home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat dan Risiko Makan Ikan Asin yang Perlu Diwaspadai

Manfaat dan Risiko Makan Ikan Asin yang Perlu Diwaspadai

Makan ikan asin bersama dengan nasi panas dan sambal pedas memang menjadi santapan favorit masyarakat Indonesia. Meski tampak sederhana, ikan asin menawarkan segudang manfaat bagi kesehatan. Namun, makan ikan asin secara berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan ginjal.

Manfaat ikan asin

Ikan asin merupakan hidangan ikan yang diawetkan dengan garam kering atau air garam.

Sama seperti daging yang diasinkan lainnya, ikan asin menyediakan protein hewani yang diawetkan meski tidak mengalami pendinginan.

Banyak orang yang suka makan ikan asin karena percaya bisa memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Ikan asin mengandung protein, kalsium, dan fosfor yang cukup tinggi.

Kedua zat mineral tersebut diperlukan tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan baik.

Maka dari itu, konsumsi ikan asin mungkin memberikan beberapa kebaikan yang mirip dengan sumber protein hewani lainnya.

Ini adalah manfaat yang bisa Anda peroleh dari konsumsi ikan asin.

  • Menjaga kesehatan tulang dan gigi
  • Mencegah anemia
  • Memenuhi kebutuhan protein harian
  • Menyediakan energi bagi tubuh
  • Membantu meningkatkan sistem imun tubuh

Akibat makan ikan asin terlalu banyak

hipertensi pulmonal

Meski menawarkan manfaat bagi kesehatan, terlalu banyak mengonsumsi ikan asin ternyata berisiko menimbulkan berbagai penyakit.

Berikut adalah akibat makan ikan asin terlalu banyak yang perlu Anda waspadai.

1. Memberatkan kerja ginjal dan jantung

Ikan asin mengandung sodium (garam) yang cukup tinggi, sedangkan asupan garam yang berlebihan tidak baik bagi tubuh.

Kelebihan natrium dalam darah akan memberikan beban kerja yang lebih berat pada ginjal.

Bila garam terakumulasi, tubuh menahan air untuk mengencerkan garam. Kondisi ini akan meningkatkan jumlah cairan di dalam aliran darah.

Peningkatan volume darah akibat bertambahnya cairan memberikan jantung pekerjaan ekstra dalam memompa dan mengalirkan darah.

Akibatnya, tekanan aliran darah pun meningkat. Bila dibiarkan, beban dan tekanan tambahan ini menyebabkan pembuluh darah kaku.

Sementara itu, pembuluh darah yang kaku dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, meliputi:

  • tekanan darah tinggi,
  • serangan jantung,
  • stroke,
  • gagal jantung, dan
  • penyakit ginjal kronis.

2. Risiko kanker

Selain menambah beban kerja jantung dan ginjal, makan terlalu banyak ikan asin bisa meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.

Pada dasarnya, ikan asin mengandung nitrosamin, yaitu zat karsinogen yang dihasilkan pada proses pembuatannya.

Seperti yang diketahui, proses pembuatan ikan asin memanfaatkan garam lalu dijemur di bawah sinar matahari hingga kering.

Sayangnya, proses pengasinan dan penjemuran di bawah sinar matahari menimbulkan reaksi pada zat nitrit yang dihasilkan daging ikan.

Hal ini membentuk senyawa nitrosamin yang bisa memicu risiko kanker.

Maka dari itu, keseringan makan ikan asin dalam waktu lama bisa memicu kanker tenggorokan (THT). Hal ini lebih berisiko dialami orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.

Aturan makan ikan asin

Seperti yang telah dijelaskan, Anda tidak boleh sembarangan makan ikan asin.

Ikan asin mengandung garam yang cukup tinggi, tapi asupan garam berlebihan bisa memicu risiko kesehatan.

Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi ikan asin. Berikut sejumlah tipsnya.

  • Kenali kebutuhan garam harian sesuai usia dan kondisi kesehatan tubuh.
  • Pasangkan dengan makanan untuk memenuhi pedoman gizi seimbang.
  • Hindari konsumsi terlalu banyak pada orang yang menderita hipertensi.
  • Usahakan mengurangi porsi makan untuk membatasi asupan garam dari ikan asin.

Bila memungkinkan, cobalah untuk mengganti ikan asin dengan ikan segar.

Ikan segar menawarkan jauh lebih banyak manfaat dan diklaim lebih aman untuk dimakan dibandingkan ikan asin.

Tips menghindari bahaya ikan asin

Akibat dari makan ikan asin terlalu banyak memang bisa menimbulkan berbagai masalah, termasuk risiko kanker.

Untungnya, Anda bisa menghindari bahaya dari ikan asin dengan mengenali kandungan nitrosamin nitrit pada sebuah makanan.

Mengenali kandungan nitrosamin nitrit

Zat nitrit pada makanan merupakan senyawa yang tidak berbahaya, asalkan tidak terlalu sering atau berlebihan ketika dimakan.

Anda bisa menjumpai nitrit pada berbagai makanan olahan, seperti:

  • kornet,
  • sosis, dan
  • keju.

Namun, natrium nitrit akan diubah menjadi nitrosamine selama proses pencernaan zat nitrti ke dalam tubuh. Ini yang menjadi asal muasal kanker dimulai.

Membaca informasi nilai gizi makanan

Sebenarnya Anda menghindari nitrosamin nitrit pada ikan asin dengan mudah. Cobalah untuk selalu membaca informasi nilai gizi pada sebuah makanan.

Bila ada tulisan “natrium nitrit” atau “nitrosamin nitrit”, dapat dipastikan zat tersebut merupakan zat pengawet dan mencegah proses pembusukan makanan.

Makan ikan sebenarnya masih diperbolehkan dan memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Hanya saja, Anda perlu membatasi konsumsinya.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi guna memahami solusi yang tepat untuk Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ikan asing, kering. (n.d). Data Komposisi Pangan Indonesia. Retrieved 14 September 2021, from https://www.panganku.org/id-ID/view 

Salt and Sodium. (n.d). Harvard T.H. Chan. Retrieved 14 September 2021, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/salt-and-sodium/ 

Sodium in your diet. (2021). U.S Food and Drug Administration. Retrieved 14 September 2021, from https://www.fda.gov/food/nutrition-education-resources-materials/sodium-your-diet 

Scoccianti, C. (2016). Carcinogens: Identification of Carcinogens. Encyclopedia Of Food And Health, 658-662. doi: 10.1016/b978-0-12-384947-2.00118-5. Retrieved 14 September 2021. 

Siddhnath, Ranjan, A., Mohanty, B., Saklani, P., Dora, K., & Chowdhury, S. (2020). Dry Fish and Its Contribution Towards Food and Nutritional Security. Food Reviews International, 1-29. doi: 10.1080/87559129.2020.1737708. Retrieved 14 September 2021. 

Takachi, R., Inoue, M., Shimazu, T., Sasazuki, S., Ishihara, J., Sawada, N., Yamaji, T., Iwasaki, M., Iso, H., Tsubono, Y., Tsugane, S., & Japan Public Health Center-based Prospective Study Group (2010). Consumption of sodium and salted foods in relation to cancer and cardiovascular disease: the Japan Public Health Center-based Prospective Study. The American journal of clinical nutrition, 91(2), 456–464. https://doi.org/10.3945/ajcn.2009.28587. Retrieved 6 March 2017. 

Risks and causes of nasopharyngeal cancer. (2017). Cancer Research UK. Retrieved 6 March 2017, from https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/nasopharyngeal-cancer/risks-causes

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro