home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Kedelai Bisa Bikin Pria Jadi Kurang Subur?

Benarkah Kedelai Bisa Bikin Pria Jadi Kurang Subur?

Makanan dari kedelai sudah lama jadi pilihan banyak orang, sebut saja tempe, tahu, susu kedelai, dan produk kedelai lainnya. Kedelai merupakan salah satu sumber protein hewani dan dikenal mengandung banyak manfaat, antara lain dapat mengurangi kadar kolesterol, mengurangi risiko penyakit jantung, kanker payudara, osteoporosis, dan mengurangi gejala menopause bagi wanita. Namun, di balik banyak manfaatnya ini, ada anggapan katanya kedelai menurunkan kesuburan pria. Benarkah itu?

Dari mana anggapan kedelai menurunkan kesuburan pria?

Kedelai mengandung salah satu jenis fitoestrogen yang dikenal dengan nama isoflavon. Kandungan isoflavon inilah yang kemudian dihubungkan dengan kesuburan pria karena dampaknya terhadap hormon reproduksi dan sperma. Penelitian yang dilakukan di Kings’s College London tahun 2005 menunjukkan bahwa kemungkinan sperma manusia kehilangan akrosomnya (bagian yang memungkinkan sperma untuk menembus sel telur) meningkat tiga kali lipat setelah terpapar oleh genistein isoflavon (salah satu bentuk isoflavon) yang ditemukan dalam kedelai.

Pria yang mengonsumsi banyak produk kedelai mempunyai konsentrasi sperma yang lebih rendah dibandingkan dengan pria yang tidak memakan produk kedelai. Namun, penelitian yang membuktikan hal tersebut benar terjadi sangat terbatas dan sangat sedikit jumlahnya. Biasanya penelitian tentang hal ini lebih terlihat pada pria overweight atau obesitas yang datang ke klinik kesuburan.

Penelitian oleh Chavarro dan rekan yang melibatkan 99 pria antara tahun 2000 sampai 2006 menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi banyak kedelai cenderung memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah daripada pria yang tidak mengonsumsi kedelai, tetapi kebanyakan masih dalam batas normal. Dibandingkan dengan pria yang tidak makan kedelai, pria dengan asupan kedelai paling tinggi memproduksi volume ejakulasi yang lebih banyak, tetapi dengan jumlah sperma yang sama, sehingga konsentrasi spermanya lebih rendah.

Konsentrasi sperma yang rendah bukan berarti berdampak pada morfologi (bentuk) dan motilitas (kemampuan bergerak) dari sperma. Konsentrasi sperma yang rendah terutama terjadi pada pria yang mengalami overweight dan obesitas. Studi ini tidak cukup membuktikan bahwa konsumsi kedelai berhubungan dengan konsentrasi sperma. Peneliti menduga bahwa faktor lain, seperti kelebihan berat badan dan obesitas, mungkin terlibat. Selain itu, pria yang terlibat dalam penelitian ini mungkin tidak mewakili semua pria. Untuk membuktikan hubungan antara konsumsi kedelai dan kesuburan pria dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Penelitian Chavarro yang dilakukan di negara barat ini juga mengakui bahwa asupan kedelai pada pria Asia yang lebih banyak tidak menunjukkan bahwa konsumsi kedelai menurunkan kesuburan pria. Sehingga, mitos yang mengatakan bahwa konsumsi kedelai menurunkan kesuburan pria belum terbukti benar terjadi. Jadi bagi pria yang suka konsumsi makanan yang mengandung kedelai, seperti tempe, tahu, susu kedelai dan lainnya, Anda dapat memakannya sebanyak yang Anda inginkan dan tidak perlu khawatir lagi terhadap kesuburan Anda.

Manfaat kedelai bagi pria

Di balik mitos “kedelai menurunkan kesuburan pria”, kedelai juga mempunyai manfaat yang baik bagi pria. Sebagai salah satu sumber protein nabati, kedelai kaya akan zat-zat gizi penting yang diperlukan oleh tubuh dan juga berguna untuk mencegah berbagai penyakit, diantaranya adalah:

  • Mencegah penyakit jantung koroner (PJK). Kedelai dapat melindungi tubuh dari penyakit jantung karena kandungan zat gizinya yang menyehatkan tubuh. Pertama, kedelai memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah dan tinggi akan kandungan lemak tak jenuh ganda (seperti asam lemak omega-6 dan asam lemak omega-3), sehingga dapat membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Kedua, protein dalam kedelai secara langsung dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang mengandung kedelai dapat mengurangi risiko PJK karena dampak kedelai yang dapat menurunkan kolesterol darah tinggi.
  • Mencegah kanker prostat. Kedelai mengandung zat fitokimia yang dapat menurunkan risiko kanker prostat pada pria dan mungkin juga dapat membantu menyembuhkan penyakit ini. Penelitian menunjukkan bahwa zat genistein isoflavon dalam kedelai dapat mencegah kanker prostat. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pria yang konsumsi makanan yang mengandung kedelai setiap hari mempunyai kemungkinan yang lebih kecil untuk menderita kanker prostat dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

 

  1. Chavarro, et al. 2008. Soy Food and Isoflavone Intake in Relation to Semen Quality Parameters among Men from An Infertility Clinic. Hum Reprod. 2008 Nov; 23(11): 2584–2590.
  2. http://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/news/20080723/soy-foods-sperm-concentration-link?page=2
  3. http://www.nhs.uk/news/2008/07July/Pages/Soyabasedfoodandmalefertility.aspx
  4. http://www.soylife.com/2012/02/16/safety-aspects-of-soy-isoflavonesphytoestrogens-and-soylife-in-men/
  5. http://www.soyconnection.com/sites/default/files/soy-mens-health.pdf

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 08/02/2017
x