Kenapa Makan Ikan Asin dan Nasi Panas Ternyata Tak Sehat

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda terpikirkan bahwa makan ikan asin bisa memicu kanker? Ikan asin dan nasi panas ditambah sambal yang pedas memang pas menjadi santapan makan siang bagi orang Indonesia yang suka makan makanan tradisional. Namun, tahukah Anda bahwa para ahli kesehatan tidak menganjurkan ini?

Ikan asin mengandung zat pemicu kanker akibat proses pembuatannya

Ikan asin yang nikmat dan mengundang selera itu, pada dasarnya mengandung nitrosamin, yang merupakan zat karsinogen (zat pemicu kanker). Zat karsinogen tersebut dihasilkan pada proses pembuatannya. Seperti yang diketahui, proses pembuatannya dengan cara diberi garam (diasinkan) lalu dijemur di bawah sinar matahari, hingga kering dan supaya lebih awet dan tahan disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Sayangnya, dalam proses pengasinan dan penjemuran, sinar matahari bereaksi pada zat nitrit yang dihasilkan daging ikan, lalu terbentuklah senyawa nitrosamin. Akhirnya, keseringan makan ikan asin dalam waktu lama bisa memicu kanker nasofaring (kanker tenggorokan atau THT), terutama jika kekebalan tubuh Anda rendah.

Kenapa ikan asin jadi lebih berbahay jika dimakan dengan nasi panas?

Nah, kalau ikan asin  ditambah dengan nasi panas yang baru dimasak, maka uap nasi yang mengepul itu akan membawa zat nitrosamin ke pori-pori kulit Anda. Khususnya ke bagian mulut, leher dan tenggorokan.

Sebetulnya, tidak hanya berlaku pada ikan asin saja, makanan dan olahan yang diasinkan atau setidaknya mengandung zat nitrit (bagian dari nitrosamin), yang akan menimbulkan zat karsinogen pada tubuh Anda. Maka itu anak-anak disarankan tidak mengonsumsi ikan asin karena kekebalan tubuhnya masih rendah. Jika dari kecil sudah sering makan ikan asin maka ketika dewasa lebih rentan terkena kanker nasofaring.

Apa fungsi nitrosamin nitrit bagi makanan?

Pada awal abad 20, banyak para produsen makanan yang mulai menggunakan zat nitrit ini pada produknya. Memang apa sih fungsi nitrit itu sendiri?

Nitrit adalah zat tambahan pangan yang digunakan sebagai pengawet pada pengolahan daging. Nitrosamin nitrit sangat penting dalam mencegah pembusukan terutama untuk keperluan penyimpanan, transportasi yang memakan waktu tidak sebentar, dan kebutuhan distribusi produk-produk daging.

Nitrosamin nitrit juga berfungsi sebagai bahan pembentuk faktor-faktor sensori yaitu warna, aroma, dan cita rasa. Oleh karena itu dalam industri makanan kaleng, penggunaan zat pengawet ini sangat penting karena dapat menyebabkan warna daging olahannya menjadi merah atau pink dan tampak segar sehingga produk olahan daging tersebut disukai oleh konsumen.

Bagaimana cara tahu apakah suatu makanan mengandung nitrosamin nitrit?

Menurut penelitian dari University of Minesotta, zat nitrit pada makanan, khususnya ikan asin sendiri tidak masalah bagi tubuh, asal tidak terlalu sering dan berlebihan. Nitrit umumnya juga banyak ditemukan pada olahan kornet, sosis dan bahkan keju.  Namun, selama proses pencernaan zat nitrit tersebut ke dalam tubuh, natrium nitrit akan diubah menjadi nitrosamine, dan di situlah asal muasal kanker dimulai.

Mudah sebetulnya bagi Anda yang menghindari zat pemicu kanker ini, Anda bisa lihat di balik kemasan pada label gizinya, jika terdapat tulisan “natrium nitrit atau nitrosamin nitrit” hampir dipastikan zat tersebut adalah zat pengawet dan pencegah timbulnya busuk pada makanan, yang mana baiknya harus dihindari. Nitrosamin yang ada pada ikan asin, juga banyak ditemukan pada makanan seperti acar, makanan yang digoreng, atau diasap.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Konsumsi Kayu Manis Berlebihan, Hati-hati Risikonya untuk Kesehatan

Meski memiliki manfaat, perhatikan jumlah asupan kayu manis. Terlalu banyak mengonsumsi rempah ini memiliki risiko kayu manis yang berbahaya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Hidung ingusan memang sangat menganggu Anda. Berikut tips yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan hidung meler, entah karena flu atau alergi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati tipes

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
buah zakar gatal

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
bahaya rokok, bahaya merokok bagi kesehatan, dampak rokok, efek rokok, berhenti merokok

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
suplemen herbal yang harus dihindari menjelang operasi

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit