home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hobi Makan Mie Instan Setiap Hari? Awas, Ini Dampaknya Bagi Tubuh Anda

Hobi Makan Mie Instan Setiap Hari? Awas, Ini Dampaknya Bagi Tubuh Anda

Mie instan sering dijadikan menu pengganjal lapar andalan ketika kita tidak punya waktu (atau uang) untuk makan. Selain enak dan mudah cara buatnya, harga yang dibandrol untuk semangkok mie instan pun terbilang murah. Itulah mengapa banyak orang suka makan mie instan. Bahkan tak sedikit orang yang menjadikan mie instan sebagai makanan wajib mereka setiap hari. Meski begitu, makan mie instan setiap hari tidak baik untuk kesehatan.

Kandungan gizi dalam mie instan

Sebelum benar-benar mengetahui dampak makan mie instan setiap hari, kurang afdol rasanya bila Anda tidak paham betul apa saja kandungan nutrisi dalam satu bungkus mie instan.

Mie instan sebenarnya padat akan karbohidrat, tapi kandungan serat dan protein, vitamin, dan mineral di dalamnya tergolong sangat minim.

Selain itu, satu bungkus mie instan juga “diperkaya” dengan bumbu mengandung micin alias MSG dan juga garam sodium. Sekitar 1.700 mg sodium akan masuk ke tubuh Anda tepat setelah selesai menghabiskan satu porsi mie instan.

Jumlah ini sudah mencukupi 85 persen kebutuhan garam harian Anda dari batasan yang direkomendasikan.

Lalu, apa bahayanya kalau makan mie instan setiap hari?

Setelah mengetahui kandungan nutrisi yang ada dalam mie instan, mungkin sekarang Anda mulai bisa menerka-nerka risiko apa saja yang bisa muncul kalau Anda hobi makan mie instan setiap hari.

Mie instan bisa dibilang sebagai makanan bergizi minim, bahkan mungkin bisa tidak ada gizinya sama sekali. Maka bisa dibilang bahwa makanan favorit sejuta umat Indonesia ini tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi Anda dalam sehari.

Ditambah lagi, mie instan sangat tinggi kalori dari karbohidrat tepung dan juga tinggi garam sodium. Kebanyakan makan makanan tinggi kalori dan tinggi garam sudah dibuktikan oleh banyak studi dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang. Mulai dari peningkatan berat badan, hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung.

Kurangi porsinya

Bahaya makan mie instan setiap hari tidak boleh Anda sepelekan. Namun bukan berarti tidak boleh mengonsumsinya sama sekali.

Jika Anda terbiasa makan mie instan setiap hari, mulailah mengurangi porsinya secara perlahan tapi pasti. Atau jika ingin lebih sehat, Anda bisa menambahkan potongan sayuran sebagai pelengkap hidangan mie instan Anda.

Sebaiknya imbangi juga dengan memperbanyak makan makanan sehat dan bergizi variatif, seperti buah dan sayur, untuk menjaga kesehatan tubuh.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Are Instant Noodles Bad for You? https://www.healthline.com/nutrition/instant-noodles Diakses pada 25 Oktober 2018.

Are Instant Noodles Really that Bad for Your Health? https://www.menshealth.com.sg/health/are-instant-noodles-really-bad-your-health/ Diakses pada 25 Oktober 2018.

American Journal of Clinical Nutrition. The Blood-Brain Barrier and Glutamatehttps://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19571220 Diakses pada 25 Oktober 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 20/01/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x