirin Merek: Hanya generik. Tidak ada merek.

Penggunaan

Untuk apa obat Aspirin?

Aspirin adalah obat untuk mengurangi demam dan meredakan nyeri ringan sampai sedang dari kondisi seperti nyeri otot, sakit gigi, pilek, dan sakit kepala. Aspirin mungkin juga berguna untuk meredakan nyeri dan bengkak karena kondisi seperti arthritis.

Aspirin dikenal sebagai salicylate dan obat antiradang nonsteroid (NSAID). Obat ini bekerja dengan menghambat zat alami tertentu di dalam tubuh untuk mengurangi nyeri dan bengkak. Konsultasi dengan dokter sebelum mengobati anak berumur kurang dari 12 tahun.

Dokter mungkin menyuruh Anda minum aspirin berdosis rendah untuk mencegah penggumpalan darah. Efek ini mengurangi risiko stroke dan serangan jantung. Jika Anda baru-baru ini menjalani operasi pada arteri tersumbat (misalnya operasi bypass, carotid endarterectomy, coronary stent), dokter mungkin menyuruh Anda minum aspirin berdosis rendah sebagai “obat pengencer darah” agar mencegah penggumpalan darah.

Bagaimana aturan pakai Aspirin?

Bila Anda sedang minum obat ini sebagai perawatan diri sendiri, ikuti semua petunjuk pada kemasan produk. Bila Anda tidak yakin tentang informasi apapun, konsultasi dengan dokter atau apoteker. Jika dokter telah menyuruh Anda minum obat ini, minumlah sesuai dengan resep dokter.

Gunakan obat ini melalui mulut. Minumlah segelas penuh air putih (8 ons/240 mL) dengan obat kecuali dokter memberitahu Anda sebaliknya. Jangan menelungkup selama setidaknya 10 menit setelah Anda telah minum obat ini. Jika perut sakit selagi Anda minum obat ini, Anda boleh meminumnya dengan makanan atau susu.

Telanlah tablet yang terlapisi enteric. Jangan menghancurkan atau mengunyah tablet yang terlapisi enteric karena dapat membuat perut sakit. Jangan menghancurkan atau mengunyah tablet atau kapsul perpanjangan karena dapat melepaskan semua obat sekali waktu, yang meningkatkan risiko efek samping. Selain itu, jangan membelah tablet perpanjangan jika tidak memiliki score line dan dokter atau apoteker tidak menyuruh Anda. Anda bisa menelan atau membelah tablet tanpa menghancurkan atau mengunyah.

Dosis dan waktu pengobatan berdasarkan kondisi medis dan respon terhadap pengobatan. Bacalah label produk untuk menemukan rekomendasi tentang jumlah tablet yang bisa Anda minum dalam periode 24 jam dan berapa lama Anda boleh mengobati diri sendiri sebelum mencari pertolongan medis. Jangan minum obat lebih banyak atau lebih lama dari yang disarankan bila tidak disuruh oleh dokter. Gunakan obat dalam dosis efektif terendah. Konsultasi dengan dokter atau apoteker bila ingin bertanya.

Apabila Anda sedang minum obat ini untuk mengobati sakit kepala, carilah perhatian medis segera jika Anda juga cadel, lemah pada salah satu bagian tubuh, atau mengalami perubahan mendadak pada penglihatan. Sebelum minum obat, konsultasikan kepada dokter atau apoteker bila Anda sakit kepala karena cedera kepala, batuk, atau membungkuk, atau Anda sakit kepala dengan muntah berkepanjangan/berat, demam, dan leher kaku.

Jika Anda minum obat ini seperlunya (tidak pada jadwal teratur), ingatlah bahwa obat nyeri bekerja terbaik bila digunakan pada saat tanda nyeri pertama muncul. Jika Anda menunggu sampai nyeri telah memburuk, obat mungkin tidak terlalu bekerja. Aspirin dengan lapisan khusus (lapisan enteric) atau pelepasan lambat mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menghilangkan nyeri karena terserap lebih lambat. Tanyakan dokter atau apoteker untuk membantu memilih jenis aspirin terbaik bagi Anda.

Anda tidak boleh minum obat ini sendiri untuk mengobati nyeri lebih dari 10 hari serta demam lebih dari 3 hari. Dalam kasus seperti ini, konsultasi dengan dokter karena Anda mungkin mengalami kondisi yang lebih serius. Beritahu dokter secepatnya bila telinga berdenging atau sulit mendengar. Jika kondisi tidak kunjung membaik atau semakin memburuk (misalnya muncul gejala baru atau tidak biasa, nyeri/demam yang tidak hilang atau memburuk) atau Anda berpikir Anda mungkin mengalami gangguan medis serius, beritahu dokter secepat mungkin.

Bagaimana cara menyimpan Aspirin?

Simpan obat pada suhu ruangan jauh dari cahaya dan kelembaban. Jangan simpan di dalam kamar mandi dan membekukan obat. Obat dengan merek yang berbeda-beda mungkin mempunyai cara menyimpan yang berbeda. Periksa kotak produk untuk mencari tahu instruksi bagaimana cara menyimpannya, atau menanyakan apoteker. Jauhi obat dari anak-anak dan binatang peliharaan.

Dilarang mengguyur obat di dalam toilet atau membuangnya ke dalam saluran pembuangan jika tidak disuruh. Buang produk ini dengan benar jika sudah melewati batas waktu atau tidak dibutuhkan lagi. Konsultasi dengan apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal untuk detail lebih mendalam tentang bagaimana membuang produk dengan aman.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Aspirin untuk orang dewasa?

Dosis orang dewasa untuk ankylosing spondylitis: 3 g per hari dalam dosis terpisah (spondyloarthropathy mungkin membutuhkan sampai 4 g per hari dalam dosis terpisah).

Dosis orang dewasa untuk osteoarthritis: 3 g per hari dalam dosis terpisah (spondyloarthropathy mungkin membutuhkan sampai 4 g per hari dalam dosis terpisah).

Dosis orang dewasa untuk rheumatoid arthritis: 3 g per hari dalam dosis terpisah ((spondyloarthropathy mungkin membutuhkan sampai 4 g per hari dalam dosis terpisah).

Dosis orang dewasa untuk lupus eritematosus sistemik: 3 g per hari dalam dosis terpisah ((spondyloarthropathy mungkin membutuhkan sampai 4 g per hari dalam dosis terpisah).

Dosis orang dewasa untuk demam: 325-650 mg oral atau rektal setiap 4 jam seperlunya, tidak melebihi 4 g/hari.

Dosis orang dewasa untuk nyeri: 325 to 650 mg orally or rectally every 4 hours as needed, not to exceed 4 g/day.

Dosis orang dewasa untuk demam rematik: 80 mg/kg/hari oral dalam 4 dosis terpisah, sampai 6,5 g/hari.

Dosis orang dewasa untuk myocardial infarction: 160-162,5 mg oral sekali sehari dimulai segera setelah dicurigai adanya myocardial infarction dan berlanjut selama 30 hari.

Dosis orang dewasa untuk perawatan stroke iskemik: 50-325 mg oral sekali sehari. Terapi harus dilanjutkan tanpa batas.

Dosis orang dewasa untuk perawatan angina pectoris: 75-325 mg oral sekali sehari, dilanjutkan tanpa batas.

Dosis orang dewasa untuk prosedur revaskularisasi-pengobatan:

Untuk cangkok bypass arteri koroner (CABG): 325 mg oral sekali sehari mulai 6 jam setelah prosedur dan berlanjut selama 1 tahun atau tanpa batas seperlunya.

Untuk percutaneous transluminal coronary angiography (PTCA): 325 mg oral setiap 2 jam sebelum prosedur, lalu 160-325 mg oral sekali sehari tanpa batas.

Untuk carotid endarterectomy: 80 mg oral sekali sehari sampai 650 mg oral dua kali sehari mulai sebelum operasi dan berlanjut tanpa batas.

Bagaimana dosis Aspirin untuk anak?

Dosis anak-anak untuk demam

  • 2-11 tahun: 10-15 mg/kg oral atau rektal setiap 4-6 jam seperlunya, tidak melebihi 4 g/hari.
  • 12 tahun atau lebih: 325-650 mg oral atau rektal setiap 4 jam seperlunya, tidak melebihi 4 g/hari.

Dosis anak-anak untuk nyeri

  • 2-11 tahun: 10-15 mg/kg oral atau rektal setiap 4-6 jam seperlunya, tidak melebihi 4 g/hari.
  • 12 tahun atau lebih: 325-650 mg oral atau rektal setiap 4 jam seperlunya, tidak melebihi 4 g/hari.

Dosis anak-anak untuk juvenile rheumatoid arthritis

  • 2-11 tahun atau kurang atau sampai 25 kg: 60-90 mg/kg/hari oral dalam dosis terpisah.
  • 12 tahun atau lebih atau lebih dari 25 kg: 2,4-3,6 g/hari oral dalam dosis terpisah.

Dosis anak-anak untuk penyakit Kawasaki

  • Awal (periode febrile akut): 80-100 mg/kg/hari oral atau rektal dalam 4 dosis terpisah setiap 4-6 jam sampai 14 hari (sampai demam hilang selama setidaknya 48 jam).
  • Aturan (periode postfebrile): 3-5 mg/kg oral atau rektal sekali sehari. Pasien tanpa kelainan arteri koroner harus melanjutkan minum aspirin dosis rendah selama 6-8 minggu atau sampai jumlah ESR dan keping darah normal. Pasien dengan kelainan arteri koroner harus melanjutkan terapi aspirin dosis rendah tanpa batas.

Dosis anak-anak untuk demam rematik:

90-130 mg/kg/hari dalam dosis terpisah setiap 4-6 jam, sampai 6,5 mg/hari.

Dalam dosis dan sediaan apakah Aspirin tersedia?

Tablet, oral: 325 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena Aspirin?

Dapatkan pertolongan medis secepatnya apabila Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi: gatal-gatal sulit bernapas bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter segera jika Anda mengalami efek samping serius berikut:

  • Kotoran berwarna hitam, berdarah, atau seperti ter
  • Batuk darah atau muntah yang tampak seperti endapan kopi
  • Mual, muntah, atau sakit perut parah
  • Demam lebih dari 3 hari
  • Bengkak, atau nyeri lebih dari 10 hari atau
  • Gangguan pendengaran, telinga berdenging.

Efek samping yang lebih ringan mungkin termasuk:

  • Sakit perut, nyeri ulu hati
  • Mengantuk atau
  • Sakit kepala.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan Aspirin?

hui sebelum menggunakan Aspirin?

Sebelum menggunakan obat ini, beritahu dokter dan apoteker :

  • Jika Anda alergi Aspirin, obat nyeri atau demam lainnya, pewarna tartrazine, atau obat-obatan lainnya
  • Obat resep dan tanpa resep, vitamin, suplemen nutrisi, dan produk herbal yang sedang atau akan Anda minum. Pastikan menyebutkan: acetazolamide (Diamox) penghambat angiotensin-converting enzyme (ACE) macam benazepril (Lotensin), captopril (Capoten), enalapril (Vasotec), fosinopril (Monopril), lisinopril (Prinivil, Zestril), moexipril (Univasc), perindopril, (Aceon), quinapril (Accupril), ramipril (Altace), dan trandolapril (Mavik) antikoagulan (pengencer darah) macam warfarin (Coumadin) dan heparin penghambat beta macam atenolol (Tenormin), labetalol (Normodyne), metoprolol (Lopressor, Toprol XL), nadolol (Corgard), dan propranolol (Inderal) diuretik (pil air) obat diabetes atau arthritis obat asam urat macam probenecid dan sulfinpyrazone (Anturane) methotrexate (Trexall) obat antiradang nonsteroid lainnya  (NSAIDs) macam naproxen (Aleve, Naprosyn) phenytoin (Dilantin) dan asam valproic (Depakene, Depakote).  Dokter mungkin harus mengubah dosis obat atau mengawasi Anda lebih seksama untuk efek samping.
  • Jika Anda sedang minum aspirin secara teratur untuk mencegah serangan jantung atau stroke, jangan minum ibuprofen (Advil, Motrin) untuk mengobati nyeri atau demam tanpa berbicara dengan dokter. Dokter mungkin akan memberitahu Anda agar memberi waktu jeda antara minum dosis harian aspirin dan minum dosis ibuprofen.
  • Jika Anda sedang atau pernah terkena asma, hidung tersumbat atau pilek terus-menerus, atau polip hidung (tumor pada lapisan hidung). Jika Anda memiliki kondisi ini, ada risiko bahwa Anda akan mengalami reaksi alergi aspirin. Dokter mungkin melarang Anda minum aspirin.
  • Jika Anda sering mengalami nyeri ulu hati, sakit perut, atau nyeri perut dan jika Anda sedang atau pernah terkena ulkus, anemia, penyakit pendarahan macam hemofilia, atau penyakit ginjal atau hati.
  • Jika Anda hamil, terutama pada beberapa bulan terakhir kehamilan, berencana hamil, atau menyusui. Bila Anda hamil saat sedang minum aspirin, hubungi dokter. Aspirin mungkin membahayakan janin dan menyebabkan masalah dalam persalinan bila diminum selama beberapa bulan terakhir kehamilan.
  • Jika Anda menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beritahu dokter umum atau dokter gigi bahwa Anda sedang minum aspirin.
  • Jika Anda minum tiga jenis atau lebih minuman beralkohol setiap hari, tanyakan dokter apakah Anda harus minum aspirin atau obat-obatan lain untuk nyeri dan demam.

Apakah Aspirin aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Tidak ada penelitian memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan pada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B (A= Tidak berisiko, B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian, C= Mungkin berisiko, D= Ada bukti positif dari risiko, X= Kontraindikasi, N= Tidak diketahui).

Aspirin dapat masuk ke dalam ASI dan mungkin membahayakan bayi. Anda tidak boleh menyusui saat sedang menggunakan obat ini.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Aspirin?

Interaksi obat mungkin mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Dokumen ini tidak berisikan semua kemungkinan interaksi obat-obatan. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep/tanpa resep dan produk herbal) serta beritahu dokter dan apoteker. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Tanyakan dokter sebelum minum aspirin apabila Anda minum antidepresan macam citalopram, escitalopram, fluoxetine (Prozac), fluvoxamine, paroxetine, sertraline (Zoloft), trazodone, atau vilazodone. Minum salah satu obat ini dengan NSAID mungkin menyebabkan Anda mudah memar atau berdarah.

Tanyakan dokter atau apoteker apakah aman minum aspirin bila Anda juga sedang menggunakan obat berikut:

  • Pengencer darah (warfarin, Coumadin), atau obat lain untuk mencegah darah menggumpal atau
  • Salicylate lain macam Nuprin Backache Caplet, Kaopectate, KneeRelief, Pamprin Cramp Formula, Pepto-Bismol, Tricosal, Trilisate, dan sebagainya.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Aspirin?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan profesional mengenai penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau tembakau.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Aspirin?

Adanya gangguan medis lain mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberitahu dokter jika Anda mengalami gangguan medis lain, terlebih:

  • Asma atau alergi musiman
  • Ulkus perut
  • Penyakit hati
  • Penyakit ginjal
  • Gangguan pendarahan atau penggumpalan darah
  • Penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau gagal jantung kongestif
  • Asam urat atau
  • Polip hidung.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Gejala overdosis mungkin termasuk:

  • Rasa nyeri terbakar di dalam tenggorokan atau perut
  • Muntah
  • Lebih sedikit buang air kecil
  • Demam
  • Gelisah
  • Mudah marah
  • Cerewet dan mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal
  • Rasa takut atau gugup
  • Pusing
  • Penglihatan ganda
  • Gemetar tidak terkendali pada salah satu bagian tubuh
  • Kebingungan
  • Suasana hati yang sangat gembira yang abnormal
  • Halusinasi (melihat benda atau mendengarkan suara yang seharusnya tidak ada)
  • Kejang-kejang
  • Mengantuk
  • Kehilangan kesadaran selama periode waktu tertentu.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 14, 2017 | Terakhir Diedit: Maret 14, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan