backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Green Coffee untuk Diet, Benarkah Ampuh?

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Nimas Mita Etika M · Tanggal diperbarui 09/11/2021

Green Coffee untuk Diet, Benarkah Ampuh?

Sekarang, banyak orang beralih mengosumsi green coffee demi program diet sehat. Memang, manfaat green coffee untuk diet sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Namun, apakah benar bahwa green coffee mampu menjadi penurun berat badan?

Apa itu green coffee?

Green coffee (kopi hijau) sebenarnya sama seperti biji kopi lainnya, tapi yang membedakan itu warnanya hijau. Biji kopi bisa berwarna hijau karena tidak melalui proses pemanggangan yang kemudian proses tersebut mengubah warnanya menjadi cokelat.

Pada dasarnya, biji kopi memiliki senyawa antioksidan yaitu asam klorogenik. Namun, proses pemanggangan biji kopi dapat menurunkan jumlahnya. Jadi, biji kopi yang melalui proses pemanggangan biasa berjumlah asam klorogenik rendah.

Sementara, green coffee tidak melalui proses pemanggangan tersebut sehingga kandungan asam klorogenik di dalamnya masih tinggi.

Asam klorogenik dalam green coffee inilah yang disebut-sebut mempunyai manfaat bagi kesehatan, termasuk digunakan sebagai penurun berat badan.

Kontroversi green coffee untuk diet

menghitung berat badan ideal

Khasiat green coffee untuk menurunkan berat badan sebenarnya pernah dikaji dalam beberapa penelitian. Dari berbagai penelitian tersebut, green coffee menunjukkan efeknya dalam mengurangi berat badan, massa lemak, serta indeks massa tubuh (BMI).

Tak hanya itu, penelitian pada 2013 melaporkan bahwa asam klorogenik dalam green coffee dapat membantu menurunkan kadar gula darah serta mencegah lonjakan insulin dengan mengurangi penyerapan karbohidrat di saluran pencernaan.

Manfaat green coffee untuk diet juga pernah dibuktikan dalam penelitian lain yang dilakukan oleh American Chemical Society pada 2012. Rata-rata penurunan berat badan yang terjadi yakni sebanyak 7 kg dan lemak total dalam tubuh berkurang hingga 16%. 

Dalam penelitian tersebut, responden dengan berat badan berlebih (obesitas dan overweight) diminta untuk mengonsumsi green coffee selama 22 minggu. Hasilnya, terjadi penurunan berat badan serta kadar lemak di dalam tubuh responden.

Walaupun begitu, masih belum ada penjelasan ilmiah yang menjelaskan tentang asam klorogenik yang dimiliki oleh green coffee dengan proses penurunan berat badan.

Selain itu, studi yang meneliti tentang manfaat green coffee untuk diet masih sangat sedikit dan hanya dilakukan dalam durasi yang singkat sehingga belum diketahui apa dampak jangka panjangnya.

Kebanyakan penelitian juga menguji efeknya pada hewan yaitu tikus sehingga masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut yang benar-benar dilakukan terhadap manusia.

Efek samping green coffee

Sama seperti biji kopi lainnya, green coffee mempunyai kandungan kafein yang harus Anda waspadai.

Meski telah ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa green coffee bermanfaat untuk menurunkan berat badan, kafein yang terkandung di dalam green coffee dapat mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan seperti:

Hindari minum green coffee sebagai satu-satunya asupan diet untuk menurunkan berat badan. Lebih baik, terapkan gaya hidup yang baik, melakukan olahraga rutin, serta mengonsumsi makanan serta minuman yang sehat.

Untuk menurunkan berat badan, Centers for Disease Control and Prevention menyarankan kurangi asupan kalori makanan harian sebanyak 500 – 1.000 kalori dan lakukan olahraga setidaknya 30 menit per hari dengan tingkat aktivitas fisik yang sedang.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Nimas Mita Etika M · Tanggal diperbarui 09/11/2021

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan