home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Perlukah Melakukan Suntik Vitamin C?

Perlukah Melakukan Suntik Vitamin C?

Ada situasi tertentu di mana Anda mungkin membutuhkan tambahan suplemen vitamin C seperti ketika Anda sedang sakit atau sedang dalam masa pemulihan. Tambahan suplemen vitamin C ini dapat diperoleh melalui oral maupun suntik.

Apa itu suntik vitamin C?

Suntik vitamin C adalah prosedur yang dilakukan dengan memasukkan cairan suplemen vitamin C dengan metode suntik ke kuit. Dengan metode suntik, jumlah vitamin yang dapat masuk ke dalam tubuh bisa lebih banyak dibandingkan dengan meminumnya.

Batas maksimum vitamin C harian yang diperbolehkan yaitu 2.000 mg. Biasanya, suntik vitamin C akan memiliki dosis 500 – 1.000 mg. Di Indonesia, prosedur ini lebih dikenal untuk perawatan kulit dan menjaga daya tahan tubuh.

Vitamin C merupakan jenis vitamin yang larut dalam air. Vitamin C dikenal karena fungsinya bagi kecantikan dan kesehatan, mulai dari membantu penyembuhan luka, pembentukan kolagen, membantu penyerapan zat besi, hingga menjaga kesehatan gigi dan tulang Anda.

Seberapa penting suntik vitamin?

Sebetulnya, kebutuhan vitamin C harian bagi orang dewasa yaitu sekitar 75 – 90 mg. Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin C tersebut dari makanan seperti sayur dan buah yang memiliki kandungan vitamin C yang baik.

Penyuntikan vitamin ke dalam tubuh (vitamin infusion therapy) merupakan metode memasukkan vitamin langsung ke pembuluh darah. Metode ini dinilai lebih efektif karena vitamin tidak melalui sistem pencernaan terlebih dahulu tetapi langsung menuju sel-sel tubuh.

Suntik vitamin C sendiri pertama kali diperkenalkan oleh dr. Linus Pauling sekitar tahun 1970. Penelitiannya menyatakan bahwa prosedur ini dalam dosis tinggi dapat membantu terapi penyembuhan penyakit kanker.

Hal ini dikarenakan kanker merupakan jenis penyakit yang diakibatkan oleh perubahan sel tubuh yang abnormal dikarenakan kekurangan konsumsi vitamin C.

Selain untuk terapi penyakit, prosedur ini juga terkenal untuk mencerahkan kulit. Hal ini didasari oleh fakta bahwa vitamin C merupakan sumber antioksidan yang dapat menangkal efek buruk radikal bebas seperti penggelapan warna kulit.

Ketika kulit terkena sinar ultraviolet, akan terbentuk molekul radikal bebas yang dapat mengakibatkan masalah pada kulit yaitu merusak jaringan kolagen serta struktur lapisan kulit lain. Kerusakan tersebut akan menyebabkan terjadinya penuaan dini pada kulit.

Terpapar sinar ultraviolet juga dapat memicu terjadinya melanogenesis. Melanogenesis merupakan reaksi pembentukan melanin atau zat pewarna yang menimbulkan warna gelap pada kulit Anda.

Apa Itu Antioksidan dan Kenapa Penting Bagi Tubuh Kita?

Efek suntik vitamin C pada kulit

Sebuah penelitian terkait suntik vitamin C yang diikuti oleh 200 wanita berusia 33 tahun menunjukkan adanya manfaat dari suntik vitamin C. Sebelumnya, mayoritas dari mereka mengeluhkan kulit kering serta kusam.

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan 7 kali penyuntikan dengan jeda 7 – 10 hari dari masing-masing penyuntikan. Perubahan pada kulit baru dirasakan setelah penyuntikan kedua.

Perbedaan terutama mereka rasakan pada kulit wajah. Dilaporkan terjadinya peningkatan kelembapan kulit diikuti dengan warna kulit yang lebih cerah serta tidak kusam.

Namun jika Anda menjalani suntik ini, hasilnya tentu akan berbeda tergantung individu masing-masing. Faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada hasil prosedur ini dapat berasal dari eksternal maupun internal.

Faktor eksternal antara lain seberapa lama Anda terpapar sinar ultraviolet sehari-hari serta perlindungan apa yang Anda gunakan untuk mencegah efek buruk dari sinar ultraviolet.

Misalnya, mereka yang menggunakan tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan akan memiliki risiko lebih kecil mengalami melanogenesis jika dibandingkan dengan yang tidak menggunakan sunscreen.

Sementara faktor internal terdiri dari tingkat stres, pola tidur, keadaan hormon, serta prosedur diet apa yang sedang Anda jalani.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Are Vitamin C Injections Better Than Oral Supplements? – Livestrong. Livestrong.com. (2020). Retrieved 19 March, 2021 from https://www.livestrong.com/article/491560-is-a-vitamin-c-injection-better-than-taking-it-orally/.

Hemilä H. (1997). Vitamin C supplementation and the common cold–was Linus Pauling right or wrong?. International journal for vitamin and nutrition research. Internationale Zeitschrift fur Vitamin- und Ernahrungsforschung. Journal international de vitaminologie et de nutrition, 67(5), 329–335.

Ong, K. Skin Hydrating and Whitening effects of Vitamin C and Glutathione in Asian skin types. Prime International Journal of Aesthetic and Anti-Ageing Medicine. (2015). Retrieved 19 March, 2021 from https://www.prime-journal.com/skin-hydrating-and-whitening-effects-of-vitamin-c-and-glutathione-in-asian-skin-types/.

Telang P. S. (2013). Vitamin C in dermatology. Indian dermatology online journal, 4(2), 143–146. https://doi.org/10.4103/2229-5178.110593.

van Gorkom, G., Lookermans, E. L., Van Elssen, C., & Bos, G. (2019). The Effect of Vitamin C (Ascorbic Acid) in the Treatment of Patients with Cancer: A Systematic Review. Nutrients, 11(5), 977. https://doi.org/10.3390/nu11050977.

Vitamin C – Mayo Clinic. Mayoclinic.org. (2021). Retrieved 19 March, 2021 from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-vitamin-c/art-20363932.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Monika Nanda Diperbarui 19/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan