4 Hal yang Menyebabkan Anda Sering Bersin-Bersin, Padahal Tidak Sedang Flu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hidung gatal, berair, dan bersin-bersin terus biasanya tanda Anda sedang terkena penyakit flu. Akan tetapi, kenapa masih saja sering bersin meski badan sedang fit? Ternyata, ada berbagai kondisi kesehatan selain flu yang ditandai dengan bersih terus-menerus. Kira-kira, apa saja penyebab bersin terus, padahal rasanya tubuh Anda baik-baik saja? Ikut penjelasan lengkapnya di artikel ini.

Apa penyebab bersin?

Bersin adalah bentuk pertahanan tubuh terhadap benda asing yang masuk ke dalam hidung dan sistem pernapasan. Selain oksigen, udara di sekitar juga mengandung partikel asing, seperti debu, polusi, alergen, hingga bakteri dan virus.

Hidung berfungsi sebagai pengatur lalu lintas, di mana rambut-rambut kecil yang ada di dalamnya akan menyaring segala macam benda asing dan memerangkapnya bersama lendir. 

Setelahnya, rambut-rambut halus ini akan mengirimkan sinyal ke otak untuk memicu sensasi gatal. Kemudian, terjadilah reaksi bersin untuk mengeluarkan benda asing tersebut dan membersihkan diri.

Bersin juga bisa terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang merespons adanya zat-zat lain yang tertelan melalui mulut.

Penyebab sering bersin, padahal tidak flu

Dari penjelasan di atas, bisa diketahui bahwa nyatanya penyebab bersin tidak selalu berkaitan dengan penyakit flu. 

Bisa saja ada kondisi kesehatan lain yang mendasari munculnya bersin, mulai dari alergi hingga paparan terhadap zat tertentu, seperti makanan.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai penyebab sering bersin, selain flu:

1. Reaksi alergi

Jika Anda memang sedang tidak flu tapi belakangan ini sering bersin, mungkin ini disebabkan oleh reaksi alergi. Pemicu alergi yang paling sering menyebabkan bersin-bersin adalah bulu binatang, alergi makanan (kacang, kerang, ikan, telur, susu), hingga alergi debu dan tungau.

Bersin yang disebabkan oleh alergi disebut dengan rhinitis alergi. Kondisi ini terjadi ketika sistem imun tubuh bereaksi terhadap paparan zat tertentu—yang sebenarnya tidak berbahaya—tapi tubuh menganggapnya sebagai ancaman.

Akibatnya, hidung akan membengkak dan memproduksi lendir atau ingus secara berlebihan sebagai reaksi. Tak hanya sering bersin, reaksi alergi juga biasanya diikuti dengan gejala lain seperti hidung meler, hidung tersumbat, serta hidung terasa gatal.

2. Pergantian suhu yang drastis

Perubahan suhu yang drastis juga dapat menjadi penyebab Anda bersin terus. Ketika Anda keluar dari tempat ber-AC ke ruangan yang lebih hangat, tak sampai semeter beranjak mungkin Anda akan bersin terus-menerus.

Hal ini terjadi karena hidung masih beradaptasi dengan udara di lingkungan yang baru. Hidung pada dasarnya bekerja untuk melembapkan udara kering yang seharian kita hirup di ruangan ber-AC demi paru-paru dan tenggorokan. Dua organ ini tidak mampu menerima udara kering dengan baik.

Begitu berpindah ke tempat yang lebih lembap, misalnya di luar ruangan, bersin akan muncul sebagai upaya hidung menyesuaikan diri dengan suhu yang baru, agar tenggorokan dan paru-paru terjaga kelembapannya. Biasanya bersin akan hilang setelah satu atau dua menit kemudian.

3. Menghirup asap rokok

Rokok tak hanya berdampak buruk pada paru-paru, tapi juga organ tubuh lainnya, seperti hidung. Berada di sekitar asap rokok juga bisa membuat Anda sering bersin.

Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia yang dapat mengiritasi hidung, mata, bahkan paru-paru. Bukan hanya bersin, sebagian orang yang sensitif terhadap asap rokok biasanya juga bisa mulai batuk-batuk.

Menurut situs Massachusetts Eye and Ear, bahan kimia yang terkandung dalam rokok, seperti hidrogen sianida dan amonia, berisiko merusak bulu-bulu halus dalam hidung. Jika bulu-bulu halus ini tidak dapat berfungsi dengan baik, akan terjadi penumpukan lendir di saluran hidung. Akibatnya, Anda bisa bersin terus-menerus.

4. Mencium bau rempah atau makanan

Bersin sering kali terjadi ketika Anda mencium bau bumbu dapur atau ketika membuka kemasan bumbu, terutama lada. Lada bisa menjadi penyebab Anda bersin terus-menerus bila serbuknya terhirup oleh hidung.

Hal ini disebabkan karena lada mengandung zat bernama piperine. Piperine ini berpotensi menjadi zat iritan ketika memasuki hidung. Sifatnya yang iritasn membuat saraf-saraf pada selaput lendir hidung akan bereaksi terhadap piperine.

Nah, salah satu reaksi yang akan terjadi berupa bersin-bersin. Reaksi ini serupa dengan yang terjadi saat alergi, yaitu hidung berupaya “mengusir” iritan yang masuk ke dalam dengan cara bersin.

Tips mencegah sering bersin

Selain menjaga kesehatan tubuh agar tidak terkena flu, beberapa tips berikut juga bisa membantu Anda untuk mencegah bersin-bersin saat sedang tidak flu:

  • Menjaga kebersihan rumah dari debu dan tungau. Rajin-rajinlah membersihkan rumah, baik itu dengan penyedot debu atau menggunakan lap basah. Jangan lupa gunakan masker saat membersihkan rumah. Mengurangi penggunaan karpet juga bisa mengurangi tungau berkembang biak di rumah Anda.
  • Bila Anda alergi terhadap bulu binatang, sebaiknya hindari untuk memelihara binatang yang memiliki bulu. Anda bisa beralih dengan memelihara hewan air, seperti ikan atau kura-kura.
  • Gunakan masker ketika bepergian ke luar. Masker akan menghalangi Anda dari asap kendaraan dan asap rokok. Bila berada di sekitar perokok maka langkah terbaik adalah menjauhkan diri dari lingkungan tersebut.
  • Bila bersin akibat rempah-rempah, pastikan untuk membuka kemasan makanan atau bumbu menggunakan gunting dan jauhkan wajah Anda saat membukanya. Untuk alergi terhadap makanan, Anda akan tahu makanan apa yang  membuat Anda alergi setelah mengeceknya ke dokter. Dokter akan memberikan saran kepada Anda supaya alergi dan bersin bisa Anda atasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tes Alergi: Jenis, Persiapan, dan Efek Samping

Alergi adalah kondisi yang harus didiagnosis melalui serangkaian tes tertentu. Apa saja tes alergi yang perlu dilakukan dan bagaimana prosedurnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi 28 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Tes dan Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Alergi Makanan

Dibutuhkan beberapa tes untuk benar-benar memastikan bahwa Anda memiliki alergi makanan. Lantas, apa saja tes alergi makanan yang harus dijalani?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Alergi, Alergi Makanan 4 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Batuk ada etikanya, tak bisa sembarangan. Bukan cuma masalah kesopanan, tapi juga demi kesehatan. Simak etika batuk yang benar di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Konten Bersponsor
Batuk ke arah siku etika batuk
Batuk, Kesehatan Pernapasan 2 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit

Obat dan Perawatan untuk Mengatasi Reaksi Alergi Makanan

Apabila gejala alergi muncul setelah makan makanan tertentu, segera obati agar tidak semakin parah. Apa saja obat alergi makanan yang aman?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Alergi Makanan 26 Februari 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

viral syndrome

Viral Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 14 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
pengawet sulfit

Mengenal Alergi Sulfit yang Berasal dari Pengawet Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 5 menit
obat alergi alami

Obat Alergi dari Bahan Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2020 . Waktu baca 5 menit
alergi kedelai

Alergi Kedelai, dari Gejala Hingga Penanganannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 6 menit