Yuk, Coba Susu Evaporasi, Susu Sehat Pengganti Krimer Kental Manis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Susu evaporasi adalah susu yang teksturnya kental. Namun, susu jenis ini berbeda dengan susu kental manis. Susu evaporasi terbuat dari susu sapi dan tanpa gula tambahan. Biasanya, susu ini lebih sering dijadikan bahan tambahan dalam sebuah masakan atau sebagai campuran ke dalam adonan kue. Lantas, apa saja manfaat lain dari susu evaporasi ini?

Apa itu susu evaporasi?

Susu evaporasi adalah susu sapi yang 60 persen kadar airnya dihilangkan dari susu segar dengan cara dipanaskan. Susu yang dipanaskan akan menguap sehingga kandungan airnya menjadi lebih sedikit sehingga akhirnya mengental. Susu ini bisa disimpan dalam waktu lama dan tidak gampang basi.

Di dalam susu yang dipanaskan ini, kandungan laktosa, mineral, lemak, kalsium, dan vitamin tetap dipertahankan selama proses ini. Selain itu, warna susu evaporasi ini tidak terlalu putih, bahkan cenderung kuning. Hal ini disebabkan karena terciptanya karamel yang berasal dari panas selama proses evaporasi.

Anda dapat menggunakan susu ini dengan cara menambahkan air kembali ke dalamnya. Metode ini muncul sejak lama, sebelum ditemukannya kulkas atau mesin pendingin lainnya. Cara ini merupakan cara menyimpan susu agar lebih tahan lama tanpa mengurangi kadar nutrisi di dalamnya.

Nutrisi yang terdapat di dalamnya

minum susu saat sahur

Dikutip dari Livestrong, 30 ml susu evaporasi mengandung 40 kalori dan 2 gram lemak, di mana 1,5 gram lemaknya merupakan lemak jenuh. Ini sudah memenuhi sekitar 7 persen dari asupan lemak jenuh harian Anda.

Penting untuk membatasi asupan lemak jenuh. Ini bertujuan untuk  menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol Anda tetap normal, menurut Harvard School of Public Health. Di dalam 30 ml susu ini, terdapat juga kandungan 10 miligram kolesterol yang mencukupi sekitar 3 persen dari batas harian Anda. Namun apabila Anda mengonsumsi susu evaporasi rendah lemak, umumnya hanya mengandung 2 persen lemak dan 5 miligram kolesterol dalam setiap 30 ml-nya.

Mengandung banyak protein

Sama seperti susu segar biasa, susu ini juga mengandung banyak protein. Protein berfungsi untuk menambah energi dan menjaga sel, jaringan, dan otot di dalam tubuh agar tetap sehat. Menurut Center for Disease Control and Prevention, 30 ml susu evaporasi mengandung 2 gram protein. Mengonsumsi susu ini bisa membantu mencukupi kebutuhan protein tubuh harian sebanyak 4 persen.

Mengandung banyak kalsium

Meskipun tidak mengandung kalsium sebanyak kandungan di dalam susu segar, susu evaporasi ini masih bisa menjadi tambahan asupan kalsium sehari-hari. Pasalnya, setiap 30 ml susu jenis ini yang bebas ataupun mengandung lemak mengandung 80 mg kalsium, sepertiga dari jumlah kalsium harian yang Anda butuhkan.

Konsumsi susu ini dalam diet Anda

Keuntungan menggunakan susu ini adalah dapat memasukkannya ke dalam diet Anda. Susu evaporasi bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Namun setelah dibuka, ada baiknya untuk langsung mengonsumsinya. Jangan mendiamkan kemudian mengonsumsinya lagi kemudian.  Anda bisa memilih susu evaporasi kemasan kaleng yang rendah lemak ataupun yang tidak. Semuanya bergantung pada kebutuhan diet Anda. Gunakan susu ini dalam campuran kopi, teh, masakan, kue, sup, atau resep masakan lainnya.

Bahaya intoleransi laktosa tetap mengintai

intoleransi laktosa adalah

Meskipun sudah dipanaskan dan disterilisasi, susu evaporasi tetap mengandung sejumlah laktosa. Laktosa adalah salah satu molekul gula yang terdiri atas gabungan dua molekul gula yang lebih kecil, yaitu glukosa dan galaktosa. Laktosa banyak ditemukan pada susu atau produk-produk berbahan dasar susu lainnya.

Penyerapan laktosa dalam tubuh membutuhkan enzim laktase, yaitu enzim yang ditemukan pada usus. Enzim ini akan mengurai laktosa menjadi glukosa dan galaktosa yang kemudian akan diserap di usus halus.

Intoleransi laktosa adalah kondisi di mana tubuh tidak mampu menyerap laktosa dengan baik. Ini bisa jadi akibat gangguan produksi enzim laktase pada tubuh Anda. Bila memiliki kondisi ini, ketika mengonsumsi berbagai produk susu, tubuh Anda akan intoleran alias tidak bisa menerimanya dengan baik. Terutama kalau Anda mengonsumsi produk susu terlalu banyak.
Bukannya diserap oleh tubuh, laktosa yang masuk dan tidak bisa dicerna ini justru akan menimbulkan berbagai reaksi atau gejala gangguan pencernaan. Misalnya perut kembung, sakit perut, atau mual.

Hindari susu evaporasi bila Anda mengidap alergi susu sapi

ciri-ciri bayi alergi susu sapi

Alergi susu merupakan reaksi berlebih dari sistem imun terhadap protein dalam susu. Ketika protein dalam susu dicerna, protein ini dapat merangsang reaksi alergi mulai dari reaksi ringan (seperti munculnya ruam, gatal-gatal, dan bengkak) sampai reaksi yang berat (seperti sulit bernapas dan kehilangan kesadaran).

Alergi pada susu sapi sering ditemukan pada bayi dan anak kecil. Alergi ini muncul pada anak dengan kadar antibodi susu sapi yang tinggi pada darahnya. Sensitivitas pada susu sapi sangat bervariasi pada setiap anak yang memiliki alergi susu. Beberapa anak memiliki reaksi yang parah setelah mencerna sedikit susu. Lainnya mungkin mempunyai reaksi yang lebih ringan setelah mencerna susu dalam jumlah yang lebih banyak.

Yuk, bikin susu evaporasi sendiri di rumah

Nyatanya, susu ini sebenarnya bisa Anda buat sendiri di rumah. Bahan apa yang diperlukan? Anda hanya butuh 5 cangkir susu sapi. Lalu, silakan ikuti langkah-langkah di bawah ini.

  1. Tuang 5 cangkir susu ke dalam panci.
  2. Lalu kurangi sebanyak 2 cangkir. Sisihkan 2 cangkir susu yang dikurangi
  3. Gunakan sumpit kayu atau tusuk sate yang dicelupkan ke dalam panci berisi 3 cangkir susu.
  4. Tandai seberapa tinggi kedalaman susu di panci lewat stik kayu atau sumpit dengan pensil.
  5. Masukkan lagi sisa 2 cangkir susunya dan biarkan sumpit kayu penanda ada di dalam panci
  6. Rebus sambil aduk susu
  7. Jika susu sudah berkurang sampai pada tanda di sumpit kayu atau susu sudah mengental, matikan kompor.
  8. Susu siap dinikmati untuk 1 minggu ke depan, dan jangan lupa disimpan di kulkas.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

    Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

    Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

    Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

    Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara merangsang istri

    Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    telat datang bulan

    Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    mengatasi kesepian

    5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    sakit kepala setelah keramas

    Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit