Dari 5 Jenis Teh yang Populer Ini, Mana yang Paling Sehat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Teh berasal dari tanaman Camellia sinensis yang memiliki sejumlah kandungan zat antioksidan dan kafein yang baik. Teh sendiri memiliki beragam jenis dengan manfaatnya dan keunggulannya masing-masing untuk kesehatan. Apa saja jenis teh yang paling sering ditemui dan jenis teh mana yang paling sehat?

Beragam jenis teh dan manfaatnya

Teh memiliki beberapa jenis yang berasal dari tanaman yang sama. Namun, yang membedakan dari semua jenis teh ini adalah proses pembuatannya.

Teh hitam terbuat dari daun yang telah dioksidasi sempurna. Oksidasi adalah proses yang melibatkan interaksi oksigen dengan permukaan daun teh sehingga kemudian menghasilkan komponen aktif yang bermanfaat bagi tubuh.

Teh oolong teroksidasi sebagian, sedangkan teh hijau tidak teroksidasi. Sama dengan teh hijau, teh putih juga tidak teroksidasi, tapi teh putih dibuat dari daun muda atau kuncup. Semua jenis teh ini bermanfaat untuk kesehatan.

1. Teh hitam

Teh hitam memiliki kadar kafein yang paling tinggi di antara jenis teh lainnya. Kadar kafein ini membuat teh hitam dapat menjadi pengganti kopi untuk menstimulasi kerja tubuh dan otak. Teh hitam juga mengandung fluoride yang dapat membantu melindungi Anda dari karies gigi atau gigi berlubang.

Kandungan antioksidan dalam teh hitam efektif dalam mengurangi risiko serangan jantung, aterosklerosis, batu ginjal, kanker ovarium, dan penyakit Parkinson.

Selain itu, teh hitam juga dapat membantu mencegah terjadinya hipotensi ortostatik, yaitu kondisi di mana Anda merasa pusing dan berkunang-kunang akibat penurunan tekanan darah, terutama saat Anda tiba-tiba berdiri dari posisi duduk atau tiduran.

Teh hitam juga bisa menurunkan kadar kolesterol serta membantu meningkatkan kadar energi Anda. Penelitian menunjukkan bahwa teh hitam dapat mencegah paru-paru dari kerusakan yang disebabkan oleh paparan asap rokok dan polusi udara. Hal ini juga dapat mengurangi risiko stroke.

2. Teh hijau

Teh hijau dibuat dari daun teh yang hanya melalui satu kali penyaringan. Teh hijau adalah jenis teh yang kaya akan antioksidan, yang berfungsi untuk mencegah infeksi pada kandung kemih dan membantu melawan jenis kanker tertentu seperti kanker payudara dan kanker paru.

Teh hijau dapat menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Senyawa polifenol yang ditemukan dalam teh hijau juga dapat menghambat penyerapan kolesterol oleh usus halus dan secara bersamaan membantu tubuh membuang kelebihan kolesterol.

Karena sifatnya yang dapat menurunkan kolesterol, teh hijau juga dapat membantu mencegah terjadinya aterosklerosis, yaitu penyumbatan pembuluh darah yang diakibatkan oleh tingginya kadar lemak jahat dalam tubuh. Aterosklerosis ini dapat mengakibatkan penyakit jantung dan stroke di kemudian hari.

Beberapa manfaat teh hijau lainnya yaitu mengobati perut begah, mengatur suhu tubuh, mengontrol kadar gula darah, membantu melancarkan pencernaan, hingga meningkatkan kemampuan kognitif otak.

3. Teh putih

Teh putih adalah jenis teh yang diolah dari daun teh muda, sehingga rasanya sedikit lebih manis. Teh putih memiliki manfaat untuk kesehatan mulut dan membantu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Teh putih mengandung kafein dan antioksidan yang disebut dengan katekin, yang dapat membantu menurunkan berat badan dan memecah lemak tubuh.

Jika dibandingkan dengan jenis teh lainnya, teh putih memiliki jumlah polifenol yang lebih tinggi, yang diketahui memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antivirus.

4. Teh oolong

Dalam sebuah penelitian pada hewan, sumber antioksidan yang diberikan dari teh oolong nyatanya memiliki kadar kolesterol jahat yang lebih rendah.

Sama seperti jenis teh lainnya, kandungan antioksidan pada teh oolong juga terkenal dapat mencegah berbagai penyakit, seperti mencegah kanker ovarium. Pada teh oolong terdapat antioksidan jenis flavonol.

Selain itu, teh oolong juga bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah dan dapat membantu menurunkan berat badan.

5. Kombucha

Teh kombucha adalah jenis teh hasil fermentasi gula, bakteri baik dan jamur (ragi) yang bisa menjadi sumber probiotik yang sangat baik.

Teh kombucha dapat membantu membangun kembali mikrobioma usus agar tetap seimbang dan memperbaiki kesehatan sistem pencernaan Anda.

Jenis teh apa yang paling sehat?

Semua jenis teh sehat dengan manfaatnya masing-masing. Sehat atau tidaknya jenis teh tersebut tergantung untuk tujuan apa Anda mengonsumsi teh. Anda bisa memilih jenis teh yang sesuai dengan yang Anda butuhkan berdasarkan manfaat yang diberikan oleh teh tersebut.

Misalnya jika Anda ingin menurunkan berat badan Anda bisa mengonsumsi teh putih atau teh oolong. Atau jika Anda ingin mencegah penyakit kanker, Anda bisa memilih teh hijau sebagai jenis teh yang Anda konsumsi sehari-hari. Pasalnya, kandungan antioksidan pada teh hijau cukup tinggi.

Akan tetapi, minum teh secukupnya dan sesuai dengan batasnya. Minum teh sebaiknya tidak lebih dari 5 cangkir sehari. Jika setiap hari Anda mengonsumsi terlalu banyak teh dan hal ini telah berlangsung selama bertahun-tahun, Anda berisiko mengalami beberapa gangguan kesehatan seperti susah tidur, anemia, osteoporosis, ketergantungan, dan kegelisahan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Micellar water populer di kalangan makeup artist dan pencinta produk skincare. Namun, apakah produk ini aman dan bermanfaat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Lutut manusia bertugas untuk menopang aktivitas Anda sehari-hari. Yuk, cari tahu berbagai fakta menarik soal kesehatan lutut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kanker, Kanker Lambung 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan yang enak, gurih, dan lebih sehat. Simak beragam resep membuat bakwan yang mudah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Resep Sehat, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit


Direkomendasikan untuk Anda

penyakit dari tikus

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mie instan atau nasi

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit