home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Cara Sehat untuk Makan Snack dalam Kemasan

4 Cara Sehat untuk Makan Snack dalam Kemasan

Snack asin atau makanan ringan yang biasa digeneralisasi sebagai “Chiki” merupakan salah satu camilan yang murah, enak, dan tersedia di banyak tempat. Rasa gurihnya memang membuat banyak orang ketagihan, tapi makan snack secara berlebihan tentu dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan.

Mengapa makan snack berdampak buruk bagi kesehatan?

snack rendah kalori

Tidak ada yang salah dengan kebiasaan ngemil. Bahkan, konsumsi snack yang sehat bisa membantu melengkapi kebutuhan gizi Anda selama seharian. Namun, masalah biasanya muncul ketika Anda makan snack kemasan secara berlebihan.

Berikut beberapa alasan mengapa snack kemasan tidak baik bagi kesehatan.

1. Menyebabkan kenaikan berat badan

Kebanyakan snack kemasan merupakan makanan tinggi kalori yang miskin kandungan gizi. Kandungan protein dan seratnya amat rendah sehingga Anda tidak akan kenyang. Sebaliknya, Anda justru cenderung mengonsumsi snack secara berlebihan.

Hal ini ditunjukkan oleh beberapa penelitian, salah satunya di Inggris pada 2011. Pada studi tersebut, konsumsi 1 ons keripik kentang setiap hari sudah bisa menyebabkan kenaikan berat badan rata-rata sebanyak 0,8 kg dalam kurun waktu empat tahun.

2. Meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung

Rekomendasi asupan natrium harian untuk orang dewasa yakni tidak lebih dari 2.300 miligram per hari. Asupan melebihi jumlah ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan berbagai komplikasinya, seperti stroke, gagal jantung, serta penyakit jantung.

Snack kemasan bisa mengandung 300 – 600 mg natrium dalam setiap bungkusnya. Angka ini setara dengan 13% – 25% rekomendasi asupan harian Anda. Padahal, Anda mungkin masih akan mendapat asupan natrium lagi dari makanan lainnya.

3. Tinggi lemak dan kolesterol

Makan snack juga dapat meningkatkan kadar kolesterol Anda. Ini karena snack dalam kemasan umumnya melewati proses pengolahan yang menghasilkan lemak trans. Jenis minyak yang digunakan biasanya juga mengandung banyak lemak jenuh.

Menurut studi dalam Journal of Food Science and Technology, pola makan tinggi lemak trans terbukti meningkatkan risiko obesitas dan sejumlah penyakit. Penyakit tersebut antara lain stroke, penyakit jantung, diabetes, serta kanker payudara.

4. Berpotensi menyebabkan kurang gizi

Kebiasaan makan snack bisa memengaruhi pola makan Anda secara tidak langsung. Jika Anda terlalu sering mengonsumsi snack yang minim kandungan gizi, Anda hanya akan mendapatkan asupan kalori tanpa zat gizi yang bermanfaat.

Berbagai snack ini bisa saja membuat Anda enggan mengonsumsi makanan pokok, sumber protein, atau sayuran yang kaya vitamin. Lama-kelamaan, kebiasaan ini bisa membuat Anda rentan kekurangan satu atau beberapa jenis zat gizi.

Cara makan snack yang sehat

cara menghilangkan kebiasaan ngemil

Jajanan gurih ini memang sangat enak untuk dinikmati dan membuat banyak orang ketagihan. Akan tetapi, di balik rasanya yang lezat, snack dalam kemasan mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Guna mengurangi risiko kesehatan akibat konsumsi snack, berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan.

1. Baca kandungan gizi pada kemasannya

Ketika membeli snack, perhatikan label informasi gizi pada kemasannya. Snack dalam kemasan besar biasanya memiliki lebih dari satu takaran saji. Ini berarti jumlah kalori dan kandungan gizi pada suatu produk snack harus dikalikan sebanyak takaran sajinya.

Contohnya, suatu produk keripik kentang mengandung 110 kalori, 6 gram lemak, dan 100 miligram natrium per takaran saji. Jika takaran sajinya tiga, Anda akan mendapat 330 kalori, 18 gram lemak, dan 300 miligram natrium dari sebungkus keripik tersebut.

2. Jangan makan berlebihan

Terkadang Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda telah makan snack kemasan dengan kalori, lemak, dan natrium yang tinggi. Guna menghindari efek negatif konsumsi snack kemasan, batasilah konsumsinya setiap hari.

Anda bisa membatasi asupan snack harian agar tidak lebih dari 200 kalori. Asupan lemak total sebaiknya tidak lebih dari 35% dari kebutuhan kalori harian Anda. Batasi pula asupan natrium agar tidak lebih dari 230 miligram untuk mencegah risiko penyakit.

3. Jangan habiskan sekaligus

ngemil di malam hari

Makan snack kemasan cenderung membuat Anda ingin makan secara berlebihan. Pasalnya, snack kemasan memiliki rasa yang gurih dan lezat, tapi kandungan protein dan serat di dalamnya sangat rendah sehingga Anda tidak merasa kenyang.

Supaya Anda tidak makan berlebihan, bagilah snack menjadi 2 – 3 porsi atau sesuai takaran saji. Anda juga bisa membaginya dengan teman atau saudara sehingga Anda tidak menghabiskannya sendirian.

4. Seimbangkan dengan snack lain

Batasi konsumsi makanan ringan yang mengandung energi, lemak, dan natrium yang tinggi. Selain itu, seimbangkan dengan camilan sehat lainnya yang kaya gizi. Camilan semestinya mampu mengganjal perut Anda hingga waktu makan selanjutnya.

Ada berbagai pilihan camilan sehat yang bisa Anda coba, seperti buah-buahan, yogurt tawar, atau kacang-kacangan. Berbagai camilan ini mengandung banyak protein dan serat yang bisa membuat Anda kenyang lebih lama.

Snack kemasan memang praktis, tapi ada bahaya yang mengintai kesehatan bila Anda makan secara berlebihan. Dengan berbagai tips di atas, Anda bisa menikmati lezatnya snack sambil tetap menjaga asupan gizi yang seimbang.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Should I Limit Sodium? – AHA. (2021). Retrieved 6 July 2021, from https://www.stroke.org/-/media/files/health-topics/answers-by-heart/why-should-i-limit-sodium.pdf

Shaking the Salt Habit to Lower High Blood Pressure. (2021). Retrieved 6 July 2021, from https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/changes-you-can-make-to-manage-high-blood-pressure/shaking-the-salt-habit-to-lower-high-blood-pressure

Revamp your snacking habits – Harvard Health. (2021). Retrieved 6 July 2021, from https://www.health.harvard.edu/heart-health/revamp-your-snacking-habits

Dhaka, V., Gulia, N., Ahlawat, K., & Khatkar, B. (2011). Trans fats—sources, health risks and alternative approach – A review. Journal Of Food Science And Technology, 48(5), 534-541. doi: 10.1007/s13197-010-0225-8

Cleobury, L., & Tapper, K. (2013). Reasons for eating ‘unhealthy’ snacks in overweight and obese males and females. Journal Of Human Nutrition And Dietetics, 27(4), 333-341. doi: 10.1111/jhn.12169

Chapelot, D. (2010). The Role of Snacking in Energy Balance: a Biobehavioral Approach. The Journal Of Nutrition, 141(1), 158-162. doi: 10.3945/jn.109.114330

Dougkas, A., Minihane, A., Givens, D., Reynolds, C., & Yaqoob, P. (2012). Differential effects of dairy snacks on appetite, but not overall energy intake. British Journal Of Nutrition, 108(12), 2274-2285. doi: 10.1017/s0007114512000323

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x