home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

10 Khasiat Menakjubkan Ini Bikin Anda Ingin Lebih Sering Minum Teh Oolong

10 Khasiat Menakjubkan Ini Bikin Anda Ingin Lebih Sering Minum Teh Oolong

Ada banyak jenis teh yang masing-masingnya punya manfaat tersendiri bagi kesehatan. Salah satu jenis teh yang populer diseruput para penikmat teh saat bersantai sore adalah teh oolong. Teh oolong adalah teh yang dibuat dari tumbuhan Camellia sinensis. Lantas, apa saja manfaat teh oolong untuk kesehatan?

Manfaat teh oolong untuk kesehatan tubuh

Teh oolong memiliki banyak nutrisi dan juga komponen bioaktif, seperti fluoride, antioksidan, dan flavonoid. Berikut sejumlah manfaat teh asal tradisional Cina, yang sayang untuk Anda lewatkan.

1. Menajamkan otak

Teh oolong dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan kognitif otak. Pasalnya, teh oolong mengandung kafein yang bekerja merangsang sistem saraf pusat otak.

Konsumsi kafein juga dihubungkan dengan menurunnya risiko terkena penyakit Alzheimer dan Parkinson. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein dalam jangka panjang memiliki efek perlindungan terhadap risiko mengidap Alzheimer dan Parkinson. Penelitian lain juga mengungkapkan konsumsi kafein dapat memperlambat proses penurunan fungsi otak yang diakibatkan oleh usia lanjut.

2. Meningkatkan memori

Sebuah studi yang diadakan pada 2004 menunjukkan bahwa selain fungsi kognitif, konsumsi teh oolong secara teratur dapat meningkatkan memori jangka panjang. Teh oolong dapat menghambat aktivitas asetilkolinesterase, sebuah enzim yang memecah neurotransmiter otak yang melemah pada kondisi penyakit Alzheimer.

3. Menjaga kesehatan jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa manfaat teh oolong dapat membantu mencegah serangan jantung dan penyakit jantung koroner. Studi oleh Peters (2001) menunjukkan bahwa risiko serangan jantung pada partisipan penelitian menurun hingga 11 persen setelah rutin minum teh oolong tiga cangkir setiap hari.

Teh oolong juga dilaporkan bermanfaat menurunkan kadar kolesterol jahat LDL.

4. Mencegah gigi berlubang

Secangkir teh tradisional ini mengandung fluorida dan antioksidan yang dapat memelihara kesehatan gigi. Selain itu, teh oolong juga mengandung antibakteri yang dapat membantu mencegah gigi berlubang dan mengurangi keasaman ludah, yang dapat menjaga kekuatan email (lapisan luar) gigi.

5. Menjaga kesehatan kulit

Rajin minum teh ini dapat meringankan gejala dermatitis, seperti yang dilaporkan oleh penelitian milik Uehara tahun 2001. Studi ini menemukan bahwa teh oolong dan juga teh hijau dapat meringankan reaksi dermatitis alergi sesudah mengonsumsinya selama seminggu, satu gelas sehari. Tak hanya itu, teh oolong juga bisa menurunkan risiko kanker kulit.

6. Menurunkan berat badan

Seperti halnya teh hijau, teh oolong mengandung katekin, zat yang berfungsi menurunkan kadar lemak dan meningkatkan metabolisme. Teh oolong lebih aman dikonsumsi dibandingkan pil penurun berat badan.

7. Mencegah kanker

Teh oolong memiliki antioksidan yang tinggi, yang dapat membantu tubuh melawan radikal bebas penyebab kanker. Polifenol dalam teh ini juga dapat membantu menurunkan laju pertumbuhan sel kanker. Penelitian menunjukkan bahwa manfaat teh oolong terutama berperan mencegah risiko kanker ovarium, namun tidak menutup juga dapat mencegah kanker lainnya.

8. Mengurangi risiko rematik

Antioksidan yang ada pada teh ini dapat mencegah rematik. Menurut Khan (2004), risiko rematik pada orang-orang yang minum teh tiga gelas sehari jauh lebih rendah dibandingkan yang tidak pernah mengonsumsi teh ini.

9. Menjaga kadar gula darah

Teh oolong dapat membantu menstabilkan gula darah pada orang-orang yang memiliki diabetes. Oleh karena itu, teh ini dapat Anda jadikan terapi alternatif di samping obat-obatan diabetes yang diresepkan dokter.

10. Melawan bakteri

Teh oolong memiliki efek antiseptik dan antibakteri, yang dapat membantu tubuh melawan bakteri. Teh oolong memiliki efek protektif terhadap infeksi Salmonella, E. coli, Pseudomonas, dan lainnya. Teh ini juga mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Butler N. 2017. 10 Health Benefits of Oolong Tea. Available from: https://www.healthline.com/health/oolong-tea-benefits. Accessed on October 1, 2017.

Ng TP, et al. 2008. Tea consumption and cognitive impairment and decline in older Chinese adults. Available from: http://ajcn.nutrition.org/content/88/1/224.long. Accessed on October 1, 2017.

Peters U, et al. 2001. Does Tea Affect Cardiovascular Disease? A Meta-Analysis. Available from: https://academic.oup.com/aje/article/154/6/495/74999/Does-Tea-Affect-Cardiovascular-Disease-A-Meta. Accessed on October 1, 2017.

Weerawatanakorn M, et al. 2015. Chemistry and health beneficial effects of oolong tea and theasinensins. Available from: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2213453015000555. Accessed on October 1, 2017.

Hosoda K, et al. 2003. Antihyperglycemic Effect of Oolong Tea in Type 2 Diabetes. Available from: http://care.diabetesjournals.org/content/26/6/1714. Accessed on October 1, 2017.

Khan N, Mukhtar H. 2014. Tea and Health: Studies in Humans. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4055352/. Accessed


Foto Penulis
Ditulis oleh dr. Jessica Yulianti pada 27/10/2017
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x