Mengulik Kandungan Gizi dan Manfaat Polenta untuk Kesehatan

    Mengulik Kandungan Gizi dan Manfaat Polenta untuk Kesehatan

    Pernah dengan tentang polenta? Makanan ini merupakan olahan jagung dari Italia yang tak hanya lezat, tapi juga kaya nutrisi untuk mendukung kesehatan Anda.

    Lantas, apa saja kandungan gizi dan manfaat polenta?

    Kandungan gizi polenta

    Jika mendengar tentang bubur, Anda mungkin langsung membayangkan terbuat dari beras. Namun, nyatanya ada bubur yang terbuat dari tepung jagung, yaitu polenta.

    Bubur ini bisa dikonsumsi langsung atau diberi tambahan keju, krim, rempah, bahkan irisan daging ayam.

    Polenta polos tanpa keju atau krim umumnya cukup rendah kalori serta mengandung berbagai vitamin dan mineral.

    Berikut ini jumlah kalori dan zat gizi yang terdapat pada 100 gram polenta rebus atau panggang.

    • Kalori: 85 kcal.
    • Lemak: 0,38 g.
    • Protein: 1,98 g.
    • Karbohidrat: 18,1 g.
    • Serat: 1,7 g.
    • Natrium: 96 mg.
    • Kalium: 38 mg.

    Selain kandungan gizi di atas, bubur jagung ini juga mengandung vitamin dan antioksidan yang penting untuk mendukung kesehatan.

    Beberapa jenis polenta kemasan siap masak mungkin memiliki tambahan bahan yang dapat menaikkan jumlah kalori.

    Namun, menurut studi dalam Annals Of The New York Academy Of Sciences (2013), proses pembuatan makanan kemasan dapat berpotensi menghilangkan sebagian kandungan vitamin dan mineral.

    Oleh karena itu, sesuaikan dengan kebutuhan Anda apakah perlu membeli polenta kemasan atau membuatnya sendiri di rumah.

    Manfaat polenta

    polenta

    Dengan aneka kandungan gizi di dalamnya, berikut ini sejumlah manfaat polenta untuk kesehatan berdasarkan kandungan gizi di dalamnya.

    1. Kaya akan karbohidrat kompleks

    Polenta mengandung karbohidrat kompleks yang dipecah di dalam tubuh lebih lama daripada karbohidrat sederhana, sehingga tidak menimbulkan lonjakan gula darah setelah makan.

    Jenis karbohidrat ini juga bisa membuat kenyang lebih lama, menjaga kesehatan sistem pencernaan, serta mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

    Jika Anda punya masalah pencernaan atau ingin mengurangi porsi makan, polenta bisa jadi salah satu pilihan tepat untuk menu sarapan Anda.

    Informasi penting

    Karbohidrat kompleks baik untuk pasien diabetes melitus sebab pelepasan glukosa (gula) ke dalam tubuh dilakukan secara pelan-pelan dan gula darah jadi lebih terkendali.

    2. Polenta termasuk gluten-free

    Bagi orang yang mencari makanan bebas gluten, bubur jagung ini dapat menjadi pilihan yang tepat.

    Bubur jagung ini juga aman untuk dikonsumsi oleh orang dengan Celiac disease atau memiliki sensitivitas terhadap gluten.

    Namun, ketika Anda membeli produk polenta instan, sebaiknya perhatikan kandungannya pada kemasan untuk memastikan tidak ada zat tambahan tertentu yang mengandung gluten.

    3. Mengandung vitamin A

    Polenta juga mengandung vitamin A yang berfungsi penting dalam sistem kekebalan tubuh dan kesehatan mata.

    Vitamin A menjaga epitel, yakni jaringan tubuh yang melapisi paru-paru, saluran pencernaan, lapisan pembuluh darah, dan kulit.

    Keberadaan vitamin A dalam epitel melindungi bakteri atau mikroorganisme penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh.

    Vitamin A juga dibutuhkan dalam menjaga ketajaman penglihatan, terutama diperlukan oleh retina mata guna mengubah cahaya visual menjadi sinyal saraf ke otak.

    4. Sumber karotenoid

    polenta

    Bubur jagung khas Italia ini juga mengandung karotenoid.

    Karotenoid adalah pigmen yang terdapat pada makanan nabati yang dapat diubah menjadi bentuk vitamin A.

    Selain itu, menurut studi dalam jurnal Molecules (2019), karotenoid dapat mengurangi stres oksidatif dengan menghambat penyebaran radikal bebas.

    Dalam hal ini, karotenoid disebut-sebut berpotensi mencegah berbagai penyakit terkait usia yang biasanya dialami oleh orang tua.

    Karotenoid bekerja sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel, jaringan, dan organ di tubuh melawan efek radikal bebas penyebab kanker, penyakit jantung, dan penyakit mata.

    5. Rendah lemak

    Pada dasarnya, bubur jagung ini merupakan makanan rendah lemak dan aman dikonsumsi untuk Anda yang sedang menjalani diet rendah lemak.

    Namun, ini juga tergantung bagaimana Anda mengolah polenta. Hindari menggunakan lemak jenuh tambahan saat memasaknya, seperti mentega atau keju tinggi lemak.

    Masak dengan lemak jenuh akhirnya membuat manfaat bubur jagung ini berkurang dan meningkatkan jumlah kalori yang berkontribusi pada pertambahan bobot tubuh Anda.

    6. Bantu penuhi kebutuhan mineral

    Polenta mengandung mineral-mineral esensial yang dibutuhkan oleh tubuh seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, natrium, dan zink.

    Vitamin yang ditemukan dalam jumlah kecil pada polenta yakni vitamin B dan E.

    Mineral berguna salah satunya untuk menjaga kepadatan tulang dan menyeimbangkan kadar cairan dalam tubuh.

    Meskipun jumlahnya cukup kecil, makan bubur jagung ini dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian Anda.

    7. Mempunyai kandungan protein

    Komponen utama dalam polenta memang karbohidrat, tapi bubur jagung ini rupanya juga mengandung protein.

    Protein ini berfungsi dalam banyak proses metabolisme dan pembentukan struktur jaringan di dalam tubuh.

    Protein juga berfungsi dalam pembentukan enzim, hormon, dan neurotransmitter. Selain itu, eseimbangan cairan di dalam tubuh juga diatur oleh protein.

    Dengan mengetahui kandungan gizi dan manfaat polenta di atas, kini apakah Anda tertarik untuk mencobanya?

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 5 hari lalu

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan