6 Manfaat Susu Kefir yang Ternyata Menyehatkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Susu kefir merupakan salah satu warisan kuliner turun temurun dari Nabi Muhammad, yang diterima dan dikembangkan oleh masyarakat Timur Tengah sejak 1400 tahun silam. Namun sekarang, penyebaran minuman kefir ini sudah bisa didapatkan di Indonesia. Apa saja manfaat dan khasiat dari minuman nabi tersebut? Simak pembahasan berikut ini.

Apa itu susu kefir?

Susu kefir adalah minuman kental yang dibuat dengan cara fermentasi susu dan biji kefir, biasanya dibuat dari susu sapi atau kambing. Sedangkan biji kefirnya dibuat dari bakteri asam laktat, ragi, dan zat polisakarida. Dari segi bentuk, susu kefir ini mirip dengan yoghurt yang bertekstur kental, dan rasa asamnya juga nyata di lidah.

Apa saja manfaat susu kefir?

Minuman jenis probiotik ini kaya akan bakteri Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium bifidum. Selain itu terdapat nutrisi baik untuk tubuh seperti vitamin B, vitamin K, asam folat, kalium, magnesium, fosfor. Nah, berikut ini merupakan manfaat susu kefir yang telah teruji secara ilmiah baik untuk kesehatan:

1. Mencegah dan memerangi kanker

Minuman susu kefir, memang menjadi salah satu minuman fermentasi yang bisa Anda perhitungkan untuk menjadi asupan kesehatan sehari-hari. Pasalnya, Journal of Dairy Science menyatakan, minuman fermentasi telah terbukti mampu membunuh jenis tumor dan kanker yang diuji pada tikus. Kandungan dalam kefir juga didapuk bisa menambah kekebalan tubuh tikus dan menghentikan pertumbuhan kanker pada payudara.

2. Membantu detoksifikasi racun

Bagi yang memiliki alergi terhadap kacang, tahukah Anda kalau minum susu kefir bisa meredakan gejala dari alergi kacang? Zat aflatoksin merupakan sebuah zat yang banyak dihasilkan oleh jamur dan kacang tanah. Aflaktosin ini punya dampak buruk bagi tubuh, seperti menyebabkan alergi atau mengurangi kekebalan tubuh. Sedangkan susu kefir mengandung asam laktat yang mampu melawan zat aflaktosin. Maka dari itu, secara tidak langsung minuman kefir menjadi asupan detoksifikasi yang membantu Anda melawan alergi makanan tertentu.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

Sebuah studi dari University College Cork di Irlandia, menyarankan kalau Anda sedang merasa kondisi tubuh tidak sehat, tak perlu minum antibiotik dan cukup minum susu kefir saja. Mengapa demikian? Peneliti menemukan kalau makanan dan minuman probiotik bekerja lebih baik daripada obat antibiotik, di mana probiotik bisa menghilangkan bakteri yang menginfeksi tubuh, dan bahkan mencegah gejalanya.

4. Menambah kekuatan tulang

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam jurnal Osteoporosis International menemukan, dengan minum susu kefir tiap hari, dapat meningkatkan kepadatan tulang dan dapat mengurangi risiko osteoporosis. Para peneliti menemukan bahwa kandungan biji kefir bekerja dengan meningkatkan penyerapan mineral tulang, kalsium, dan magnesium dan zat penting untuk meningkatkan kepadatan tulang termasuk fosfor, vitamin D, dan vitamin K2.

5. Mencegah alergi dan asma

Journal of Immunology di Amerika telah menerbitkan penelitian baru yang menjelaskan bahwa minuman kefir terbukti memiliki efek baik jika diminum penderita alergi dan asma. Dalam penelitian ini, kefir secara signifikan menekan penyebab inflamasi, seperti sel interleukin-4, T-helper, dan imunoglobulin IgE. Para peneliti menyatakan, bahwa kefir memiliki khasiat anti inflamasi yang kuat serta bisa terbukti bermanfaat dalam mencegah asma.

6. Meredakan penyakit intoleransi laktosa

Meski kefir dibuat dari susu, proses fermentasi yang digunakan dalam proses pembuatannya menjadikannya bebas dari bakteri laktosa. Dalam sebuah studi di Journal of American Dietetic Association yang diterbitkan pada bulan Mei 2003, para periset dari Ohio State University menguji 15 orang dengan intoleransi laktosa. Lalu hasilnya ditemukan, bahwa susu kefir mengurangi gejala seperti gas dalam perut, sakit perut, dan diare, yang mana sering terjadi pada orang alergi susu.

Dadih (tekstur kental) di kefir lebih kecil dari kandungan dadih di yoghurt, sehingga biasanya mudah dicerna. Tapi, bagi Anda yang memiliki kondisi intoleransi, lebih baik konsultasikan dulu kepada dokter terkait susu kefir yang akan dikonsumsi.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

    Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
    Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

    Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

    Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

    Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mencium bau

    Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    penis bengkok

    Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    memotong kuku

    Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit