home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Biji Kakao

Manfaat|Dosis|Efek Samping|Keamanan|Interaksi
Biji Kakao

Manfaat

Untuk apa biji kakao?

Biji kakao adalah tanaman penghasil cokelat. Dikenal sejak lama sebagai makanan, kini biji kakao juga digunakan oleh beberapa orang sebagai obat. Biji kakao diketahui dapat membantu mengatasi infeksi usus, diare, asma, bronkitis, dan sebagai ekspektoran untuk paru-paru yang tersumbat.

Sementara kulit bijinya diketahui membantu pengobatan penyakit hati, penyakit kandung kemih, penyakit ginjal, dan diabetes. Selain itu, krim kakao juga digunakan secara oles untuk mengobati kerutan dan mencegah stretch mark pada kehamilan.

Beberapa penelitian juga menyebutkan jika cokelat mampu menurunkan risiko tekanan darah tinggi, arteri yang tersumbat, gagal jantung kongestif, stroke, dementia, sampai hipotensi.

Bagaimana cara kerjanya?

Tidak ada penelitian yang cukup mengenai bagaimana cara kerja suplemen herbal ini. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa manfaat biji kakao berada pada kandungan senyawa flavanol di dalamnya. Flavanol berfungsi mengaktifkan gen dalam tubuh untuk memproduksi nitrit oksida. Nitrit oksida bekerja dengan cara melemaskan pembuluh darah sehingga meningkatkan aliran darah beserta oksigen ke organ-organ tubuh.

Selain nitrit oksida, kandungan antioksidan dalam cokelat juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit. Antioksidan membantu tubuh menangkal efek buruk dari radikal bebas yang bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh.

Dosis

Informasi yang disediakan di bawah ini bukanlah pengganti rekomendasi medis. Selalu konsultasikan dengan herbalis atau dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini.

Berapa dosis yang biasa digunakan untuk biji kakao untuk orang dewasa?

Tidak ada rekomendasi dosis tertentu. Dosis untuk tanaman herbal ini mungkin berbeda untuk setiap pasien. Dosis yang dipakai tergantung pada usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lain. Suplemen herbal tidak selalu aman. Silakan berdiskusi dengan herbalis atau dokter untuk dosis yang tepat bagi Anda.

Dalam bentuk apa saja biji kakao tersedia?

Biji kakao dapat tersedia dalam bentuk dan dosis sebagai berikut:

  • Ekstrak
  • Bubuk
  • Sirup
  • Krim

Efek Samping

Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh biji kakao?

Kakao umumnya dapat ditoleransi dengan baik ketika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Namun, bagi beberapa orang, herbal satu ini dapat menyebabkan reaksi alergi seperti:

  • Ruam atau kemerahan
  • Gatal
  • Sensasi panas
  • Iritasi

Selain itu, orang yang memiliki masalah pencernaan seperti refluks asam lambung (GERD) juga mungkin bisa memicu gejala penyakit tersebut. Pasalnya, cokelat termasuk di antara makanan yang diyakini dapat memicu kenaikan asam lambung dengan menyebabkan otot sfingter melemas dan asam lambung pun naik.

Meski begitu, tak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin saja ada efek samping lain yang tidak dicantumkan di sini. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping tertentu, harap berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter Anda.

Keamanan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi biji kakao?

  • Berhati-hatilah jika Anda sensitif terhadap cokelat. Individu dengan hipersensitivitas pada cokelat tidak dianjurkan menggunakan kakao.
  • Perhatikan penggunaan jika Anda memiliki penyakit jantung, radang usus, dan irritable bowel syndrome (IBS). Anda tidak dianjurkan mengonsumsi kakao dalam jumlah yang besar.
  • Pantaulah tekanan darah Anda sebelum dan sesudah mengonsumsi cokelat. Pasalnya, tekanan darah mungkin meningkat.
  • Simpan kakao di tempat yang sejuk dan kering, jauhkan dari panas dan kelembapan.
  • Jauhkan produk yang mengandung kakao dari hewan peliharaan.

Regulasi yang mengatur penggunaan suplemen herbal tidak seketat peraturan obat-obatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keamanannya. Sebelum menggunakan, pastikan manfaat penggunaan suplemen herbal lebih besar dibandingkan risikonya. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter untuk informasi lebih lanjut.

Seberapa amankah kakao?

Gunakan kakao secukupnya saja pada anak-anak atau mereka yang hamil atau menyusui sampai penelitian lebih lanjut tersedia.

Interaksi

Interaksi seperti apakah yang mungkin terjadi ketika saya mengonsumsi biji kakao?

Herbal satu ini mungkin dapat berinteraksi dengan pengobatan lain atau dengan kondisi kesehatan yang Anda miliki. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum penggunaan.

  • MAOIs. Kandungan tiramin dalam kakao dapat meningkatkan efek vasopressor dari MAOIs; jangan digunakan secara bersamaan.
  • Teofilin. Cacao dapat menurunkan metabolisme xanthines seperti teofilin, sehingga meningkatkan kadar teofilin; jangan gunakan secara bersamaan.
  • Ephedra, guarana, yerba mate. Kakao dapat meningkatkan efek samping dari produk tersebut.
  • Kopi, teh, dan minuman soda. Kakao dapat meningkatkan rangsangan sistem saraf pusat bila digunakan dengan makanan dan minuman berkafein.
  • Konsumsi kakao dalam jumlah besar dapat menyebabkan peningkatan katekolamin dalam darah sewaktu terjadi perdarahan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Skidmore-Roth, Linda. Mosby’s Handbook Of Herbs & Natural Supplements. St. Louis, MO: Mosby, 2001. Print version. page 130.

Cocoa. http://www.webmd.com/vitamins-supplements/ingredientmono-812-cocoa.aspx?activeingredientid=812&activeingredientname=cocoa. Assessed date 25/11/2015.

Cocoa. http://www.drugs.com/npp/cocoa.html. Assessed date 25/11/2015.

Cancer protective properties of cocoa: a review of the epidemiologic evidence. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19838930. Assessed date 25/11/2015.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4696435/ Accessed date 14/02/2018

http://sultra.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=219:manfaat-biji-kakao-untuk-kesehatan&catid=13:info-aktual&Itemid=26 Accessed date 14/02/2018

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 20/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x