home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Sehat Konsumsi Snack dalam Kemasan

Cara Sehat Konsumsi Snack dalam Kemasan

Snack asin atau makanan ringan berupa keripik kentang dan sebagainya, atau biasa digeneralisasi sebagai “Chiki” dengan berbagai merek dan rasa, merupakan salah satu snack yang murah, enak, dan banyak tersedia di berbagai warung kecil, toko serba ada, hingga supermarket. Camilan ini memang sangat pas dinikmati ketika sedang nonton, saat ingin ngemil, atau sedang berkumpul bersama teman-teman maupun keluarga.

Rasa asinnya membuat semua orang yang memakannya ketagihan. Terutama anak kecil, yang pasti sangat suka dengan snack ini. Namun, terlalu banyak mengonsumsi snack ini dapat membawa dampak negatif terhadap kesehatan.

Mengapa jajanan ini berdampak buruk bagi kesehatan?

Menurut penelitian Nielsen pada tahun 2014 tentang snack di seluruh dunia, didapatkan hasil bahwa total penjualan snack di seluruh dunia terus bertambah sebesar 2% dari tahun ke tahun. Wanita merupakan yang paling sering mengonsumsi snack dibandingkan dengan pria.

1. Memicu kenaikan berat badan

Snack dalam kemasan mempunyai rasa yang enak dan banyak disukai oleh semua orang dari berbagai kalangan. Namun, hati-hati jika makan snack ini terlalu sering setiap hari. Snack mengandung banyak kalori tetapi nol zat gizi, sehingga memakannya terlalu banyak dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The New England Journal of Medicine tahun 2011 menunjukkan bahwa konsumsi 1 ons keripik kentang per hari menyebabkan kenaikan berat badan rata-rata 0,8 kg selama empat tahun.

2. Tinggi natrium

Selain tinggi kalori, snack dalam kemasan juga mengandung tinggi natrium. Asupan tinggi natrium dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, yang dapat menyebabkan stroke, gagal jantung, penyakit jantung koroner, dan penyakit ginjal. Jajanan dalam bentuk keripik kentang umumnya mengandung 120-180 miligram natrium per ons. Satu bungkus snack keripik kentang biasanya mengandung lebih dari satu ons, sehingga banyak orang mengonsumsi natrium lebih dari yang mereka kira saat makan snack tersebut. Menurut Dietary Guidelines for Americans tahun 2010, Anda harus membatasi konsumsi natrium sebesar 2.300 miligram per hari, sementara individu yang berusia lebih dari 50 tahun, orang dengan tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, dan diabetes sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 1.500 miligram natrium per hari .

3. Tinggi lemak dan kolesterol

Snack dalam kemasan juga umumnya mengandung kolesterol yang tinggi karena jumlah dan jenis lemak yang terkandung di dalamnya. Umumnya, snack seperti keripik kentang mengalami proses penggorengan yang menghasilkan lemak trans. Selain itu, minyak yang digunakan untuk menggoreng keripik umumnya adalah jenis lemak jenuh. Kedua jenis lemak tersebut sangat berkontribusi terhadap kadar kolesterol tinggi dalam darah. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation tahun 2007 menunjukkan bahwa kadar lemak trans tinggi dalam aliran darah berhubungan dengan kadar kolesterol LDL tinggi dan peningkatan risiko penyakit jantung koroner.

4. Berpotensi membuat Anda kurang gizi

Makan snack setiap hari juga dapat menggantikan diet Anda. Jika Anda terlalu sering makan snack nol zat gizi setiap hari, maka yang ditakutkan adalah Anda akan kekurangan zat gizi penting yang terdapat dalam berbagai jenis makanan karena Anda melewatkan makan makanan yang bergizi. Snack dalam kemasan biasanya mengandung sedikit vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Bagaimana cara yang lebih sehat jika kita hobi jajan snack dalam kemasan?

Jajanan gurih ini memang sangat enak untuk dinikmati dan membuat Anda ketagihan untuk mengonsumsinya setiap waktu. Namun, di balik rasanya yang sangat enak, snack dalam kemasan mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu, kita harus pintar-pintar dalam mengonsumsi snack.

1. Baca kandungan gizi dalam bungkusnya

Saat membeli snack, sebaiknya perhatikan kandungan gizi di dalamnya. Hal ini bisa dilihat dalam “Nutrition Facts” atau informasi nilai gizi yang terdapat di dalam setiap kemasan makanan ringan. Di informasi gizi tersebut, Anda harus perhatikan berapa takaran saji dalam sebungkus snack, berapa kandungan energi total, sodium atau natrium, dan lemak total.

Dalam sebungkus snack besar biasanya terdapat takaran saji yang lebih dari satu sehingga kandungan kalori dan zat gizi lainnya harus dikalikan sebanyak takaran saji yang ada jika Anda menghabiskan satu bungkus besar snack tersebut. Misalnya, dalam satu bungkus snack mempunyai kandungan energi total sebesar 110 kalori, lemak total 6 gram, dan natrium 70 mg per sajian, serta satu bungkus snack tersebut terdiri dari 3 takaran saji. Sehingga jika Anda menghabiskan satu bungkus snack tersebut sebenarnya Anda mengonsumsi 330 kalori energi total, 18 gram lemak total, dan 210 mg natrium (dikalikan 3 takaran saji).

2. Jangan konsumsi melewati batas maksimal

Terkadang Anda mungkin tidak sadar jika Anda telah mengonsumsi snack dengan kandungan gizi sebanyak itu. Anda harus benar-benar memperhatikan informasi nilai gizi dalam kemasannya. Batasi konsumsi snack Anda agar Anda tidak mendapat dampak negatif dari kebiasaan makan snack. Sebaiknya, batasi konsumsi snack Anda dengan batasan energi total tidak lebih dari 200 kalori per harinya, lemak total tidak lebih dari 35% dari kebutuhan kalori Anda per hari, dan natrium tidak lebih dari 230 mg per hari (lihat berapa kandungan energi total, lemak total, dan natrium dalam sebungkus snack yang Anda makan pada informasi nilai gizi di kemasan).

3. Jangan habiskan sekaligus

Anda bisa memakan sebungkus snack dalam dua atau tiga kali makan sesuai dengan takaran saji. Atau, jika Anda harus menghabiskan satu bungkus, pastikan Anda membagi rata dengan teman atau saudara sehingga Anda tidak menghabiskannya sendirian.

4. Seimbangkan dengan snack lain

Batasi konsumsi makanan ringan yang mengandung energi, lemak, dan natrium yang tinggi, serta seimbangkan dengan makanan sehat lainnya yang kaya gizi. Anda dapat mengonsumsi snack yang lebih sehat seperti buah, yogurt, atau kue basah.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

 

  1. Nielsen. 2014. Snack Attack: What Consumers Are Reaching for Around The World. Diakses dari http://www.nielsen.com/content/dam/nielsenglobal/kr/docs/global-report/2014/Nielsen%20Global%20Snacking%20Report%20September%202014.pdf
  2. Coila, Bridget. What Are the Negative Effects of Chips? Diakses dari http://healthyeating.sfgate.com/negative-effects-chips-2980.html
  3. USDA. Smart Snacks in School. Diakses dari http://www.fns.usda.gov/sites/default/files/allfoods_flyer.pdf
  4. American Heart Association. Why Should I Limit Sodium? Diakses dari https://www.heart.org/idc/groups/heart-public/@wcm/@hcm/documents/downloadable/ucm_300625.pdf

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 20/07/2016
x