6 Jenis Pengobatan untuk Pasien Kanker Paru

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Sembuh dari kanker paru bukanlah hal yang mustahil. Ada berbagai pilihan pengobatan untuk kanker paru-paru yang bisa dijalani berdasarkan tahapan stadium kanker paru yang pasien alami. Biasanya, dokter akan membantu menentukan mana pilihan pengobatan yang sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. Simak penjelasan lengkap mengenai berbagai pilihan pengobatan untuk kanker paru berikut ini. 

Berbagai pilihan cara pengobatan kanker paru

Ada beberapa cara mengobati kanker paru, tapi tergantung pada jenis kanker dan seberapa jauh kanker telah menyebar. Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang perlu Anda ketahui.  

1. Operasi

Saat dokter menjalani prosedur operasi, ia akan mengangkat jaringan kanker dengan sejumlah jaringan yang masih sehat. Ada beberapa pilihan prosedur operasi untuk kanker paru yang biasanya dipilih berdasarkan kondisi kesehatan pasien.

  • Lobektomi

Pada operasi ini, satu bagian besar dari paru-paru yang disebut dengan lobus, akan diangkat. Dokter biasanya melakukan operasi ini sebagai pengobatan untuk kanker paru-paru apabila kanker masih berada di salah satu bagian dari paru.

  • Pneumonektomi

Sementara itu, pneumonektomi adalah salah satu prosedur operasi dimana seluruh organ paru akan diangkat. Biasanya, operasi ini dilakukan saat kanker berada di tengah paru atau sudah menyebar ke seluruh bagian organ paru.

  • Segmentektomi

Prosedur operasi ini dilakukan dengan mengangkat sebagian kecil dari paru, dan prosedur ini biasanya hanya cocok untuk dilakukan kepada sejumlah pasien dengan kondisi tertentu.

Biasanya, dokter akan melakukan operasi kanker paru ini sebagai pilihan pengobatan jika ia merasa bahwa kanker masih berukuran kecil dan hanya terdapat pada salah satu bagian paru.

Sementara itu, jika kanker ini sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, dokter akan merekomendasikan kemoterapi atau radioterapi sebelum menjalani operasi. Tujuannya untuk mengecilkan ukuran kanker tersebut. 

Apabila setelah menjalani operasi ternyata muncul risiko bahwa ada sel kanker yang masih tersisa, atau kanker kemungkinan muncul kembali, dokter akan menyarankan kemoterapi atau radioterapi setelah operasi. 

2. Radioterapi

Jenis pengobatan lain yang juga bisa dilakukan untuk penyakit kanker paru-paru adalah radioterapi. Pengobatan ini biasanya menggunakan sinar dengan energi yang cukup tinggi, berasal dari sinar seperti X-ray dan proton untuk membunuh sel kanker.

Selama menjalani radioterapi, Anda akan diminta untuk berbaring di atas meja tindakan. Sementara, mesin radioterapi akan bergerak mengelilingi Anda untuk mengarahkan radiasi ke bagian-bagian tertentu dari tubuh.

Bagi pasien yang sudah mengalami tahapan stadium kanker paru yang cukup parah, radiasi akan dilakukan sebelum atau sesudah operasi. Biasanya, terapi radiasi ini dikombinasikan dengan pengobatan lain, seperti kemoterapi. 

Jika operasi bukan salah satu pilihan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda, biasanya dokter akan menyarankan terapi radiasi yang dikombinasikan dengan kemoterapi. 

Menurut National Health Security, radioterapi bisa dilakukan untuk membantu mengontrol gejala kanker paru yang muncul, seperti nyeri dan batuk darah. Selain itu, radioterapi juga dapat membantu memperlambat penyebaran kanker saat kondisi sudah tidak bisa diatasi lagi. 

Salah satu jenis radioterapi yang dikenal sebagai prophylactic cranial irradiation (PCI) terkadang digunakan selama pengobatan untuk kanker paru jenis small-cell lung cancer. PCI dilakukan untuk mengobati seluruh bagian otak dengan radiasi dosis rendah.

Hal ini biasanya dilakukan untuk upaya pencegahan terhadap kanker paru yang berpotensi menyebar hingga ke otak.

3. Kemoterapi

Pengobatan untuk kanker paru-paru ini biasanya dilakukan untuk kedua jenis kanker paru, yaitu non-small cell lung cancer dan small cell lung cancer.

  • Kemoterapi untuk small cell lung cancer

Pada dasarnya, kemoterapi merupakan pengobatan utama untuk jenis kanker paru-paru yang satu ini. Hal ini disebabkan jenis kanker ini merespon kemoterapi dengan sangat baik. Selain itu, jenis ini biasanya sudah menyebar keluar dari paru saat didiagnosis.

Salah satu pilihan pengobatan kanker paru ini biasanya menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Biasanya, obat ini diberikan secara berkala melalui beberapa kemoterapi yang dilakukan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Tentu saja dari satu kemoterapi dengan kemoterapi akan diberikan jeda agar Anda bisa menjalani pemulihan. Secara umum, kemoterapi dilakukan sendiri, tapi bisa juga dikombinasikan dengan radioterapi. 

Jika pengobatan ini dikombinasikan dengan terapi radiasi, kemoterapi bisa dilakukan sebelum, sesudah, ataupun secara bersamaan dengan terapi tersebut.

  • Kemoterapi untuk non-small cell lung cancer

Kemoterapi juga termasuk pengobatan yang tepat untuk non-small cell lung cancer. Biasanya, kemoterapi dilakukan baik sebelum ataupun sesudah operasi untuk kanker paru.

Jika dilakukan sebelum operasi, biasanya kemoterapi bertujuan untuk mengecilkan ukuran kanker atau memudahkan kanker ini untuk diangkat.

Sebagai pengobatan untuk jenis kanker paru ini, kemoterapi dapat membantu mengurangi risiko kembalinya kanker. Namun, dokter akan menginformasikan terlebih dahulu mengenai kelebihan dan potensi risiko dari kemoterapi.

Selain itu, obat yang digunakan untuk kemoterapi kanker paru dapat memberikan efek samping tertentu. Biasanya, kemoterapi merupakan pengobatan yang cukup efektif jika kondisi pasien tergolong fit.

Namun, kemoterapi ini juga bisa dilakukan untuk kanker yang sudah pada stadium yang cukup parah. Artinya, jika kanker sudah menyebar keluar dari paru, salah satu cara mengobati penyakit kanker paru yang paling efektif adalah kemoterapi.

4. Terapi target

Pengobatan lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi kanker paru-paru ini adalah terapi target. Terapi ini menggunakan obat yang berfungsi untuk memblokir target pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.

Meski terapi ini bisa dilakukan oleh semua pasien kanker ini, biasanya pengobatan menggunakan metode terapi target diberikan kepada pasien yang mengalami kanker lagi setelah sembuh dari kanker ini, atau pasien yang tahapan stadium kanker sudah pada tingkatan yang cukup parah. 

5. Imunoterapi

Imunoterapi merupakan pengobatan kanker yang menggunakan sistem imun di dalam tubuh untuk melawan kanker. Masalahnya, sistem imun di dalam tubuh mungkin saja tidak bisa menyerang sel kanker karena sel tersebut memproduksi protein. 

Dengan begitu, sel tersebut bisa bersembunyi dari sel-sel yang diproduksi oleh sistem imun. Sementara itu, imunoterapi bekerja dengan cara memblokir proses tersebut. Artinya, sistem imun mungkin dapat menyerang sel kanker dengan terapi ini. 

Pengobatan kanker ini biasanya diberikan kepada pasien kanker yang sudah menyebar ke bagian tubuh lain atau bisa dikatakan sudah mengalami kanker pada tahapan yang cukup parah. 

6. Terapi laser

Ada pula jenis pengobatan kanker paru lainnya yang bisa dilakukan, yaitu terapi laser. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sinar yang difokuskan untuk menghancurkan sel kanker.

Namun, berbeda dengan terapi atau jenis pengobatan kanker paru lainnya, terapi ini digunakan sebagai pengobatan pendamping. Biasanya, terapi ini dilakukan jika kanker telah menghalangi jalannya pernapasan dan membuat pasien merasa sesak napas.

Selain berbagai pengobatan untuk kanker paru yang telah disebutkan di atas, pasien juga dapat menerapkan gaya hidup sehat untuk pasien kanker paru sebagai salah satu cara mengatasi penyakit kanker paru secara alami.

Salah satu contohnya adalah berhenti merokok. Di samping itu, merokok adalah salah satu penyebab utama kanker paru yang harus dihindari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengobati Kanker Paru Secara Alami yang Dapat Dilakukan

Ada beberapa bahan alami dan cara alternatif yang dianggap dapat membantu mengobati kanker paru-paru. Berikut penjelasannya secara lengkap.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Paru, Kanker 2 Mei 2019 . Waktu baca 5 menit

5 Tips Mempercepat Pemulihan Setelah Operasi Lobektomi Paru

Efek samping pengobatan kanker paru lobektomi memang bikin lemas, nyeri dada, dan susah berbicara. Tenang, ikuti tips ini supaya Anda cepat pulih dan sembuh

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Desember 2018 . Waktu baca 5 menit

4 Masalah Paru-paru yang Paling Rentan Mengintai Perokok Aktif

Setiap kali Anda merokok, lebih dari 4.000 jenis racun masuk ke paru. Selain kanker paru-paru, perokok aktif juga rentan kena berbagai masalah ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 18 Oktober 2018 . Waktu baca 10 menit

Setelah Berhenti Merokok, Apakah Saya Masih Berisiko Kena Kanker Paru?

Selamat, Anda sudah berhasil berhenti merokok! Sekarang yang jadi pertanyaan, apakah Anda masih berisiko kanker paru setelah berhenti merokok?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 16 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hidup dengan sebelah paru

Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
Kanker paru

Kanker Paru

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 16 Januari 2020 . Waktu baca 12 menit
angka kematian kanker menurun

Angka Kematian Akibat Kanker Terus Menurun Setiap Tahun

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
pencegahan atau cara mencegah penyakit kanker paru-paru

5 Upaya Pencegahan Kanker Paru yang Efektif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 5 November 2019 . Waktu baca 5 menit