home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Solusi Saat Orang dengan Demensia Menolak Minum Obat

5 Solusi Saat Orang dengan Demensia Menolak Minum Obat

Minum obat termasuk rutinitas harian penting untuk orang dengan demensia guna membantu mengelola kondisi tidak semakin parah. Namun, banyak orang dengan demensia yang menolak minum obat. Alasannya beragam, mulai dari bosan minum obat setiap hari, obat yang sulit ditelan, hingga rasa mual setelah minum obat. Akan tetapi, sebagai orang yang merawatnya Anda tak boleh putus asa. Berikut berbagai hal yang bisa dilakukan saat orang dengan demensia menolak minum obat.

Pasien demensia menolak minum obat? Ini yang perlu dilakukan

1. Menemukan waktu terbaik

Setiap orang biasanya memiliki suasana hati yang lebih stabil di waktu-waktu tertentu. Nah, sebagai orang yang merawatnya Anda pasti tahu betul kapan waktu terbaiknya. Di waktu inilah Anda bisa memberikan obat yang perlu diminumnya.

Jika perlu, konsultasikan dengan dokter dan apoteker untuk menyesuaikan waktu minum obat dengan suasana hatinya. Kemudian, buatlah jadwal pengobatan baru sebagai bagian dari rutinitas harian mereka.

2. Melakukan dengan santai tanpa terburu-buru

Paksaan dan dorongan untuk minum obat dengan segera bisa memicu kemarahan hingga membuat pasien demensia menolak minum obat. Untuk itu, cobalah untuk membuat suasana minum obat jadi lebih menyenangkan. Anda bisa menyetel musik santai yang bisa membantu meningkatkan mood.

Kemudian, tak usah memburu-burunya. Biarkan orang terkasih Anda meminum obat dengan caranya sendiri. Jika ia tidak ingin dibantu maka Anda tak perlu memaksa untuk membantunya. Namun, Anda bisa memberikan panduan dan terus berada di sampingnya untuk memberikan bantuan saat dibutuhkan.

3. Mencari alternatif frekuensi, cara minum, dan jumlah obat

Jika seiring berjalannya waktu orang terkasih Anda menolak untuk minum obat, coba tanyakan alasannya. Jika masalahnya ada pada bosan dan lelah meminumnya, Anda bisa berkonsultasi ke dokter dan apoteker. Tanyakan apakah ada alternatif obat lain yang setara dan bisa diminum tak sesering obat sebelumnya.

Selain itu, jika orang terkasih Anda menolak minum obat karena kesulitan menelan pil tanyakan pada dokter adakah bentuk cairnya. Tanyakan juga apakah Anda boleh menghancurkan obat yang berbentuk pil atau tablet agar lebih mudah diminum.

Kemudian Anda juga bisa berkonsultasi ke dokter dan menanyakan adakah obat yang bisa dikurangi atau tidak diperlukan lagi. Hal ini dimaksudkan agar obat yang dikonsumsi tidak terlalu banyak sehingga semakin membuat orang dengan demensia frustasi saat waktu minum obat tiba.

4. Membuat penjelasan sederhana

Orang demensia terkadang menolak minum obat karena mereka tidak mengerti atau lupa untuk apa obat itu dikonsumsinya. Nah, tugas Anda adalah memberikan penjelasan sederhana dengan singkat dan jelas.

Hindari menggunakan kata-kata seperti, “Apakah ibu ingat…?” saat mencoba memberikan penjelasan. Hal ini justru bisa membuat mereka frustrasi karena tidak bisa mengingatnya dan bahkan membuat Anda dituduh mengada-ada.

Katakan saja, “Obat ini gunanya untuk mengurangi sakit kepala. Ibu suka sakit kepala, kan? Makanya obat ini harus diminum, ya.”

5. Menjaga emosi agar tetap tenang

Jika orang terkasih Anda terus-terusan menolak obat yang Anda berikan, usahakan untuk tidak marah atau justru memaksanya dengan keras. Hal ini justru bisa membuatnya semakin takut dan menolak dengan lebih keras.

Sebagai orang yang merawatnya, Anda harus memiliki kesabaran ekstra. Apalagi jika ia adalah orangtua. Anda harus ingat bahwa dulu ketika kecil orangtua juga memberikan kesabaran tanpa batas dalam merawat anak-anaknya.

Cobalah untuk menjelaskan dengan perlahan mengenai konsekuensi yang bisa terjadi jika obat ini tidak diminum. Kemudian, katakan padanya bahwa Anda memintanya untuk meminum obat karena Anda sayang padanya dan ingin ia tetap sehat.

Jadi, jangan putus asa, ya. Cobalah menerapkan tips-tips di atas agar orang terkasih Anda tetap sehat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

4 strategies when individuals with dementia refuse medication

https://www.brightstarcare.com/resources/alzheimers-dementia/alzheimers-dementia-medication-strategies accessed on January 8th 2019

Refusing to Take Medications: Tips for the Alzheimer’s Caregiver

https://www.brightfocus.org/alzheimers/article/refusing-take-medications-tips-alzheimers-caregiver accessed on January 8th 2019

My Father Won’t Take His Meds

https://www.aarp.org/caregiving/health/info-2018/parent-refusing-medication.html  accessed on January 8th 2019

Refusing to Take Medication

https://www.alzheimers.org.uk/get-support/daily-living/refusing-to-take-medication accessed on January 8th 2019

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal diperbarui 2 minggu lalu
x