Benarkah Memanaskan Makanan Berkali-kali Bikin Gizinya Hilang?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memanaskan makanan memang praktis. Terutama kalau Anda tak punya banyak waktu untuk masak dulu setiap kali mau makan. Akan tetapi, kebiasaan seperti ini ternyata dapat menurunkan kadar nutrisi pada makanan. Seberapa banyak zat gizi yang hilang karena suka menghangatkan makanan? Adakah jenis masakan tertentu yang sama sekali tidak boleh dipanaskan? Simak jawabannya di bawah ini.

Kenapa memanaskan makanan bisa mengurangi kandungan zat gizinya?

Memasak dengan teknik yang benar memang sangat diperlukan agar dapat membunuh bakteri, menghindarkan Anda dari risiko penyakit infeksi, serta membuat makanan jadi bisa dicerna. Namun, ternyata proses memasak yang salah (suhu terlalu tinggi atau proses terlalu lama) dan kebiasaan memanaskan makanan berulang-ulang dapat menurunkan kadar nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Salah satu nutrisi penting yang akan terbuang adalah vitamin C. Padahal, vitamin C memiliki peranan yang sangat penting dalam kesehatan tubuh, seperti membantu mencegah terjadinya anemia, membantu melindungi fungsi pendengaran, dan kemampuan unik lainnya.

Memanaskan berkali-kali atau bahkan memasak terlalu lama pun rupanya bisa menurunkan 50-80 persen kandungan vitamin C pada makanan. Misalnya, saat Anda memasak bayam selama 5 menit, sebanyak 11 persen kandungan vitamin C akan hilang. Memasaknya hingga 30 menit berarti sebesar 60 persen kandungan vitamin C akan hilang.

Karena itu, bila sayur bayam sudah matang, kemudian Anda panaskan lagi selama beberapa menit, akan semakin banyak kandungan vitamin C-nya yang hilang.

Contoh lainnya yaitu wortel. Ketika Anda memasak selama 5 menit, kandungan vitamin C pada wortel akan hilang sebanyak 16 persen. Bila wortel dipanaskan atau dimasak hingga total 30 menit, sebanyak 50 persen vitamin C akan hilang.

Selain kandungan vitamin, kandungan enzim pada makanan seperti kacang-kacangan juga akan menurun. Enzim ini berperan dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan Anda. Pemanasan makanan yang dilakukan berulang kali ternyata juga dapat menurunkan kandungan antioksidan yang terdapat pada makanan. Padahal, antioksidan berfungsi untuk menangkal radikal bebas, mencegah terjadinya penuaan, dan memiliki dampak yang baik bagi kesehatan kulit.

Nutrisi lain seperti asam folat juga akan menurun pada makanan yang mengalami proses pemasakan dan pemanasan berulang. Penelitian yang dilakukan pada kentang yang telah dipanggang, didinginkan, lalu dipanaskan ternyata mengalami penurunan kadar asam folat dari kandungan 100 persen menjadi 86 persen. Padahal asam folat beperan sangat penting dalam perkembangan otak (terutama pada ibu hamil).

memanaskan makanan untuk sahur

Perhatikan juga cara Anda memanaskan makanan

Berdasarkan penelitian dalam Journal of Food Science and Technology, memasak atau memanaskan ikan teri dengan cara digoreng akan semakin menyebabkan kehilangan zat gizi. Selain itu, kandungan lemak pada makanan yang diproses dengan cara digoreng ternyata lebih tinggi bila dibandingkan dengan makanan yang diproses dengan teknik kukus atau panggang.

Maka, jika Anda menggoreng lauk pauk berkali-kali supaya tetap hangat sebelum dimakan, nutrisinya akan berkurang dan kadar lemaknya justru bertambah.

Cara mempertahankan zat gizi saat memanaskan makanan

Bukan berarti Anda dilarang sama sekali untuk menghangatkan makanan. Anda masih boleh melakukannya, tapi sebaiknya perhatikan tips-tips berikut agar tak banyak zat gizi yang hilang dari makanan.

  • Panaskan makanan dalam waktu yang singkat saja, jangan sampai terlalu lama.
  • Jangan menambahkan terlalu banyak air ketika memanaskan makanan. Ini penting untuk mencegah semakin banyaknya nutrisi yang “keluar” dan pindah ke air atau kuahnya. Kecuali jika Anda memang akan menghabiskan semua kuahnya.
  • Jangan memanaskan makanan berulang-ulang kali.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

Tahukah Anda jika cara makan sayuran dan penyajiannya tidak tepat, membuat sayur jadi sulit dicerna tubuh. Simak tips berikut untuk mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan, Konstipasi 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
apa itu kalori adalah

Mengenal Kalori: Pengertian, Sumber, Kebutuhan Harian, dan Jenis-Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Brigitta Maharani
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
makanan penyubur sperma

10 Makanan Penyubur Sperma agar Pasangan Cepat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
buah untuk penambah darah

12 Buah-buahan Penambah Darah untuk Bantu Atasi Anemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit