home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Makan Ikan Asin dan Nasi Panas Ternyata Tak Sehat

Kenapa Makan Ikan Asin dan Nasi Panas Ternyata Tak Sehat

Pernahkah Anda terpikirkan bahwa makan ikan asin bisa memicu kanker? Ikan asin dan nasi panas ditambah sambal yang pedas memang pas menjadi santapan makan siang bagi orang Indonesia yang suka makan makanan tradisional. Namun, tahukah Anda bahwa para ahli kesehatan tidak menganjurkan ini?

Ikan asin mengandung zat pemicu kanker akibat proses pembuatannya

Ikan asin yang nikmat dan mengundang selera itu, pada dasarnya mengandung nitrosamin, yang merupakan zat karsinogen (zat pemicu kanker). Zat karsinogen tersebut dihasilkan pada proses pembuatannya. Seperti yang diketahui, proses pembuatannya dengan cara diberi garam (diasinkan) lalu dijemur di bawah sinar matahari, hingga kering dan supaya lebih awet dan tahan disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Sayangnya, dalam proses pengasinan dan penjemuran, sinar matahari bereaksi pada zat nitrit yang dihasilkan daging ikan, lalu terbentuklah senyawa nitrosamin. Akhirnya, keseringan makan ikan asin dalam waktu lama bisa memicu kanker nasofaring (kanker tenggorokan atau THT), terutama jika kekebalan tubuh Anda rendah.

Kenapa ikan asin jadi lebih berbahay jika dimakan dengan nasi panas?

Nah, kalau ikan asin ditambah dengan nasi panas yang baru dimasak, maka uap nasi yang mengepul itu akan membawa zat nitrosamin ke pori-pori kulit Anda. Khususnya ke bagian mulut, leher dan tenggorokan.

Sebetulnya, tidak hanya berlaku pada ikan asin saja, makanan dan olahan yang diasinkan atau setidaknya mengandung zat nitrit (bagian dari nitrosamin), yang akan menimbulkan zat karsinogen pada tubuh Anda. Maka itu anak-anak disarankan tidak mengonsumsi ikan asin karena kekebalan tubuhnya masih rendah. Jika dari kecil sudah sering makan ikan asin maka ketika dewasa lebih rentan terkena kanker nasofaring.

Apa fungsi nitrosamin nitrit bagi makanan?

Pada awal abad 20, banyak para produsen makanan yang mulai menggunakan zat nitrit ini pada produknya. Memang apa sih fungsi nitrit itu sendiri?

Nitrit adalah zat tambahan pangan yang digunakan sebagai pengawet pada pengolahan daging. Nitrosamin nitrit sangat penting dalam mencegah pembusukan terutama untuk keperluan penyimpanan, transportasi yang memakan waktu tidak sebentar, dan kebutuhan distribusi produk-produk daging.

Nitrosamin nitrit juga berfungsi sebagai bahan pembentuk faktor-faktor sensori yaitu warna, aroma, dan cita rasa. Oleh karena itu dalam industri makanan kaleng, penggunaan zat pengawet ini sangat penting karena dapat menyebabkan warna daging olahannya menjadi merah atau pink dan tampak segar sehingga produk olahan daging tersebut disukai oleh konsumen.

Bagaimana cara tahu apakah suatu makanan mengandung nitrosamin nitrit?

Menurut penelitian dari University of Minesotta, zat nitrit pada makanan, khususnya ikan asin sendiri tidak masalah bagi tubuh, asal tidak terlalu sering dan berlebihan. Nitrit umumnya juga banyak ditemukan pada olahan kornet, sosis dan bahkan keju. Namun, selama proses pencernaan zat nitrit tersebut ke dalam tubuh, natrium nitrit akan diubah menjadi nitrosamine, dan di situlah asal muasal kanker dimulai.

Mudah sebetulnya bagi Anda yang menghindari zat pemicu kanker ini, Anda bisa lihat di balik kemasan pada label gizinya, jika terdapat tulisan “natrium nitrit atau nitrosamin nitrit” hampir dipastikan zat tersebut adalah zat pengawet dan pencegah timbulnya busuk pada makanan, yang mana baiknya harus dihindari. Nitrosamin yang ada pada ikan asin, juga banyak ditemukan pada makanan seperti acar, makanan yang digoreng, atau diasap.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cancer Prevention http://www.naturalnews.com/021808_cancer_prevention.html Diakses pada 6 Maret 2017

Salted Food May Increase Cancer RIsk http://www.foodnavigator.com/Science/Salted-foods-may-increase-cancer-risk-Japanese-study Diakses pada 6 Maret 2017

Nasopharyngeal Cancer Risk and Causes http://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/type/nasopharyngeal-cancer/about/nasopharyngeal-cancer-risks-and-causes Diakses pada 6 Maret 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 12/03/2017
x