home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tangan dan Kaki Dingin, Normalkah? Kenali Penyebabnya

Tangan dan Kaki Dingin, Normalkah? Kenali Penyebabnya

Tangan dan kaki dingin merupakan kondisi yang lazim terjadi bila Anda berada di tempat dengan suhu rendah. Namun, saat hal ini terjadi begitu saja tanpa penyebab, apakah ini normal? Ketahui lebih lanjut di bawah ini.

Tangan dan kaki dingin, haruskah khawatir?

Kondisi kaki dan tangan yang dingin adalah hal yang normal jika tidak muncul rasa sakit atau gejala lainnya. Kondisi ini biasanya Anda rasakan setelah bangun tidur.

Beberapa orang, seperti wanita muda dengan tubuh yang cenderung kurus, bisa lebih sering mengalami tangan dan kaki dingin.

Mengutip hasil riset di Swiss yang terbit pada jurnal Population Health Metrics, wanita berusia 20-40 tahun rentan mengalami tangan dan kaki dingin.

Pasalnya, wanita dengan rentang usia tersebut memiliki kadar hormon estrogen yang optimal. Hormon ini dapat menghambat aliran darah pada kulit sehingga menurunkan suhu tubuh.

Penurunan suhu tubuh juga sering terjadi pada orang berbadan kurus yang memiliki sedikit lemak.

Lemak yang berada di bawah kulit berguna untuk menahan panas tubuh. Jadi, kadar lemak yang lebih sedikit cenderung membuat suhu tangan dan kaki lebih rendah.

Seperti apa kondisi tangan dan kaki dingin yang sering dikhawatirkan?

badan tiba-tiba menggigil

Tangan dan kaki yang terasa dingin adalah hal yang lazim, bahkan ketika tidak berada di lingkungan dengan suhu rendah.

Namun, jika kondisi ini terjadi terus-menerus dan ada perubahan warna kulit, kemungkinan timbul kondisi yang harus Anda waspadai.

Sebagai contoh, tangan dingin mungkin pertanda masalah saraf, sirkulasi darah, atau kerusakan jaringan di tangan atau jemari.

Beberapa tanda yang harus Anda amati adalah sebagai berikut.

  • Perubahan warna kulit menjadi putih pucat atau kebiruan.
  • Luka lecet.
  • Kulit lebih kaku dan keras.

Jika Anda berada di tempat dengan suhu dingin ekstrem, Anda harus berhati-hati. Pasalnya, tubuh Anda pun rentan cedera akibat perubahan suhu yang jadi terlalu dingin.

Berikut adalah sejumlah tanda-tanda cedera yang memerlukan pertolongan dokter.

  • Frostbite: frostbite menyebabkan cedera dingin yang membuat kulit terasa bengkak, keras, kemerahan, dan mati rasa.
  • Immersion: kulit kaki pucat, lembap, bengkak, mati rasa, dan bisa disertai lepuhan. Ini terjadi akibat tubuh dalam kondisi basah dan berada di tempat bersuhu dingin selama berhari-hari.
  • Pernio: Timbul rasa gatal, ruam, nyeri, bengkak, dan lecet di betis akibat paparan suhu dingin yang kering.

Penyebab tangan dan kaki dingin

Selain suhu lingkungan yang rendah, ternyata ada beberapa kondisi kesehatan yang menyebabkan tubuh terasa dingin, apa saja?

1. Anemia

Penderita anemia biasanya rentan mengalami kekurangan sel darah merah. Padahal, sel darah merah berguna untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Bila tubuh kekurangan oksigen, hal ini akan menghambat proses penyempitan pembuluh darah atau vasokonstriksi. Jadi, tangan dan kaki mudah terasa dingin.

2. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah satu kondisi yang menyebabkan seseorang kekurangan hormon tiroid. Hormon ini ternyata berfungsi untuk mengatur detak jantung.

Bila kekurangan hormon tiroid, detak jantung akan menurun dan menghambat aliran darah. Padahal, aliran darah berfungsi untuk mengedarkan oksigen dan membantu proses vasokonstriksi.

3. Diabetes

Ternyata, diabetes juga mampu memicu tangan dan kaki dingin. Pasalnya, kadar gula darah yang terlalu tinggi mampu mengganggu kinerja jantung.

Agar tubuh tetap hangat, jantung idealnya bisa menyempitkan pembuluh darah. Namun, kerja jantung yang terganggu akibat diabetes justru menyulitkan proses penyempitan pembuluh darah.

4. Neuropati diabetik

Melansir riset dari jurnal American Diabetes Association, kadar gula darah tinggi mampu merusak saraf atau disebut juga neuropati diabetik.

Neuropati diabetik mengurangi kepekaan saraf di kulit untuk menjaga tubuh tetap hangat sehingga suhu tubuh cenderung lebih dingin.

5. Fenomena Raynaud

Fenomena Raynaud adalah kondisi menurunnya aliran darah ke jari akibat pembuluh darah yang kaku dan menyempit, terutama saat kedinginan atau stres.

Ketika fenomena Raynaud muncul, darah tidak bisa muncul di bawah permukaan kulit sehingga jari tampak putih kebiruan.

6. Skleroderma

Skleroderma adalah penyakit imun yang menyebabkan kulit dan jaringan tubuh kaku dan keras. Umumnya, penyakit ini hanya berdampak pada kulit.

Namun, ada pula skleroderma yang menghambat aliran darah dan memicu fenomena Raynaud. Tak heran, beberapa bagian tubuh bisa terasa dingin.

Cara mengatasi tangan dan kaki dingin

tidur pakai kaus kaki

Jika kaki dan tangan terasa lebih dingin, tapi tidak mengalami gejala lain, Anda tak perlu khawatir.

Kondisi ini biasanya hanya berlangsung sementara. Tak lama setelahnya, suhu tangan dan kaki pun akan kembali normal.

Namun, jika rasa dinginnya cukup mengganggu, bahkan disertai dengan gejala lain, Anda bisa mencoba mengurangi kedinginan dengan beberapa cara.

Inilah cara mengatasi tangan dan kaki dingin yang bisa Anda coba.

  • Gunakan sarung tangan, kaus kaki, dan syal.
  • Lenakan pakaian berlapis dan kain tebal.
  • Olahraga setiap hari.
  • Kompres tubuh dengan air hangat.
  • Pijat bagian tangan dan kaki.

Tangan dan kaki dingin adalah kondisi yang umum terjadi. Meski demikian, bila kondisi ini disertai dengan rasa sakit dan luka, apalagi berlangsung menerus, hal ini bisa menandakan suatu penyakit.

Jika Anda memiliki keluhan kedinginan hingga mengganggu aktivitas harian, konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan penanganan segera.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

My Hands and Feet Are Always Cold — Should I Worry?. (2020). Retrieved 1 December 2021, from https://health.clevelandclinic.org/why-are-my-hands-and-feet-always-cold-and-should-i-worry/

Mozaffarieh, M., Fontana Gasio, P., Schötzau, A., Orgül, S., Flammer, J., & Kräuchi, K. (2010). Thermal discomfort with cold extremities in relation to age, gender, and body mass index in a random sample of a Swiss urban population. Population Health Metrics, 8(1). doi: 10.1186/1478-7954-8-17

Charkoudian, N., & Stachenfeld, N. (2016). Sex hormone effects on autonomic mechanisms of thermoregulation in humans. Autonomic Neuroscience, 196, 75-80. doi: 10.1016/j.autneu.2015.11.004

Cold hands. (2021). Retrieved 1 December 2021, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/cold-hands/basics/definition/sym-20050648

Nonfreezing Tissue Injuries – Injuries and Poisoning – MSD Manual Consumer Version. (2021). Retrieved 1 December 2021, from https://www.msdmanuals.com/home/injuries-and-poisoning/cold-injuries/nonfreezing-tissue-injuries

Nutritional Needs in Cold and High-Altitude Environments. (1996). doi: 10.17226/5197

Rutkove, S., Veves, A., Mitsa, T., Nie, R., Fogerson, P., Garmirian, L., & Nardin, R. (2009). Impaired Distal Thermoregulation in Diabetes and Diabetic Polyneuropathy. Diabetes Care, 32(4), 671-676. doi: 10.2337/dc08-1844

Thyroid hormone: How it affects your heart – Harvard Health. (2015). Retrieved 1 December 2021, from https://www.health.harvard.edu/heart-health/thyroid-hormone-how-it-affects-your-heart

Charkoudian, N. (2003). Skin Blood Flow in Adult Human Thermoregulation: How It Works, When It Does Not, and Why. Mayo Clinic Proceedings, 78(5), 603-612. doi: 10.4065/78.5.603

Raynaud’s Disease | Raynaud’s Syndrome | MedlinePlus. (2021). Retrieved 1 December 2021, from https://medlineplus.gov/raynaudsdisease.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui 09/12/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan