home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Memilih Suplemen Vitamin agar Terlindung dari Infeksi Virus

Panduan Memilih Suplemen Vitamin agar Terlindung dari Infeksi Virus

Salah satu cara mencegah infeksi virus adalah dengan mengonsumsi suplemen vitamin. Misalnya saja soal coronavirus atau COVID-19 yang membuat orang membeli berbagai perlengkapan untuk mencegah infeksi virus, mulai dari vitamin, masker, dan hand sanitizer.

Secara umum, mencegah infeksi virus mudah dilakukan dengan suplementasi vitamin. Anda perlu memilih produk yang tepat sehingga memberikan perlindungan total terhadap tubuh.

Mengetahui efek imunomodulator dalam suplemen

Ada beragam upaya perlindungan diri dari infeksi virus, salah satu di antaranya dengan menerapkan cara mencuci tangan yang tepat untuk meminimalkan penularan. Selain itu, Anda bisa mengonsumsi suplemen vitamin harian untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Namun, dalam memilih suplemen vitamin untuk mencegah virus atau penyakit lainnya, Anda tidak boleh sembarangan. Ada banyak kandungan yang ditawarkan dalam produk suplemen sebagai keunggulannya. Kandungan tertentu memiliki efek samping yang wajib diketahui dan tidak bisa dikonsumsi dalam waktu jangka panjang.

Misalnya, suplemen mengandung imunomodulator, yang merupakan obat yang membantu meregulasi atau mengembalikan kerja sistem imunitas atau kekebalan tubuh.

Imunomodulator bekerja dengan menekan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan peradangan pada organ tubuh yang terkait. Immunomodulator mampu menstimulasi mekanisme pertahanan alami tubuh.

Efek imunomodulator dapat ditemukan dalam echinacea, yang merupakan tanaman herbal untuk mengatasi flu dan batuk pilek dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh. Manfaat tersebut digunakan beberapa produk suplemen dengan menyertakan echinacea di dalamnya.

Meskipun manfaatnya dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh, seperti yang dikatakan American Family Physicians, sebagian herbalis mengatakan penggunaannya tidak boleh lebih dari 8 minggu. Penggunaan jangka panjang echinacea dapat memberikan efek samping.

Berdasarkan penjelasan Benjamin Kligler, M.D., M.P.H. dari Beth Israel Center for Health and Healing, penggunaan echinacea perlu dibatasi, maksimal dua minggu untuk penyakit akut.

Kligler juga menyarankan untuk membatasi konsumsi echinacea. Ini dikarenakan konsumsi jangka panjang suplemen echinacea menimbulkan risiko kesehatan,seperti hepatotoksik atau keracunan pada liver. Hal ini disebabkan medikasi atau suplementasi yang merusak kerja liver untuk menyaring zat apapun dalam darah.

Memilih suplemen vitamin untuk mencegah infeksi virus

mencegah infeksi virus

Anda bisa saja mengonsumsi suplemen dengan kandungan imunomodulator yang berasal dari echinacea. Alangkah baiknya, konsumsi suplementasi berada di bawah pengawasan dokter. Lalu, bagaimana memilih suplementasi sebagai langkah perlindungan virus?

Anda bisa mengonsumsi suplemen vitamin C yang bisa meningkatkan sistem daya tahan tubuh dan mencegah infeksi virus. Tidak seperti suplemen imunomodulator, suplemen vitamin C dapat dikonsumsi setiap hari, sesuai aturan pakai, dalam jangka panjang tanpa menimbulkan risiko kesehatan. Hal ini membuat vitamin C bisa menjadi pilihan lebih bijak untuk membantu tingkatkan daya tahan tubuh dalam jangka waktu lama.

Pada dasarnya, suplemen vitamin C dapat meningkatkan sistem imunitas. Di dalam tubuh, ia berperan dalam mencegah, mengurangi, dan mempersingkat jangka infeksi. Tidak hanya meringankan sakit flu dan mencegah pilek saja, vitamin C juga dapat meminimalkan risiko infeksi penyakit secara keseluruhan.

Tak ada salahnya mengonsumsi vitamin C jenis Ester, sesuai dengan anjuran rekomendasi harian. Berikut beberapa keunggulan yang dimiliki suplemen vitamin C jenis Ester:

1. Dapat bertahan 24 jam di dalam tubuh

Beberapa jenis virus, dapat bertahan hidup di permukaan benda selama 24 jam. Kondisi ini membuat kita berisiko untuk terinfeksi virus yang menempel pada permukaan benda. Oleh karena itu, lebih baik pilih suplemen vitamin C jenis Ester yang mampu bertahan 24 jam di dalam tubuh.

2. Lebih bersahabat dengan lambung

Jenis suplemen vitamin C dengan tingkat keasaman (pH) 6,0 hingga 7,0, atau mendekati netral lebih bersahabat dengan lambung.

3. Penyerapan lebih mudah

Dari ratusan produk suplemen vitamin C di pasar, lebih baik pilih yang mudah diserap oleh tubuh. Jenis suplemen vitamin C dengan kandungan zat threonat merupakan sejenis metabolit untuk meningkatkan penyerapan vitamin C oleh tubuh.

Kandungan zat threonat ini membuat vitamin C dalam tubuh tidak terbuang percuma bersama urine.

4. Lebih aman bagi ginjal

Oksalat adalah sisa metabolisme Vitamin C yang tidak diserap tubuh. Jika oksalat bertemu dengan kalsium, akan berisiko membentuk batu ginjal (kalsium oksalat). Rendahnya potensi penumpukan oksalat, membuat vitamin C jenis Ester memiliki resiko batu ginjal lebih rendah.

Selain konsumsi suplemen vitamin C, lengkapi juga asupan harian dengan sayuran dan buah-buahan untuk menjaga daya tahan tubuh secara optimal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Echinacea | Complementary and alternative therapy | Cancer Research UK. (n.d.). Www.Cancerresearchuk.Org. Retrieved March 10, 2020, from https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancer-in-general/treatment/complementary-alternative-therapies/individual-therapies/echinacea

Chua, D. (2003). Chronic Use of Echinacea Should Be Discouraged. American Family Physician, 68(4), 617. https://www.aafp.org/afp/2003/0815/p617.html

Novel coronavirus: What is it and how can I protect myself? (n.d.). Mayo Clinic. Retrieved March 10, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/expert-answers/novel-coronavirus/faq-20478727

Hemilä, H. (2017). Vitamin C and Infections. Nutrients, 9(4), 339. https://doi.org/10.3390/nu9040339

Immunomodulators | AAAAI. (2020). The American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/conditions-dictionary/immunomodulators

7 Impressive Benefits of Vitamin C Supplements. (n.d.). Healthline. Retrieved March 10, 2020, from https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-c-benefits#6.-Boosts-immunity-

Immunomodulators. (n.d.). Crohn’s & Colitis Foundation. Retrieved March 10, 2020, from https://www.crohnscolitisfoundation.org/what-is-ibd/medication/immunomodulators

Patil, U. S., Jaydeokar, A. V., & Bandawane, D. D. (2012). IMMUNOMODULATORS: A PHARMACOLOGICAL REVIEW. https://www.semanticscholar.org/paper/IMMUNOMODULATORS%3A-A-PHARMACOLOGICAL-REVIEW-Patil-Jaydeokar/86b4e69cbf9f86a6e2c751152951fbceebb1db54

Toxic for Your Liver: Drugs, Chemicals, and Herbs. (n.d.). WebMD. Retrieved March 10, 2020, from https://www.webmd.com/hepatitis/toxic-liver-disease#1

Mitmesser, Susan & Ye, Qian & Evans, Mal & Combs, Maile. (2016). Determination of plasma and leukocyte vitamin C concentrations in a randomized, double-blind, placebo-controlled trial with Ester-C®. SpringerPlus. 5. 10.1186/s40064-016-2605-7

Qian Ye, Maile Combs, and Susan Mitmesser. Effects of Ester-C®and Ascorbic Acid on Gastrointestinal Outcomes: A Randomized, Double-Blind Trial.The FASEB Journal 2015 29:1_supplement

Fay, M.J., Verlangieri , A.J. 1991. Stimulatory action of calcium L-threonate on ascorbic acid uptake by a human T-lymphoma cell line. Life Sci.;49(19):1377-81.

A Moyad, Mark & A Combs, Maile & C Crowley, David & E Baisley, Joshua & Sharma, Prachi & S Vrablic, Angelica & Evans, Malkanthi. (2009). Vitamin C with metabolites reduce oxalate levels compared to ascorbic acid: a preliminary and novel clinical urologic finding. Urologic nursing. 29. 95-102.

Khatri, Minesh. “Kidney Stones: Types, What To Expect When You Pass Them, & More.” WebMD, WebMD, 23 Dec. 2018, www.webmd.com/kidney-stones/understanding-kidney-stones-basics#1.

Healthline. 2020. Does Too Much Vitamin C Cause Side Effects?. Retrieved March 20, 2020, from https://www.healthline.com/nutrition/side-effects-of-too-much-vitamin-c

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 30/03/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x