Waspada Risiko Meminum Teh Kombucha

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda pernah mendengar teh kombucha sebelumnya? Terdapat berbagai jenis teh yang ada, dari teh yang berbahan dasar daun, bunga, hingga jamur, seperti teh kombucha yang satu ini.

Apa itu teh kombucha?

Teh kombucha adalah teh hasil fermentasi larutan teh dengan gula yang kemudian ditambahkan starter mikroba, yaitu bakteri Acetobacter xylinum dan beberapa ragi, Saccharomyces cerevisiae, Zygosaccharomyces bailii, dan  Candida sp. Akibat proses fermentasi yang terjadi, teh kombucha mengandung berbagai zat seperti asam asetat, folat, asam amino esensial, vitamin B, vitamin C, dan alkohol.

Banyak yang menyebut teh kombucha sebagai teh jamur karena teh ini yng dibiarkan ‘menjamur’ dulu dalam proses pembuatannya. Waktu yang diperlukan untuk fermentasi teh ini adalah sekitar 8 hingga 12 hari pada suhu 18 hingga 2 derajat celcius, namun pada lingkungan yang suhunya lebih tinggi, maka fermentasi akan berlangsung lebih cepat. Lama fermentasi akan mempengaruhi kualitas fisik, kandungan, dan rasa teh. Dalam teh kombucha 400 ml mengandung total energi sebanyak 60 kalori.

Manfaat minum teh kombucha

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa teh kombucha memiliki banyak manfaat, seperti untuk pencernaan, menurunkan risiko arterosklerosis, dan membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Sebagian besar manfaat teh kombucha didapatkan dari hasil penelitian yang dilakukan pada binatang. Dari penelitian yang dilakukan pada binatang, terlihat bahwa teh kombucha memiliki berbagai dampak bagi kesehatan yaitu sebagai antioksidan, antibakteri, memperbaiki mikroflora usus, dan dapat meningkatkan ketahanan tubuh serta menurunkan tekanan darah.  

Selain penelitian yang dilakukan pada binatang, beberapa kelompok yang mengonsumsi kombucha secara rutin mengaku bahwa teh kombucha memiliki dampak baik untuk kesehatan, seperti dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah kanker, dan meningkatkan fungsi sistem pencernaan dan hati. Teh kombucha juga memiliki kandungan bakteri probiotik, yang merupakan bakteri baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, untuk mempertahankan fungsi bakteri probiotik, maka teh kombucha seharusnya melewati proses pasteurisasi atau proses pemanasan untuk menghilangkan bakteri-bakteri jahat lainnya.

Dampak negatif mengonsumsi teh kombucha

Walaupun beberapa kelompok mengatakan teh kombucha berdampak baik untuk kesehatan, di lain sisi, meminum teh ini ternyata dapat menimbulkan berbagi dampak kurang baik untuk tubuh seperti sakit perut setelah meminumnya, infeksi, dan alergi. Bakteri yang ada di dalam teh kombucha dapat menyebabkan infeksi pada orang yang ketahanan tubuhnya rendah. Pada orang yang sehat, mengonsumsi  teh kombucha menimbulkan sakit perut, infeksi akibat bakteri yang ada di teh kombucha, alergi, permukaan kulit menguning, mual, muntah, sakit kepala. Sedangkan pada orang yang sensitif serta sistem pertahanan tubuhnya rendah, seperti penderita HIV/AIDS, mengonsumsi teh kombucha akan semakin membuat pertahanan tubuhnya menurun akibat terinfeksi bakteri.

Pernah muncul laporan bahwa di Iran terdapat 20 orang yang terkena penyakit anthrax akibat minum teh kombucha. Bahkan pada tahun 1995 Center for Disease Control mengeluarkan pernyataan bahwa teh kombucha merupakan penyebab dari asidosis metabolik yang terjadi pada kelompok wanita tersebut. Asidosis metabolik merupakan keadaan di mana darah terlalu banyak mengandung asam, karena mengonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung asam, seperti pada teh kombucha.

Selain itu, penggunaan teh kombucha harus diperhatikan dan diawasi untuk penderita penyakit tertentu, seperti penderita diabetes, alkoholism, dan sindrom iritasi usus. Pada penderita diabetes, mengonsumsi teh kombucha bisa mempengaruhi gula darah, hingga menyebabkan penurunan kadar gula darah dalam tubuh (hipoglikemia). Teh ini juga tidak cocok jika dikonsumsi orang yang sedang mengalami diare dan penderita irritable bowel syndrome, karena teh ini mengandung kafein yang cukup banyak dan hal ini dapat memperparah gejala yang ada.

Bagaimana konsumsi teh kombucha yang aman?

Walaupun sudah ada yang membuktikan manfaat teh kombucha bagi tubuh, namun kebersihan serta kualitas teh harus dijaga agar tidak menimbulkan dampak buruk, seperti keracunan atau infeksi akibat bakteri. Sebaiknya, teh kombucha melewati proses pasteurisasi atau pemanasan untuk menghilangkan bakteri jahat yang terkandung di dalamnya. Selain itu, memang masih diperlukan penelitian ilmiah yang lebih lanjut untuk membuktikan manfaat mengonsumsi teh kombucha.

BACA JUGA

 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

    Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

    Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

    Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
    Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

    Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    obat kuat alami

    11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
    menelan sperma

    Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
    radiasi wi-fi

    Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    tremor bisa sembuh

    Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit