home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengapa Tubuh Perlu Asupan Vitamin C dan Zinc Saat Berpuasa?

Mengapa Tubuh Perlu Asupan Vitamin C dan Zinc Saat Berpuasa?

Saat berpuasa, Anda tidak bisa makan dan minum dengan bebas seperti biasanya. Perubahan pola makan tersebut membuat tubuh tidak mendapat asupan dari makanan dan minuman di siang hari. Akibatnya, Anda lebih mudah lelah dan rentan terserang penyakit seperti flu. Namun, jangan khawatir, Anda tetap bisa mengakalinya dengan mengonsumsi sumber makanan yang kaya vitamin C dan zinc. Yuk, simak ulasan pentingnya vitamin c dan zinc saat puasa berikut ini.

Peran vitamin C dan zinc dalam menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa

Walaupun sedang puasa, Anda tetap harus beraktivitas. Makanan yang seharusnya menjadi bahan bakar untuk energi kemungkinan tidak tersedia cukup banyak. Tubuh pun mau tidak mau harus menggunakan lemak sebagai energi cadangan. Nah, vitamin C berperan penting dalam hal ini.

Saat tubuh memproses vitamin C, molekul yang disebut dengan karnitin akan dilepaskan. Molekul tersebut mengangkut lemak ke bagian dalam mitokondria. Begitu berada di dalam mitokondria, lemak kemudian diubah menjadi energi. Ketika kebutuhan vitamin C pada tubuh tercukupi, maka proses perubahan lemak menjadi energi akan berjalan lancar. Anda pun tidak akan merasa lemas dan tak bertenaga saat puasa.

Vitamin C dan zinc bekerja sama untuk mendukung sistem kekebalan tubuh (imun), terutama saat puasa. Vitamin C pada tubuh merangsang produksi sel darah putih sehingga tubuh menjadi lebih kuat melawan bakteri dan virus.

Sama halnya dengan vitamin C, zinc juga berperan dalam mengendalikan dan mengatur respon imun terhadap infeksi dan patogen (bibit penyakit). Caranya yaitu dengan merangsang aktivitas setidaknya 100 enzim dalam tubuh sehingga organ tubuh tetap bisa bekerja dengan normal.

Seperti dilansir dari WebMD, dr. Mark Moyad, MPH, seorang peneliti dari University of Michigan mengatakan bahwa vitamin C sangat baik untuk menjaga kekebalan tubuh yang menurun akibat stres. Dengan adanya vitamin C, stres bisa berkurang dan tidak lagi mengganggu keseimbangan sistem imun.

Bahkan, vitamin C dan zinc saat puasa juga mampu mengurangi gejala flu dan mempercepat proses pemulihan tubuh. Ini memungkinkan tubuh tetap terlindungi dari flu selama bulan puasa. Tak hanya itu, antioksidan yang terkandung pada vitamin C juga melindungi tubuh dari penyakit kronis seperti kanker, stroke, dan penyakit jantung.

Dari mana Anda bisa mendapatkan vitamin C dan zinc?

Setelah mengetahui banyaknya manfaat vitamin C dan zink, tentu Anda tidak ingin melewatkannya begitu saja, bukan? Tenang saja, vitamin C dan zinc sangat mudah ditemukan pada makanan.

Makanan yang tinggi vitamin C antara lain jeruk, jambu, stroberi, dan tomat. Sementara makanan yang kaya akan zinc contohnya brokoli, tiram, daging sapi, bayam, kacang polong, dan lobster. Anda dapat menyantap beragam makanan mengandung vitamin c saat sahur maupun berbuka.

Selain pada makanan, Anda juga bisa mendapatkan kombinasi vitamin C dan zinc langsung dari suplemen. Waktu minum suplemen pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda, di pagi hari saat sahur atau pada malam hari setelah berbuka.

Mengonsumsi makanan kaya vitamin C dan zinc ditambah dengan suplemen tentu memberikan perlindungan ganda pada daya tahan tubuh saat puasa. Anda bisa berkonsultasi ke dokter mengenai perlu atau tidak konsumsi suplemen dan dosis yang diperlukan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Vitamin C Benefits, Sources, Supplements, & More. https://www.webmd.com/diet/features/the-benefits-of-vitamin-c#1

Benefits, intake, sources, deficiency, and side effects. https://www.medicalnewstoday.com/articles/263176.php Diakses pada 19 April 2018.

Does Vitamin C Help You Stay Awake? https://www.livestrong.com/article/492369-does-vitamin-c-help-you-stay-awake/. Diakses pada 19 April 2018.

Is It Better to Take Vitamins at Night or Morning? https://www.livestrong.com/article/307215-is-it-better-to-take-vitamins-at-night-or-morning/. Diakses pada 19 April 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 2 minggu lalu
x