Benarkah Kedelai Bisa Bikin Pria Jadi Kurang Subur?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Makanan dari kedelai sudah lama jadi pilihan banyak orang, sebut saja tempe, tahu, susu kedelai, dan produk kedelai lainnya. Kedelai merupakan salah satu sumber protein hewani dan dikenal mengandung banyak manfaat, antara lain dapat mengurangi kadar kolesterol, mengurangi risiko penyakit jantung, kanker payudara, osteoporosis, dan mengurangi gejala menopause bagi wanita. Namun, di balik banyak manfaatnya ini, ada anggapan katanya kedelai menurunkan kesuburan pria. Benarkah itu?

Dari mana anggapan kedelai menurunkan kesuburan pria?

Kedelai mengandung salah satu jenis fitoestrogen yang dikenal dengan nama isoflavon. Kandungan isoflavon inilah yang kemudian dihubungkan dengan kesuburan pria karena dampaknya terhadap hormon reproduksi dan sperma. Penelitian yang dilakukan di Kings’s College London tahun 2005 menunjukkan bahwa kemungkinan sperma manusia kehilangan akrosomnya (bagian yang memungkinkan sperma untuk menembus sel telur) meningkat tiga kali lipat setelah terpapar oleh genistein isoflavon (salah satu bentuk isoflavon) yang ditemukan dalam kedelai.

Pria yang mengonsumsi banyak produk kedelai mempunyai konsentrasi sperma yang lebih rendah dibandingkan dengan pria yang tidak memakan produk kedelai. Namun, penelitian yang membuktikan hal tersebut benar terjadi sangat terbatas dan sangat sedikit jumlahnya. Biasanya penelitian tentang hal ini lebih terlihat pada pria overweight atau obesitas yang datang ke klinik kesuburan.

Penelitian oleh Chavarro dan rekan yang melibatkan 99 pria antara tahun 2000 sampai 2006 menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi banyak kedelai cenderung memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah daripada pria yang tidak mengonsumsi kedelai, tetapi kebanyakan masih dalam batas normal. Dibandingkan dengan pria yang tidak makan kedelai, pria dengan asupan kedelai paling tinggi memproduksi volume ejakulasi yang lebih banyak, tetapi dengan jumlah sperma yang sama, sehingga konsentrasi spermanya lebih rendah.

Konsentrasi sperma yang rendah bukan berarti berdampak pada morfologi (bentuk) dan motilitas (kemampuan bergerak) dari sperma. Konsentrasi sperma yang rendah terutama terjadi pada pria yang mengalami overweight dan obesitas. Studi ini tidak cukup membuktikan bahwa konsumsi kedelai berhubungan dengan konsentrasi sperma. Peneliti menduga bahwa faktor lain, seperti kelebihan berat badan dan obesitas, mungkin terlibat. Selain itu, pria yang terlibat dalam penelitian ini mungkin tidak mewakili semua pria. Untuk membuktikan hubungan antara konsumsi kedelai dan kesuburan pria dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Penelitian Chavarro yang dilakukan di negara barat ini juga mengakui bahwa asupan kedelai pada pria Asia yang lebih banyak tidak menunjukkan bahwa konsumsi kedelai menurunkan kesuburan pria. Sehingga, mitos yang mengatakan bahwa konsumsi kedelai menurunkan kesuburan pria belum terbukti benar terjadi. Jadi bagi pria yang suka konsumsi makanan yang mengandung kedelai, seperti tempe, tahu, susu kedelai dan lainnya, Anda dapat memakannya sebanyak yang Anda inginkan dan tidak perlu khawatir lagi terhadap kesuburan Anda.

Manfaat kedelai bagi pria

Di balik mitos “kedelai menurunkan kesuburan pria”, kedelai juga mempunyai manfaat yang baik bagi pria. Sebagai salah satu sumber protein nabati, kedelai kaya akan zat-zat gizi penting yang diperlukan oleh tubuh dan juga berguna untuk mencegah berbagai penyakit, diantaranya adalah:

  • Mencegah penyakit jantung koroner (PJK). Kedelai dapat melindungi tubuh dari penyakit jantung karena kandungan zat gizinya yang menyehatkan tubuh. Pertama, kedelai memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah dan tinggi akan kandungan lemak tak jenuh ganda (seperti asam lemak omega-6 dan asam lemak omega-3), sehingga dapat membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Kedua, protein dalam kedelai secara langsung dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang mengandung kedelai dapat mengurangi risiko PJK karena dampak kedelai yang dapat menurunkan kolesterol darah tinggi.
  • Mencegah kanker prostat. Kedelai mengandung zat fitokimia yang dapat menurunkan risiko kanker prostat pada pria dan mungkin juga dapat membantu menyembuhkan penyakit ini. Penelitian menunjukkan bahwa zat genistein isoflavon dalam kedelai dapat mencegah kanker prostat. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pria yang konsumsi makanan yang mengandung kedelai setiap hari mempunyai kemungkinan yang lebih kecil untuk menderita kanker prostat dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Telat haid dan mual-mual adalah tanda-tanda hamil yang paling umum. Namun, tahukah Anda, mimisan dan sakit kepala juga termasuk ciri-ciri hamil muda?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

10 Makanan Penyubur Sperma agar Pasangan Cepat Hamil

Penelitian membuktikan, bahkan pria berumur 80 tahun pun masih mungkin memiliki kualitas sperma yang baik jika mengonsumis makanan penyubur sperma berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

Mungkin Anda sedang harap-harap cemas menunggu jadwal mens selanjutnya. Membedakan tanda hamil atau haid itu susah-susah gampang, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Direkomendasikan untuk Anda

salah menggunakan test pack

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memakai Test Pack

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
program dan cara cepat hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
fungsi testis

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit