home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Manfaat Makan Lobster yang Tak Boleh Anda Lewatkan

6 Manfaat Makan Lobster yang Tak Boleh Anda Lewatkan

Lobster termasuk seafood favorit banyak orang. Dagingnya yang lembut dan manis membuat lobster terasa nikmat, bahkan tanpa bumbu yang kuat sekalipun. Selain lezat, lobster juga kaya zat gizi dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Apa saja?

Kandungan gizi daging lobster

Lobster merupakan makanan laut (seafood) dari kelompok yang sama dengan udang dan kepiting. Makanan ini bisa diolah dengan berbagai cara. Teknik pengolahan tepat akan membuat daging menjadi lembut dan mengeluarkan rasa manis yang khas.

Daging lobster kaya akan protein, asam lemak omega-3, dan berbagai mineral. Tidak ada kandungan karbohidrat dan kalori totalnya juga rendah. Di bawah ini gambaran umum kandungan gizi dari 100 gram daging lobster matang.

  • Energi: 89 kkal
  • Protein: 17,9 gram
  • Lemak: 1,8 gram
  • Karbohidrat: 0 gram
  • Zat besi: 0,6 miligram
  • Natrium: 464 miligram
  • Selenium: 131% kebutuhan harian
  • Tembaga: 136% kebutuhan harian
  • Zinc: 36% kebutuhan harian
  • Vitamin B12: 35% kebutuhan harian
  • Kolesterol: 98 miligram

Manfaat lobster bagi kesehatan

Di bawah ini sejumlah manfaat makan lobster bagi kesehatan.

1. Menjaga kesehatan otak dan kejiwaan

Asam lemak omega-3, terutama dalam bentuk docosahexaenoic acid (DHA) berperan penting dalam memelihara kesehatan otak. Berbagai penelitian terdahulu menemukan bahwa kekurangan omega-3 mungkin bisa mempercepat proses penuaan otak.

Menurut penelitian lainnya, orang yang sering makan makanan kaya omega-3 seperti lobster juga lebih rendah berisiko depresi, kepikunan, dan penyakit Alzheimer. Zat gizi ini mungkin menjalankan mekanisme tertentu yang melindungi otak Anda.

2. Membantu menurunkan berat badan

Daging lobster kaya akan protein berkualitas tinggi. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Nutrition & Metabolism, makanan tinggi protein seperti daging lobster dapat membantu berat badan turun dengan cara meningkatkan laju metabolisme tubuh.

Manfaat lain dari makan lobster yakni rasa kenyang lebih lama dan mampu mengendalikan nafsu makan dengan baik. Pasalnya, protein bisa mengurangi produksi hormon pemicu lapar dan menambah jumlah hormon yang memberikan rasa kenyang.

3. Berpotensi menjaga kesehatan jantung

Asam lemak omega-3 memiliki beberapa bentuk, di antaranya EPA dan DHA. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kandungan EPA dan DHA pada ikan-ikanan dan lobster memiliki manfaat untuk melindungi jantung dari berbagai penyakit.

Meski kandungan kolesterol lobster cukup tinggi, kandungan EPA dan DHA pada makanan ini bisa membantu menurunkan kolesterol. Keduanya juga dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah pembentukan plak kolesterol pada pembuluh darah.

4. Menjaga kesehatan kelenjar tiroid

Lobster merupakan sumber dari berbagai mineral, salah satunya selenium. Mineral ini memiliki banyak fungsi, di antaranya membantu proses metabolisme, melindungi sel-sel tubuh dari efek radikal bebas, dan menjaga kesehatan kelenjar tiroid.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita penyakit tiroid yang kekurangan selenium mengalami perbaikan kondisi setelah menambah asupan mineral ini. Fungsi tiroid, mood, dan kesehatan mereka secara umum juga tampak membaik.

5. Membantu mencegah anemia

Konsumsi lobster berpotensi memberikan manfaat bagi Anda yang rentan mengalami anemia. Penyakit anemia bisa disebabkan banyak faktor seperti karena kurang sel darah merah, bentuknya tidak sempurna, atau tidak cukup mengandung hemoglobin.

Vitamin B12 dan mineral tembaga pada lobster dapat membantu pembentukan sel darah merah yang sehat. Selain itu, kandungan zat besinya yang tinggi juga membantu pembentukan hemoglobin sehingga oksigen dapat terikat dengan optimal.

6. Manfaat lainnya

Berbagai mineral yang terkandung dalam lobster memiliki banyak potensi. Contohnya, selenium dapat membantu mengurangi keparahan gejala pada penderita penyakit tiroid autoimun seperti penyakit Hashimoto.

Sebuah penelitian terbaru pada 2020 juga mengungkapkan bahwa pola makan kaya EPA, DHA, dan selenium mungkin bisa melindungi tubuh dari kanker ovarium. Kendati demikian, hasil penelitian yang menjanjikan ini masih perlu dikaji lebih lanjut.

Lobster merupakan bahan makanan yang kaya akan protein, asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral. Meski terkenal dengan kolesterolnya yang tinggi, kandungan gizi lobster membuatnya bermanfaat bagi jantung, otak, dan organ lainnya.

Untuk mendapatkan berbagai manfaat tersebut, cobalah masukkan olahan lobster ke dalam menu makanan Anda. Namun, tetaplah mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar agar Anda mendapatkan asupan gizi yang seimbang.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lobster meat. (2019). Retrieved 30 April 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/473402/nutrients

Wani, A. L., Bhat, S. A., & Ara, A. (2015). Omega-3 fatty acids and the treatment of depression: a review of scientific evidence. Integrative medicine research, 4(3), 132–141. https://doi.org/10.1016/j.imr.2015.07.003

Papanikolaou, Y., Brooks, J., Reider, C., & Fulgoni, V. L., 3rd (2014). U.S. adults are not meeting recommended levels for fish and omega-3 fatty acid intake: results of an analysis using observational data from NHANES 2003-2008. Nutrition journal, 13, 31. https://doi.org/10.1186/1475-2891-13-31

Pesta, D. H., & Samuel, V. T. (2014). A high-protein diet for reducing body fat: mechanisms and possible caveats. Nutrition & metabolism, 11(1), 53. https://doi.org/10.1186/1743-7075-11-53

West, L., Yin, Y., Pierce, S. R., Fang, Z., Fan, Y., Sun, W., Tucker, K., Staley, A., Zhou, C., & Bae-Jump, V. (2020). Docosahexaenoic acid (DHA), an omega-3 fatty acid, inhibits tumor growth and metastatic potential of ovarian cancer. American journal of cancer research, 10(12), 4450–4463.

Toulis, K. A., Anastasilakis, A. D., Tzellos, T. G., Goulis, D. G., & Kouvelas, D. (2010). Selenium supplementation in the treatment of Hashimoto’s thyroiditis: a systematic review and a meta-analysis. Thyroid : official journal of the American Thyroid Association, 20(10), 1163–1173. https://doi.org/10.1089/thy.2009.0351

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 08/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x