Kenapa, Sih, Makanan Kekinian yang Tinggi Kalori Itu Rasanya Enak-Enak?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Media sosial membuat tren makanan kekinian makin mudah tersebar luas. Berbondong-bondong, banyak orang pun mulai merintis usaha makanan kekinian. Rasanya yang enak dan penampilannya yang menarik membuat banyak orang ingin mencobanya. Namun, di balik semua kelezatan dan tren makanan kekinian, asupan kalori dan lemak yang tinggi menghantui masyarakat.

Kenapa makanan kekinian enak tapi tinggi kalori?

indomi donat
Sumber: OZ Eating/ Emily Boney

Foto makanan yang menarik di media sosial membuat banyak orang ingin mencobanya. Kebanyakan dari makanan kekinian ini mempunyai rasa yang memang nikmat, tapi sayangnya mengandung banyak kalori. Nah, hati-hati bagi Anda yang sedang menjaga berat badan, jangan terlalu sering menyantapnya.

Makanan kekinian biasanya mengandung banyak kalori dan tentu saja tidak masuk dalam kelompok makanan sehat. Kalori ini bisa berasal dari kandungan lemak maupun kandungan gula yang banyak dalam makanan. Ya, lemak dalam makanan dapat membuat rasa makanan tersebut lebih enak.

Menurut penelitian dalam jurnal Physiology and Behavior, lemak memang memilki cita rasa khas yang membuat makanan lebih lezat. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Purdue University juga menjelaskan bahwa makanan berlemak mempunyai rasa yang lebih enak dibandingkan makanan yang bebas lemak. Makanan yang tidak mengandung lemak atau hanya mengandung sedikit lemak biasanya rasanya tidak tajam, bahkan cenderung hambar.

Jadi, adanya lemak pada makanan inilah yang membuat hidangan hits Anda menjadi tinggi kalori. Lemak merupakan sumber kalori tertinggi. Satu gram lemak dapat menyumbang sekitar 9 kalori. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan karbohidrat dan protein yang hanya mampu menyediakan energi sebanyak 4 kalori untuk tubuh.

Lemak dalam makanan enak

ayam telur asin
Sumber: HapsKitchen.com

Ada beberapa komponen dalam lemak yang membuat makanan menjadi lebih enak. Komponen tersebut mengubah aroma dan tekstur, sehingga rasa makanan menjadi lebih sedap.

1. Aroma makanan

Lemak dalam makanan mampu membantu tubuh Anda melarutkan dan memusatkan rasa dan aroma makanan sehingga membuat Anda lebih bisa menikmati rasa makanan. Zat kimia dilepaskan ke udara oleh panas masakan, sehingga Anda mampu mencium aroma makanan lebih dulu. Bahkan, sebelum Anda memakannya, Anda bisa menebak bahwa makanan tersebut pasti lezat.

2. Tekstur makanan

Makanan berlemak memiliki tekstur yang khas. Contohnya saja keju yang meleleh di mulut Anda, ini menciptakan sensasi yang menyenangkan dalam mulut. Selain itu, lemak juga membantu rasa garam dan bumbu lain dalam makanan lebih merata dan terasa.

Adanya lemak dalam makanan juga dapat membuat Anda merasa kenyang lebih cepat. Ya, karena lemak mampu memberikan energi pada tubuh lebih banyak. Hal ini kemudian dapat membuat otak mengeluarkan hormon yang membuat Anda merasa puas setelah makan.

Rasa puas ini pun dapat meninggalkan kesan yang menyenangkan terhadap makanan setelah makan. Maka, tak heran jika banyak dari Anda yang lebih menyukai makanan berlemak seperti ayam goreng tepung, martabak, bakso dengan tetelan, dan lainnya dibandingkan makanan sehat tanpa lemak.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?
Sumber

Artikel dari ahli Arinda Veratamala, S.Gz

4 Manfaat Minyak Hati Ikan Kod Bagi Kesehatan Anak

Berbagai cara tentu dilakukan ibu untuk mendukung pertumbuhan anaknya. Salah satunya yaitu dengan memberikan minyak hati ikan kod. Apa manfaatnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
minyak hati ikan kod

9 Penyakit Infeksi pada Anak yang Rentan Menyerang

Penyakit infeksi pada anak cukup mengkhawatirkan karena bisa mengganggu tumbuh kembang. Lantas, apa saja penyakit infeksi yang sering dialami anak?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
penyakit infeksi pada anak

Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi, apa sih dampaknya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
kebutuhan zat besi bayi
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 12 Juni 2019

Yang juga perlu Anda baca

Makan Makanan Berlemak Ternyata Ada Pengaruhnya Bagi Kesuburan

Lemak tubuh yang rendah bisa mengganggu kesuburan. Jika demikian, apakah wanita harus banyak makan makanan berlemak untuk meningkatkan kesuburan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesuburan, Kehamilan 19 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Ternyata, Makan Makanan Berlemak Saja Tidak Cukup Naikkan Berat Badan

Lemak adalah nutrisi penyumbang kalori terbesar bagi tubuh. Namun, makan makanan berlemak saja ternyata tidak membuat tubuh Anda gemuk dengan sehat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Tips Berat Badan Naik, Nutrisi 13 September 2019 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Penderita Maag Tidak Boleh Makan Makanan Tinggi Lemak?

Orang dengan sakit maag tentu sudah tahu bahwa makanan asam harus dihindari. Tak hanya itu, makanan tinggi lemak juga harus dibatasi, lho. Kenapa begitu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 25 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

Tidak Selalu Buruk, Ini Manfaat Mentega yang Bisa Anda Dapatkan

Mentega seringnya dianggap sebagai sumber lemak yang buruk bagi kesehatan. Lantas, apa ini benar? Apa manfaat mentega tidak ada sama sekali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Fakta Gizi, Nutrisi 24 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit


Direkomendasikan untuk Anda

Daftar pantangan makanan untuk pengidap hepatitis

7 Pantangan Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Pengidap Hepatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
apa saja penyebab maag

10 Penyebab Maag, dari Penyakit Hingga Kebiasaan Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
apa itu kalori adalah

Mengenal Kalori: Pengertian, Sumber, Kebutuhan Harian, dan Jenis-Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Brigitta Maharani
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
ciri-ciri kurang gizi

9 Perubahan yang Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Kurang Gizi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit