home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa yang Terjadi Kalau Makan Buah Terlalu Banyak?

Apa yang Terjadi Kalau Makan Buah Terlalu Banyak?

Buah-buahan merupakan salah satu jenis makanan yang selalu direkomendasikan oleh ahli kesehatan karena manfaatnya yang dapat membantu menjaga fungsi dan kesehatan tubuh. Tidak jarang kebanyakan orang menganggap buah sebagai makanan super dan kemudian cenderung mengonsumsi banyak buah-buahan dengan alasan untuk memperoleh berbagai manfaat dari buah. Tetapi apakah benar mengonsumsi semua buah dalam jumlah besar dapat memberikan manfaat kesehatan yang Anda inginkan?

Masalah yang mungkin terjadi jika makan buah terlalu banyak

1. Efek buruk gula dan karbohidrat

Gula tidak hanya dalam bentuk gula pasir yang Anda kenal, buah juga ternyata merupakan sumber gula. Karbohidrat yang biasa kita konsumsi nantinya akan dipecah menjadi komponen yang lebih sederhana yaitu glukosa, dan kemudian digunakan oleh tubuh sebagai sumber tenaga. Pada buah, terdapat jenis gula yang disebut fruktosa. Fruktosa merupakan jenis gula yang khusus hanya terdapat pada buah. Setelah dikonsumsi, metabolisme fruktosa lalu akan terjadi di hati atau liver.

Salah satu masalah yang dapat terjadi ketika Anda terlalu banyak mengonsumsi gula adalah meningkatnya kadar gula dalam darah dan berujung pada diabetes. Biasanya jenis makanan yang disalahkan saat terjadi peningkatan gula darah adalah sumber karbohidrat seperti nasi putih dan produk olahan tepung (cake, roti, pasta). Meningkatnya kadar gula dalam darah dapat menyebabkan semakin banyaknya lemak yang disimpan dalam tubuh serta memicu resistensi insulin dan lama kelamaan berujung pada diabetes melitus tipe 2.

Tetapi, tidak hanya makanan sumber karbohidrat sederhana saja yang dapat bekerja meningkatkan kadar gula dalam darah. Fruktosa yang terdapat dalam buah juga bisa meningkatkan kadar gula Anda. Ketika terlalu banyak gula dalam tubuh, hati atau liver akan mengubah kelebihan gula tersebut menjadi lemak. Lemak yang berasal dari gula berlebih ini secara khusus disimpan dalam bentuk trigliserida, salah satu jenis lemak dalam darah yang berbahaya. Trigliserida akan disimpan dalam sel lemak di seluruh tubuh Anda. Terlalu banyak konsumsi gula juga dapat menyebabkan terbentuknya lemak perut, jenis lemak berbahaya yang dapat meningkatkan risiko Anda menderita berbagai macam penyakit degeneratif di kemudian hari, termasuk di antaranya diabetes mellitus.

Meskipun sangat sedikit kemungkinannya Anda menderita diabetes hanya dikarenakan makan buah terlalu banyak, tetapi mengonsumsi makanan sumber gula dan karbohidrat secara tidak berlebihan tentu dapat membantu menjaga kesehatan Anda.

2. Gangguan pencernaan

Buah merupakan sumber serat yang baik, kebanyakan orang pasti setuju akan fakta tersebut. Tetapi terlalu banyak mengonsumsi buah justru dapat menyebabkan pencernaan Anda menjadi bermasalah. Anda dapat mengalami kembung, merasa begah, kram perut, buang gas terus menerus, bahkan diare. Mereka yang menderita diare biasanya akan diberi diet rendah serat saat di rumah sakit, ini bertujuan untuk memadatkan feses kembali sehingga diare berhenti. Beberapa contoh buah yang tinggi serat yaitu apel, pisang, stroberi, mangga, pepaya, dan jambu biji. Anda membutuhkan serat sekitar 30 gram per hari. Dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan termasuk buah tinggi serat secukupnya, Anda dapat membantu kerja sistem pencernaan Anda.

3. Kekurangan zat gizi

Jika Anda menganggap buah sebagai superfood lalu kemudian cenderung hanya mengonsumsi buah saja sepanjang hari, maka Anda berisiko kekurangan zat gizi lainnya. Salah satu anjuran dalam pedoman gizi seimbang yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah mengonsumsi jenis makanan yang beragam. Dasar dari anjuran ini adalah karena tidak ada satu jenis makanan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan gizi Anda. Sebagai jenis makanan yang tergolong sumber karbohidrat, buah-buahan kurang mengandung asam lemak esensial serta asam amino yang diperlukan oleh tubuh. Jenis zat gizi esensial tersebut lebih banyak ditemukan pada daging, kacang, serta biji-bijian.

Buah juga cenderung kurang mengandung mineral tertentu seperti kalsium dan zat besi. Mengonsumsi buah bersama dengan berbagai jenis makanan lain dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan zat gizi Anda sehari-hari. Tetapi jika Anda hanya menjalankan diet yang mayoritas terdiri dari buah saja, maka bukan tidak mungkin Anda mengalami defisiensi zat gizi tertentu.

Berapa banyak buah yang sebaiknya Anda konsumsi dalam satu hari?

Pedoman gizi seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan menyarankan Anda untuk mengonsumsi 5 porsi sayur buah per harinya. Satu porsi setara dengan satu jenis buah berukuran medium seperti misalnya satu buah jeruk ukuran sedang, satu buah pisang, atau satu buah apel sedang. Usahakan untuk mengonsumsi berbagai jenis buah, jangan terpaku hanya pada satu macam buah saja karena berbeda jenis buahnya berbeda pula manfaat kesehatan yang dapat Anda peroleh.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Barnes, Z. (2015, June 16). Are You Eating Too Much Fruit? Retrieved August 10, 2016, from Daily Burn: http://dailyburn.com/life/health/fruit-portion-sizes/

Gunnars, K. (n.d.). Is Fruit Good or Bad For Your Health? The Sweet Truth. Retrieved August 10, 2016, from Authority Nutrition: https://authoritynutrition.com/is-fruit-good-or-bad-for-your-health/

Sass, C. (2016, May 26). Is It Possible to Eat Too Much Fruit? Retrieved August 10, 2016, from Health: http://www.health.com/nutrition/too-much-fruit

White, K. (2013, October 21). Can You Eat Too Much Fruit in a Day? Retrieved August 10, 2016, from LiveStrong: http://www.livestrong.com/article/283666-can-you-eat-too-much-fruit-in-a-day/

Foto Penulis
Ditulis oleh Monika Nanda
Tanggal diperbarui 09/03/2017
x