Mengapa Makanan Olahan Kurang Sehat Bagi Tubuh?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sekarang ini, pastinya Anda dengan mudah dapat menemui makanan olahan. Saat berjalan ke supermarket atau minimarket pasti banyak Anda temui makanan olahan dalam kemasan. Anda pun juga sering membelinya. Tapi, sebenarnya terlalu banyak konsumsi makanan olahan tidak baik untuk kesehatan Anda. Apa alasannya?

Apa itu makanan olahan?

Makanan olahan adalah makanan yang telah melewati proses tertentu, seperti pemanasan, pengeringan, pengalengan, pembekuan, pengemasan, dan sebagainya. Proses ini sengaja dilakukan pada makanan dengan tujuan tertentu. Seperti, agar nutrisi dalam makanan lebih banyak, makanan lebih lezat, makanan lebih tahan lama, dan lain sebagainya.

Dengan berbagai tujuan tersebut, artinya tidak semua makanan olahan merupakan pilihan yang buruk. Beberapa makanan memang butuh untuk diolah untuk membuatnya lebih aman saat dimakan. Contohnya saja, pemanasan pada susu untuk mematikan bakteri berbahaya yang ada di dalamnya.

Mengapa makanan olahan membawa dampak buruk bagi kesehatan?

Makanan yang diolah dan melalui proses panjang sebenarnya tidak merugikan, tapi juga bisa dibilang dapat merugikan kesehatan jika dimakan terlalu banyak atau terlalu sering. Mengapa? Kandungan dalam makanan olahan biasanya dapat merugikan kesehatan jika terlalu banyak masuk dalam tubuh.

Berikut ini merupakan alasan mengapa sebagian besar makanan olahan dikatakan dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan:

  • Biasanya mengandung gula tinggi

Kadar gula yang terlalu tinggi dalam tubuh, tentu dapat merugikan kesehatan Anda. Gula dapat menambah kalori yang masuk ke tubuh sehingga menyebabkan kenaikan berat badan. Kadar gula yang tinggi dalam darah juga dapat menyebabkan diabetes.

  • Mengandung garam tinggi

Setiap makanan yang diawetkan pasti mengandung garam (natrium) yang tinggi. Entah untuk menambah cita rasa, untuk tujuan pengawetan, atau tujuan lainnya. Hal ini tentu tidak baik bagi kesehatan, mengingat kebutuhan garam kita (orang dewasa) setiap hari hanya 6 gram (1 sendok teh). Terlalu banyak garam yang masuk ke tubuh kita dapat menyebabkan hipertensi.

  • Mengandung lemak tinggi

Selain gula dan garam yang tinggi, makanan yang telah melalui proses biasanya juga mengandung lemak jahat dalam kadar tinggi. Terlalu banyak lemak jahat dalam tubuh dapat meningkatkan risiko oksidasi dan peradangan dalam tubuh. Selain itu, juga berisiko mengembangkan penyakit jantung.

  • Banyak yang rendah gizi

Dalam beberapa kasus, makanan yang melalui proses panjang mempunyai kadar gizi rendah sehingga ditambahkan dengan vitamin dan mineral sintetis untuk menggantikan gizi yang hilang. Namun, vitamin dan mineral sintetis ini tentu tidak lebih baik daripada nutrisi yang secara alami terkandung dalam makanan yang belum diolah. Sehingga, nutrisi yang Anda dapatkan dari makanan olahan bisa lebih sedikit daripada yang Anda dapatkan dari makanan alami yang belum diolah.

  • Cenderung rendah serat

Padahal, serat sangat dibutuhkan tubuh kita. Serat dapat melancarkan sistem pencernaan Anda, sehingga Anda terhindar dari masalah pencernaan, seperti sembelit. Serat juga sebagai makanan bagi bakteri baik dalam usus. Dengan makan serat, Anda juga merasa lebih kenyang, sehingga tidak terlalu banyak kalori yang masuk ke tubuh Anda setiap harinya.

  • Mengandung bahan buatan

Pernahkah Anda membaca kandungan bahan dalam makanan olahan? Apakah Anda mengerti apa yang dimaksud di situ? Kebanyakan orang mungkin tidak mengerti hal ini karena bahan tersebut merupakan bahan kimia buatan yang ditambahkan dalam makanan untuk tujuan tertentu.

Bagaimana cara lebih sehat untuk mengonsumsi makanan olahan?

Memang, untuk terlepas dari ketergantungan dengan makanan olahan sangat susah di zaman sekarang ini. Makanan tersebut membuat hidup kita jauh lebih praktis. Namun, bukan berarti Anda boleh seenaknya saja mengonsumsi makanan olahan. Jika hidup Anda ingin lebih sehat, sebaiknya lakukan tips berikut ini dalam mengonsumsi makanan olahan.

  • Tidak terlalu sering mengonsumsi makanan olahan dalam kemasan
  • Membaca label informasi nilai gizi sebelum mengonsumsi makanan olahan, perhatikan baik-baik kandungan gula, garam (natrium), dan lemaknya
  • Perhatikan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli makanan olahan
  • Jangan lupa untuk mengonsumsi sayuran, bisa Anda kombinasikan dengan makanan olahan

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Oatmeal bukan hanya lezat, tapi juga penuh serat., mengenyangkan, dan cocok untuk Anda yang sedang berdiet. Simak 7 resep oatmeal berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Resep Sehat, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Bagi yang sedang diet, konsumsi beras atau nasi mungkin akan dibatasi. Beras merah atau beras shirataki dapat menjadi pilihan, tapi mana yang lebih efektif?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Tidak hanya bermanfaat bagi orang yang sehat, olahraga juga harus dilakukan oleh mantan penderita kanker. Apa saja manfaatnya? Olahraga apa yang dianjurkan?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kebugaran 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengeluarkan racun dari tubuh detoksifikasi

8 Cara Mengeluarkan Racun dari Tubuh (Detoksifikasi)

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
apa itu diet raw food

Mau Coba Diet Raw Food? Simak Dulu Info Penting Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kebanyakan makan garam

Tak Hanya Lemak, Kebanyakan Makan Garam Juga Bikin Tubuh Gemuk

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
perbedaan mentega dan margarin

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit