home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kopi Pakai Gula Aren atau Gula Putih, Mana yang Lebih Sehat?

Kopi Pakai Gula Aren atau Gula Putih, Mana yang Lebih Sehat?

Kopi pakai gula aren belakangan ini sedang nge-tren dijajakan oleh berbagai kedai kopi lokal. Nah, penasarankah Anda, sebenarnya mana cara minum kopi yang lebih sehat: pakai gula pasir putih biasa atau pakai gula aren (palm sugar)? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Keuntungan minum kopi pakai gula aren

bolehkah penderita kolesterol minum kopi

Banyak orang kini lebih memilih meracik kopi dengan gula aren ketimbang gula pasir biasa. Alasannya karena gula aren dinilai lebih menyehatkan.

Namun, apa sebenarnya yang membuat palm sugar dianggap lebih unggul dari gula putih?

1. Mengandung vitamin dan mineral

Gula putih terbuat dari tebu, sedangkan gula aren terbuat dari nira (cairan yang keluar dari batang pohon enau).

Gula putih tinggi kalori tapi minim zat gizi, berbeda dengan gula aren yang diperkaya dengan vitamin dan mineral. Pemanis alami ini mengandung kalium, fosfor, zinc, zat besi, mangan, dan tembaga.

Kopi dengan palm sugar juga memberikan Anda asupan vitamin B8, asam folat, vitamin B1, dan vitamin B2 yang penting untuk fungsi sel tubuh.

2. Sumber antioksidan

Kopi dengan gula aren ternyata bisa menjadi sumber antioksidan seperti polifenol dan flavonoid. Seperti antioksidan lainnya, keduanya melawan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel tubuh.

Studi dalam jurnal Frontier of Nutrition pun menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaya polifenol berpotensi melindungi tubuh dari penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, stroke, hingga kanker.

Namun, hal ini tentunya harus berimbang dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat.

3. Tidak menyebabkan gula darah naik dengan cepat

Gula aren juga jauh lebih baik dari gula putih dalam hal indeks glikemik (IG).

Makanan dengan IG rendah seperti gula aren tidak meningkatkan gula darah dengan cepat. Jadi, gula aren relatif aman bagi mereka yang ingin mengontrol kadar gula darah.

Keunggulan pemanis alternatif yang satu ini berasal dari kandungan serat inulin.

Selain membantu menstabilkan gula darah, inulin juga mampu menurunkan kadar kolesterol darah dan mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus.

Mana yang lebih baik?

Dari berbagai aspek, kopi dengan gula aren memang jauh lebih unggul daripada kopi dengan gula pasir putih biasa.

Namun, bagaimana pun gula aren tetaplah gula yang dapat meningkatkan asupan kalori harian Anda.

Asupan kalori yang berlebihan berkaitan dengan risiko kenaikan berat badan, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2. Hal ini justru dapat menghilangkan berbagai manfaat gula aren untuk kesehatan.

Oleh sebab itu, Anda harus tetap membatasi asupan gula dalam makanan dan minuman sehari-hari guna mengurangi risiko tersebut.

Bila memungkinkan, buatlah sendiri kopi Anda dengan gula aren alami sehingga tidak ada pemanis tambahan.

Apa pun jenis gula yang Anda gunakan, batas asupan gula harian untuk masyarakat Indonesia yaitu 50 gram atau setara dengan 5-9 sendok teh. Batasan ini sesuai dengan anjuran oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Tips minum kopi pakai gula aren

kopi dan hipertensi tekanan darah tinggi

Kopi hitam pada dasarnya merupakan minuman menyehatkan yang rendah kalori.

Namun, kebiasaan minum kopi yang keliru dapat membawa dampak negatif, terlepas apakah Anda menggunakan gula putih atau gula aren.

Meskipun Anda hanya menggunakan sedikit gula, asupan gula akan tetap meningkat bila Anda terlalu sering mengonsumsi minuman ini.

Beberapa orang bahkan berisiko mengalami masalah kesehatan akibat kebiasaan minum kopi setiap hari.

Selain gula, efek negatif kopi juga berasal dari kandungan kafeinnya yang tinggi.

Kafein pada dasarnya tidak berbahaya, tetapi senyawa ini bisa menyebabkan ketergantungan kopi serta efek samping seperti rasa cemas, gelisah, sakit kepala, dan tekanan darah tinggi.

Inilah mengapa Anda harus membatasi asupan kafein agar tidak lebih dari 400-600 miligram, atau setara dengan 2-3 cangkir kopi per hari.

Meski Anda boleh minum kopi beberapa kali sehari, sebaiknya cukup gunakan gula aren dalam satu cangkir kopi saja. Aturlah waktu minum kopi agar kebiasaan ini tidak mengganggu aktivitas Anda.

Hindari minum kopi dalam kondisi perut kosong untuk mencegah sakit perut. Jangan pula meminumnya pada sore atau malam hari agar Anda bisa tidur nyenyak.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Caffeine: How much is too much?. (2020). Retrieved 2 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/caffeine/art-20045678

Coconut Sugar — A Healthy Sugar Alternative or a Big, Fat Lie?. (2018). Retrieved 2 September 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/natural-sugar-substitutes

9 Reasons Why (the Right Amount of) Coffee Is Good for You. (2021). Retrieved 2 September 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/9-reasons-why-the-right-amount-of-coffee-is-good-for-you

Cory, H., Passarelli, S., Szeto, J., Tamez, M., & Mattei, J. (2018). The Role of Polyphenols in Human Health and Food Systems: A Mini-Review. Frontiers in Nutrition, 5, 87. DOI: 10.3389/fnut.2018.00087

Dehghan, P., Pourghassem Gargari, B., & Asgharijafarabadi, M. (2013). Effects of high performance inulin supplementation on glycemic status and lipid profile in women with type 2 diabetes: a randomized, placebo-controlled clinical trial. Health Promotion Perspectives, 3(1), 55–63. DOI: 10.5681/hpp.2013.007

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x